{"id":22680,"date":"2021-01-01T22:04:54","date_gmt":"2021-01-01T15:04:54","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=22680"},"modified":"2021-01-01T22:04:55","modified_gmt":"2021-01-01T15:04:55","slug":"sabtu-02-januari-2021","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=22680","title":{"rendered":"Sabtu, 02 Januari 2021"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA&nbsp; \u2013&nbsp; Mzm 36:30-31\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mulut orang jujur menuturkan kebijaksanaan, dan lidahnya mengucapkan keadilan Hukum Allah disimpan dalam hatinya\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Basilius, yang disebut agung oleh orang sezamannya, bukan sejak bayi menerima pembaptisan dan mengatakan sendiri \u2018seperti terbangun dari tidur lelap untuk menikmati cahaya kebenaran Injil.\u2019 la menjadi rahib. Pada tahun 364 ia ditahbiskan menjadi imam dan tahun 370 menjadi Uskup Kaisarea di Kapadokia. la mengarahkan perhatiarnya pada hidup membiara. Peraturan-peraturan hasil karyanya menjadi pola hidup membiara di Eropa Timur la wafat pada tahun 379.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Gregorius dari Nazianze adalan teman belajar Basilius, dan menjadi rahib pula. Pada tahun 362 ia ditahbiskan iman. Tidak lama kemudian ia menjadi uskup agung di Konstantinopel. Dalam kesibukannya mengenai macam-macam hal ia masih sempat berdoa. la disegani sebagai ahli theologi dan pembela keallahan Kristus dan Roh Kudus la wafa pada tahun 390.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kedua Santo itu banyak berjasa bagi pertumbuhan dan perkembangan Gereja di Eropa Timur. \u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa, sumber kebenaran sejati, Santo Basilius dan Santo Gregorius berkat teladan dan pengajarannya, menjadi cahaya terang bagi Gereja-Mu. Semoga berkat doa restunya kami selalu dengan rendah hati mencari kebenaran-Mu dan mencintai serta menghayatinya. Demi Yesus Kristus, Putra-Mu,.. \u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: I Yohanes 2:22-28<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cApa yang telah kamu dengar harus tetap tinggal di dalam dirimu.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Anak-anakku terkasih, barangsiapa menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus, dia itu seorang pendusta! Dan barangsiapa menyangkal baik Bapa maupun Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengakui Anak, ia juga memiliki Bapa. Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari semula, itu harus tetap tinggal di dalam dirimu. Jika apa yang telah kamu dengar dari semula itu tetap tinggal di dalam dirimu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa. Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal. Semua ini kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu. Sebab di dalam dirimu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari Yesus. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan Yesus mengajar kamu tentang segala sesuatu \u2013 dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta \u2013 dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia. Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 98:1.2-3b.3c-4<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em>&nbsp;<em>Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya. Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.&nbsp;<\/li><li>Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya<\/em><br>S : (Ibr 1:1-2)&nbsp;<em>Dahulu kala dengan pelbagai cara Allah berbicara kepada leluhur kita dengan perantaraan para nabi; pada zaman akhir ini Ia berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Yohanes 1:19-28<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cSesudah aku akan datang Dia yang sudah ada sebelum aku.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus kepadanya beberapa imam dan orang-orang Lewi untuk menanyakan kepadanya, \u2018Siapakah Engkau?\u2019 Yohanes mengaku dan tidak berdusta, katanya, \u201cAku bukan Mesias!\u201d Lalu mereka bertanya kepadanya, \u201cKalau begitu, siapakah engkau? Elia?\u201d Yohanes menjawab, \u201cBukan!\u201d \u201cEngkaukah nabi yang akan datang?\u201d Ia pun menjawab, \u201cBukan!\u201d Maka kata mereka kepadanya, \u201cSiapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?\u201d Jawab Yohanes, \u201cAkulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan seperti yang telah dikatakan Nabi Yesaya.\u201d Di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya-tanya kepadanya, \u201cMengapa engkau membaptis jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?\u201d Yohanes menjawab kepada mereka, \u201cAku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.\u201d Hal ini terjadi di Betania yang di seberang Sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis orang.