{"id":23029,"date":"2021-02-04T20:23:54","date_gmt":"2021-02-04T13:23:54","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=23029"},"modified":"2021-02-04T20:23:55","modified_gmt":"2021-02-04T13:23:55","slug":"jumat-05-februari-2021-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=23029","title":{"rendered":"Jumat, 05 Februari 2021"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Inilah pewan yang budiman,yang keluar menyongsong Kristus dengan pelita bemyala.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2063<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Lama sebelum ada biara-biara suster didirikan, sudah ada wanita-wanita yang membaktikan hidupnya kepada Tuhan Secara perorangan mereka mengucapkan kaul kemurnian dan mengabdikan pada iman. Di tengah jemaat mereka melakukan tugas diakonia, terutama dalam bidang perawetan orang sakit dan miskin. Agata yang berasal dari Katana, Sisilia. telah memilih cara hidup demikian beberapa waktu sebelum ditahan. Walau diancam dan dianiaya ia bertahan dalam kaulnya dan akhirnya dibunuh pada zaman Kaisar Decius.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2063<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa kami sumber cinta dan belas kasih,&nbsp; kami mohon kasihanilah kami demi permohonan Santa Agata, perawan mart\u0131r. la senantiasa berkenan di hati-Mu karena tetap setia sampai mati dan selalu hidup murni. Demi Yesus Kristus, Putra-Mu\u2026 \u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani 13:1-8<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cYesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudara, peliharalah kasih persaudaraan! Jangan kamu enggan memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang \u2013 tanpa menyadarinya \u2013 telah menjamu malaikat-malaikat. Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri pun adalah orang-orang hukuman. Ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri masih hidup di dunia ini. Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan, dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah. Janganlah kamu menjadi hamba uang, tetapi cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman, \u201cAku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau, dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.\u201d Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata, \u201cTuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?\u201d Ingatlah akan pemimpin-pemimpinmu, yang telah menyampaikan sabda Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka, dan contohlah iman mereka. Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin, hari ini, maupun selama-lamanya.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 27:1.3.5.8b-9abc<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.<em>&nbsp;Tuhan, Dikaulah penyelamatku.&nbsp;<\/em><\/strong><strong>atau&nbsp;<em>Tuhanlah terang dan keselamatanku.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?<\/li><li>Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takutlah hatiku; sekalipun pecah perang melawan aku, dalam hal ini pun aku tetap percaya.<\/li><li>Sebab di kala ada bahaya, Tuhan melindungi aku dalam pondok-Nya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.<\/li><li>Wajah-Mu kucari ya Tuhan, maka janganlah menyembunyikan wajah-Mu dari padaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka. Engkaulah pertolonganku, ya Allah penyelamatku, janganlah membuang aku.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya, alleluya<\/em>.<br>S :<em>&nbsp;Berbahagialah orang yang menyimpan sabda Allah dalam hati yang baik dan tulus ikhlas, dan menghasilkan buah berkat ketabahannya.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 6:14-29<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cYohanes yang sudah kupenggal kepalanya, kini bangkit lagi.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada waktu itu Raja Herodes mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya memang sudah terkenal, dan orang mengatakan, \u201cYohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati, dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia.\u201d Yang lain mengatakan, \u201cDia itu Elia!\u201d Yang lain lagi mengatakan, \u201cDia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu.\u201d Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata, \u201cBukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan kini bangkit lagi.\u201d Memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegur Herodes, \u201cTidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!\u201d Karena kata-kata itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci; jadi ia melindunginya. Tetapi setiap kali mendengar Yohanes, hati Herodes selalu terombang-ambing; namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes \u2013 pada hari ulang tahunnya \u2013 mengadakan perjamuan untuk para pembesar, para perwira dan orang-orang terkemuka di Galilea. Pada waktu itu puteri Herodias tampil lalu menari dan ia menyukakan hati Herodes serta tamu-tamunya. Maka Raja berkata kepada gadis itu, \u201cMintalah dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!\u201d Lalu Herodes bersumpah kepadanya, \u201cApa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun itu setengah dari kerajaanku!\u201d Anak itu pergi dan menanyakan ibunya, \u201cApa yang harus kuminta?\u201d Jawab ibunya, \u201cKepala Yohanes Pembaptis!\u201d Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta, \u201cAku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis dalam sebuah talam!\u201d Maka sangat sedihlah hati raja! Tetapi karena sumpahnya dan karena segan terhadap tamu-tamunya, ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu dalam sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu, dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kubur.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. FX. Joko Susilo SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Jesu per Cor Mariae. Hiduplah hati Kudus Yesus bersama Maria.