{"id":22455,"date":"2020-12-13T21:44:15","date_gmt":"2020-12-13T14:44:15","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=22455"},"modified":"2020-12-13T21:44:16","modified_gmt":"2020-12-13T14:44:16","slug":"minggu-13-desember-2020-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=22455","title":{"rendered":"Minggu, 13 Desember 2020"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Yohanes 1:6-8.19-28<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cDi tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Datanglah seorang yang diutus Allah namanya Yohanes. Ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Yohanes sendiri bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus kepadanya beberapa imam dan orang-orang Lewi untuk menanyakan kepadanya, \u201cSiapakah Engkau?\u201d Yohanes mengaku dan tidak berdusta, katanya, \u201cAku bukan Mesias!\u201d Lalu mereka bertanya kepadanya, \u201cKalau begitu, siapakah engkau? Elia?\u201d Yohanes menjawab, \u201cBukan!\u201d Engkaukah nabi yang akan datang?\u201d Ia pun menjawab, \u201cBukan!\u201d Maka kata mereka kepadanya, \u201cSiapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?\u201d Jawab Yohanes, \u201cAkulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan, seperti yang telah dikatakan Nabi Yesaya. Di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya kepada Yohanes, \u201cMengapa engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?\u201d Yohanes menjawab kepada mereka, \u201cAku membaptis dengan air, tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia yang datang kemudian daripada aku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.\u201d Hal itu terjadi di Betania yang di seberang Sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis orang.<\/h4>\n\n\n\n<p>Link Audio http:\/\/katolikindonesia.com\/2020\/12\/13\/minggu-13-desember-2020-24\/<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/?powerpress_pinw=32839-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BACAAN INJIL: Yohanes 1:6-8.19-28 \u201cDi tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal.\u201d Datanglah seorang yang diutus Allah namanya Yohanes. Ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang, supaya oleh dia semua orang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-22455","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22455","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22455"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22455\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22456,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22455\/revisions\/22456"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22455"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22455"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22455"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}