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Christoforus Wahyu Tri Haryadi SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah hati Kudus Yesus melalui Hati Maria<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudari-a surat rasul Yohanes yang kita dengarkan barusan menegaskan bahwa Yesus adalah Kristus, sang anak Tunggal yang terkasih dan hanya dengan menerima Yesus maka manusia akan memiliki Allah Bapa. Itulah kebenaran yang juga diwartakan oleh St Basilius Agung dan St Gregorius dari Nazianze. Kedua orang kudus ini adalah sahabat yang pada saat itu membantu umat beriman agar tidak jatuh dalam kesesatan arianisme. Arianisme mengajarkan bahwa Yesus itu bukan Tuhan. Tentu ajaran arianisme bertentangan dengan pewartaan injil bahwa Yesus adalah sabda Tuhan, anak Allah sang mesias dan berasal dari Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mereka berdua mengajarkan kebenaran iman akan Yesus ini selain lewat debat dan kotbah, mereka melakukannya dengan praktek hidup mereka. St Basilius cukup dikenal sebagai pribadi yang dekat dengan orang miskin. Ia juga penuh kasih kepada orang miskin. Basilius menyumbangkan segala miliknya dan membuka sebuah dapur umum. Di sana Ia sering mengenakan celemek dan melayani mereka yang lapar. Nasehatnya untuk kita, \u201cBerikanlah makanan terakhirmu kepada pengemis yang mengetuk pintumu dan percayalah akan belas kasihan Tuhan.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sedang st Gregorius Agung sebagai&nbsp;<a href=\"https:\/\/katakombe.org\/para-kudus\/tag\/Uskup.html\">Uskup<\/a>&nbsp;Konstantinopel telah mempertobatkan banyak orang dengan khotbah-khotbahnya yang mengagumkan. Pernah ada yang berusaha membunuhnya. St. Gregorius sungguh mengampuninya serta membawanya ke jalan yang benar dengan kelemahlembutan serta kebaikan hatinya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tindak-tanduk kedua orang kudus ini sangat menegaskan bahwa Kristus hidup dan tinggal dalam mereka. \u201cKarena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia. Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.\u201d Kesatuan mereka dengan Kristus telah mendorong mereka untuk mewartakan kebenaran siapa Yesus itu. Kalau Yesus itu bukan Tuhan dan bukan Anak Allah bagaimana mungkin kasih, pengampunan dan pengorbanannya memerdekakan umat manusia?<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudari-aku yang terkasih, semoga natal yang suasananya masih kita rasakan membuat kita tetap menyadari bahwa Kristus itu satu dengan kita. Ia kita sambut dalam baptisan, saat menyambut sakramen mahakudus, saat ia bersabda dengan kitab suci atau dalam kesempatan bersekutu. Kita percaya Yesus tidak menghendaki kita menjadi pendusta dengan berlaku seolah-olah kita tidak mengenal Kristus padahal Ia tinggal dalam hati kita. Janganlah malu untuk mewartakan Kristus dalam kehidupan kita.&nbsp;Semoga Hati Kudus Yesus selalu menaungi Anda.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Terimalah kiranya, ya Bapa di surga, persembahan yang kami unjukkan dengan gembira pada peringatan Santo Basilius dan Gregorius. Semoga kami selalu mendengarkan nasihat mereka\u2063 dan menyerahkan jiwa raga kami seutuhnya kepada-Mu bersama persembahan roti anggur ini. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI&nbsp; \u2013&nbsp; Luk 12:42\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dialah pengurus rumah yang setia dan bijaksana, yang diangkat Tuhan menjadi kepala atas semua hamba-hamba-Nya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PENUTUP\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa kami yang mahabaik. kami telah diajar oleh sabda Kristus, guru kami, dan disegarkan oleh kurban Kristus, santapan kami. Semoga dengan doa restu dan bantuan Santo Basilius dan Gregorius sabda-Mu kami wartakan dan kurnia cinta kasih-Mu kami bagikan. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Link Audio http:\/\/katolikindonesia.com\/2021\/01\/01\/sabtu-02-januari-2021\/<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/?powerpress_pinw=34061-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA&nbsp; \u2013&nbsp; Mzm 36:30-31\u2063 Mulut orang jujur menuturkan kebijaksanaan, dan lidahnya mengucapkan keadilan Hukum Allah disimpan dalam hatinya\u2063 PENGANTAR\u2063 Basilius, yang disebut agung oleh orang sezamannya, bukan sejak bayi menerima pembaptisan dan mengatakan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-22680","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22680","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22680"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22680\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22681,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22680\/revisions\/22681"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22680"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22680"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22680"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}