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">ReSi Dehonian, Jumat 5 Februari 2021 \u2013 Hari Biasa Pekan Biasa IV \u2013 &nbsp;Peringatan Santa Agtha Perawan dan Martir<strong>,&nbsp;<\/strong>bersama saya Rm. FX. Joko Susilo scj dari Komunitas SCJ Bogot\u00e1 \u2013 Kolombia<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat pendengar Resi Dehonian yang terkasih, hari ini kita memperingati Santa Agatha, Perawan dan Martir. Kisah hidup Agatha sungguh mengagumkan dan kemartirannya menjadi benih subur bagi hidup Gereja. Agatha hidup di zaman awal Kekristenan, zaman Kekaisan Decius (249-251) dimana umat Kristen di seluruh wilayah kekaisaran dikejar-kejar, dianiaya bahkan dibunuh. Dalam satu penggalan kisah diceritakan bahwa Agatha dibawa kepada Quintianus, Gubernur Provinsi Sisilia. Quintianus mengeluarkan maklumat bahwa semua orang Kristen harus diadili di Palermo, ibu kota provinsi. Gubernur itu berkali-kali berusaha membujuknya. \u201dEngkau seorang wanita terhormat,\u201d katanya dengan lembut. \u201dMengapa engkau merendahkan dirimu sendiri dengan menjadi seorang Kristen?\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Jawab Agatha, \u201dMeskipun aku seorang terhormat, aku ini seorang hamba di hadapan Yesus Kristus.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">\u201dJika demikian, apa sesungguhnya arti menjadi terhormat?\u201d tanya Quintianus. Agatha menjawab, \u201dArtinya, melayani Tuhan.\u201dKetika Quintianus tahu bahwa Agatha tidak akan mau berbuat dosa, ia menjadi sangat marah. Ia menyuruh para algojo mencambuk serta menyiksa Agatha begitu mengerikan, dan akhirnya wafat.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Menjadi terhormat bagi santa Agahta adalah melayani Tuhan.<\/strong>&nbsp;Ini pesan sabda hari ini, setia melayani Tuhan. Bacaan Injil mengisahkan bagaimana Herodes sebagai pemimpin hanya melayani untuk kebutuhan diri sendiri. Maka segala sesuatu yang menghalanginya, akan disingkirkan. Suara Tuhan sempat membuat Herodes terombang-ambing, suara itu masuk dalam diri Herodes ketika mengakui pribadi Yohanes sebenarnya adalah orang benar dan suci. Namun suara itu tidak dipelihara dengan baik sehingga kalah dengan suara egoismenya. Namun, sebaliknya, peristiwa itu menunjukkan bahwa Yohanes Pembaptis setia melayani Tuhan dalam pewartaan dan kesaksian hidupnya sampai akhir.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Menarik juga bila kita membaca dan merenungkan bacaan pertama hari ini dari surat Ibrani, dikatakan bahwa,\u201dSaudara-saudara, peliharalah kasih persaudaraan! Jangan kamu enggan memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang-tanpa menyadarinya-telah menjamu malaikat-malaikat\u201d. Kita makin diteguhkan melalui kutipan dari surat Ibrani ini,&nbsp;<strong>bahwa melayani sesama dalam hal sekecil apapun sama saja melayani Tuhan dan malaikat-malaikatNya.<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para sahabat pendengar resi Dehonian yang terkasih,&nbsp;<strong>kesaksian kemartiran Yohanes Pembaptis tidak berhenti pada zamannya, mengalir kepada Agatha karena kesetiaan pada Yesus Kristus yang bangkit dan sampai sekarang.<\/strong>&nbsp;Mari hadirkan semangat itu dalam melayani dengan setia dan penuh sukacita bagi keluarga, komunitas dan pekerjaan kita hari ini.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah yang Maha Rahim, melimpahkan berkatNya untuk kita hari ini, + Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa kami yang mahaagung, kemuliaan dan keluhuran-Mu nyata dalam kehidupan dan kematian Santa Agata, perawan dan inartir-Mu. Engkau berkenan melihat karya dan penderitaannya. Maka berkenanlah pula kiranya menerima pengabdian kami ini. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI&nbsp; \u2014 Mat. 25:6\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pengantin sudah datang! Marilah menyongsong Kristus, Tuhan kita.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PENUTUP\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa kami yang kekal dan kusa, tenaga baru telah kami terima berkat santapan suci anugerah-Mu. Kami mohon, semoga seturut teladan Santa Agata, kami mengabdi sepenuhnya kepada-Mu dan tidak takut menderita. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Link Audio http:\/\/katolikindonesia.com\/2021\/02\/04\/jumat-05-februari-2021\/<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=23029-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_1179\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-23029-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/KI-2021-02-05-RP-FX-Joko-Susilo-SCJ.mp3?_=1\" \/><a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/KI-2021-02-05-RP-FX-Joko-Susilo-SCJ.mp3\">http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/KI-2021-02-05-RP-FX-Joko-Susilo-SCJ.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/KI-2021-02-05-RP-FX-Joko-Susilo-SCJ.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=23029-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/KI-2021-02-05-RP-FX-Joko-Susilo-SCJ.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"KI-2021-02-05-RP-FX-Joko-Susilo-SCJ.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA\u2063 Inilah pewan yang budiman,yang keluar menyongsong Kristus dengan pelita bemyala.\u2063 \u2063 PENGANTAR\u2063 Lama sebelum ada biara-biara suster didirikan, sudah ada wanita-wanita yang membaktikan hidupnya kepada Tuhan Secara perorangan mereka mengucapkan kaul kemurnian&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-23029","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23029","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=23029"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23029\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23030,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23029\/revisions\/23030"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=23029"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=23029"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=23029"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}