{"id":22182,"date":"2020-11-19T20:21:19","date_gmt":"2020-11-19T13:21:19","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=22182"},"modified":"2020-11-19T20:21:25","modified_gmt":"2020-11-19T13:21:25","slug":"katekese-kristus-raja-semesta-alam-rm-albertus-herwanta-o-carm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=22182","title":{"rendered":"KATEKESE: KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM (Rm. Albertus Herwanta, O. Carm)"},"content":{"rendered":"\n<p>KRISTUS, RAJA SEMESTA ALAM<br>Gereja merespon dunia dan situasinya berdasarkan imannya. Respon itu pertama-tama bersifat spiritual dan moral. Bukan tanggapan politis-ekonomis praktis jangka pendek yang dangkal.<br>Ensiklik Paus Pius XI Quas Primas (\u201cYang Paling Utama\u201d) tahun 1925 tentang Kristus, Raja Semesta Alam adalah contoh respon itu. Gereja menegaskan kembali bahwa Kristus itu Raja Semesta Alam tatkala panggung dunia diwarnai tumbuhnya nasionalisme, sekularisme dan merosotnya pengaruh kerajaan-kerajaan.<br>Pelbagai ideologi muncul, menawarkan solusi atas persoalan-persoalan sosial, politik dan ekonomi. Bukan jalan keluar bagi dunia yang lebih baik, hasilnya. Sebaliknya, perpecahan di mana-mana. Nasionalisme melahirkan loyalitas sempit dan memunculkan konflik dan perang antar negara. Bahkan perang dunia. Sekularisme mengurung agama dalam ruang privat dan menjauhkannya dari ruang publik. Allah dibatasi di rumah ibadah; di dunia sehari-hari tidak perlu berkiprah.<br>Ideologi-ideologi menciptakan sistem politik dan ekonomi yang berkonflik satu sama lain demi mempertahankan diri, sekaligus rapuh dan gagal menyelamatkan dunia. Manusia memang makhluk terbatas. Demikian pula pemikiran dan karyanya. Para pemimpin yang mereka pilih pun tidak sanggup mewujudkan kesejahteraan dan keselamatan masyarakat.<br>Kondisi itu bisa mengancam iman Katolik, khususnya tentang Kristus. Mengira bahwa Kristus pun akan berakhir. Karena itu, Gereja menegaskan tentang Kristus. Menarik bahwa yang dinyatakan sebagai Raja Semesta Alam adalah Kristus; bukan Yesus. Orang Katolik perlu membedakan, tanpa memisahkan, antara Yesus dan Kristus. Yesus adalah Kristus yang menjadi manusia dan hadir di dunia selama kurang lebih 33 tahun. Sedangkan Kristus adalah Logos yang oleh-Nya segala sesuatu dijadikan (Yoh 1:3)\u2026.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber Indonesian Carmelites<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KRISTUS, RAJA SEMESTA ALAMGereja merespon dunia dan situasinya berdasarkan imannya. Respon itu pertama-tama bersifat spiritual dan moral. Bukan tanggapan politis-ekonomis praktis jangka pendek yang dangkal.Ensiklik Paus Pius XI Quas Primas (\u201cYang Paling Utama\u201d) tahun&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14137,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-22182","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-kateketik","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/lilin_dan_salib-min.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22182","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22182"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22182\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22183,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22182\/revisions\/22183"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14137"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22182"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22182"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22182"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}