{"id":22168,"date":"2020-11-17T23:34:41","date_gmt":"2020-11-17T16:34:41","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=22168"},"modified":"2020-11-17T23:34:43","modified_gmt":"2020-11-17T16:34:43","slug":"rabu-18-november-2020","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=22168","title":{"rendered":"Rabu, 18 November 2020"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Wahyu 4:11&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sudah sewajarnyalah, ya Tuhan dan Allah kami, Engkau menerima puji-pujian, hormat dan kuasa. Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu dan karena kehendak-Mu semua yang ada dijadikan<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Rasul Yohanes dengan gambaran apokaliptis menunjukkan bahwa seluruh ciptaan berada di bawah kekuasaan Allah, dan bagaimana seluruh ciptaan bersyukur kepada Tuhan karena telah diciptakan Nya. Dalam hal ini kita diperkenankan ikut bekerja sama. Masing masing kita mendapat bakat dan kesempatan agar dunia menjadi serupa dengan surga.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa kekal dan kuasa, perkenankan kami memelihara dan memperkembangkan segala sesuatu yang diserahkan kepada kami. Semoga kami dapat ikut serta melaraskan ciptaan-Mu menjadi madah pujian bagi nama-Mu yang kudus dan setia. Demi Yesus Kristus Putra-Mu..<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Kitab Wahyu 4:1-11<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cKuduslah Tuhan Allah yang mahakudus, yang selalu ada, dulu, kini, dan kelak.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Aku, Yohanes, melihat: Sungguh, sebuah pintu terbuka di surga dan suara yang dahulu pernah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya, \u201cNaiklah kemari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.\u201d Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta berdiri di surga, dan di atas takhta itu duduklah Seseorang. Dan Dia yang duduk di atas takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis. Dan suatu pelangi melingkungi takhta itu, gilang gemilang, bagaikan zamrud rupanya. Di sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di atasnya duduk dua puluh empat tua-tua yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka. Dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu. Itulah ketujuh Roh Allah. Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; Di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata di sebelah muka dan di sebelah belakang. Adapun makhluk yang pertama seperti singa, makhluk yang kedua seperti anak lembu, makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, sedang makhluk yang keempat seperti burung nasar yang sedang terbang. Keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan tanpa henti-hentinya mereka berseru siang dan malam, \u201cKudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah yang mahakuasa, yang selalu ada, dulu, kini dan kelak.\u201d Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan pujian, dan hormat, dan ucapan syukur kepada Dia yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya, maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata, \u201cYa Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian, hormat dan kuasa. Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu. Dan karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 150:1-2.3-4.5-6<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em>&nbsp;<em>Kudus, kudus, kuduslah Tuhan, Allah yang Mahakuasa.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat! Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya! Pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!<\/li><li>Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi! Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling!<\/li><li>&nbsp;Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang! Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya, alleluya.<\/em><br>S :<em>&nbsp;Aku telah menetapkan kalian supaya kalian pergi dan menghasilkan buah yang takkan binasa, sabda Tuhan.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Lukas 19:11-28<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cMengapa uangku tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang?\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada waktu Yesus sudah dekat Yerusalem, orang menyangka bahwa Kerajaan Allah akan segera nampak. Maka Yesus berkata, \u201cAda seorang bangsawan berangkat ke negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja. Sesudah itu baru ia akan kembali. Maka ia memanggil sepuluh orang hambanya, dan memberi mereka sepuluh mina, katanya, \u2018Pakailah ini untuk berdagang sampai aku kembali\u2019. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan, \u2018Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami\u2019. Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing. Yang pertama datang dan berkata, \u2018Tuan, mina Tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina\u2019. Katanya kepada hamba itu, \u2018Baik sekali perbuatanmu itu hai hamba yang baik. Engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota\u2019. Datanglah yang kedua dan berkata, \u2018Tuan, mina Tuan telah menghasilkan lima mina\u2019. Katanya kepada orang kedua itu, \u2018Dan engkau, kuasailah lima kota\u2019. Dan hamba yang ketiga datang dan berkata, \u2018Tuan, inilah mina Tuan, aku telah menyimpannya dalam saputangan. Sebab aku takut akan Tuan, karena Tuan adalah manusia yang keras. Tuan mengambil apa yang tidak pernah Tuan taruh, dan Tuan menuai apa yang tidak Tuan tabur\u2019. Kata bangsawan itu, \u2018Hai hamba yang jahat! Aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu, aku ini orang yang keras. Aku mengambil apa yang tidak pernah kutaruh dan menuai apa yang tidak kutabur. Jika demikian mengapa uangku tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya\u2019. Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ, \u2018Ambillah mina yang satu itu dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu\u2019. Kata mereka kepadanya, \u2018Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina\u2019. Ia menjawab, \u2018Aku berkata kepadamu, setiap orang yang mempunyai, ia akan diberi; tetapi siapa yang tidak mempunyai, daripadanya akan diambil juga apa yang ada padanya. Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka kemari dan bunuhlah mereka di depan mataku\u2019.\u201d Setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. YAM Fridho Mulya SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Vivat Cor Jesu. Per Cor Mariae<\/em>. Hidup Hati Yesus dalam hati Bunda Maria.<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Jumpa dengan saya, Romo Y.A.M Fridho Mulya SCJ dari Komunitas Dehon Metro Lampung, dalam RESI, Renungan Singkat, Rabu, 18 November 2020. Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bacaan Injil ini panjang. Mirip dengan bacaan hari Minggu kemarin tentang talenta. Disini Tuhan Yesus membicarakan tentang datangnya Kerajaan Allah yang dilukiskan dengan \u201cseorang bangsawan berangkat ke negeri yang jauh&nbsp;&nbsp;untuk dinobatkan menjadi raja. Sesudah itu baru ia akan kembali, ia memanggil sepuluh orang hambanya,&nbsp;&nbsp;dan memberikan mereka sepuluh mina yang harus dipakai untuk berdagang sampai aku kembali.\u2019<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dari perumpamaan ini, Tuhan Yesus memberikan modal \u2013 kesempatan untuk meraih keberhasilan \u2013 kebahagiaan hidup. Kesempatan itu Tuhan berikan seluas-luasnya, manusia bebas memilih mau atau tidak mau.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam refleksi, saya meringkas dengan singkatan&nbsp;<strong>DIPASU3B<\/strong>. Saya uraikan demikian:<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dipa = dipercaya<\/strong>. Tuhan memberikan kepercayaan kepada setiap manusia (kita) memegang \u2018mina\u2019 modal hidup, iman, kesempatan mewartakan Injil sesuai kemampuan kita.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>S = Setia<\/strong>. Setia, tekun, taat dan sungguh-sungguh dalam merawat \u2018mina\u2019 penuh hormat kepada tuan (Tuhan) yang memberi, berpikir positif penuh kegembiraan karena diberi kepercayaan pegang modal hidup.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>U = Usaha<\/strong>. Modal iman yang diterima, dirawat bukan untuk disimpan dalam sapu tangan, tetapi dikembangkan dengan penuh gairah, semangat untuk berhasil.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>B = seBaik-baiknya<\/strong>. Usahanya itu dilakukan dengan serius, dengan sebaik-baiknya, tak kenal lelah, rintangan \u2013 halangan tidak menyurutkan usaha. Melakukan semuanya dengan hati gembira, tidak bersungut-sungut, dengan semboyan \u201caku pasti bisa\u201d.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>B = Berhasil<\/strong>. Karena setia dalam usaha, dilakukan dengan sebaik-baiknya. Maka berhasil. Hasilnya adalah \u2018mina\u2019 modal hidup itu, iman itu berkembang berlipat-lipat, ada yang jadi sepuluh ada yang jadi lima.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>B = Bahagia<\/strong>. Ketika keberhasilan itu dilaporkan kepada Tuan (Tuhan), Tuhan memuji dan menganugerahkan kebahagiaan. Diungkap dengan kata-kata ini \u2018Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik. Engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.\u2019 Dan kepada orang kedua itu,&nbsp;&nbsp;\u2018Dan engkau, kuasailah lima kota.\u2019&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Cita-cita hidup manusia itu adalah KEBAHAGIAAN. Bahagia untuk diri sendiri, juga untuk sesama. Bahagia di dunia ini, juga bahagia di sorga sana. DIPASU3B, bisa memberi inspirasi. \u2018mina yang dipercayakan kepada kita itu macam-macam: bakat-bakat, penggilan hidup berkeluarga, panggilan hidup membiara, sebagai imam, bruder, suster yau panggilan dalam kerja. Dll. \u2018Mina jangan disimpan dan dipendam, akibatnya tahu sendiri kan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ini saja RESInya, ya. Dalam Hati Yesus kita bisa DIPASU3B. Mentimun dalam bakul, pantun menyusul. Tuhan memberkati. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa kami sumber segala harapan lewat anggur roti ini kami bersyukur kepada Dia, yang dengan setia telah melaksanakan kehendak-Mu serta memberikan harapan kepada kami semua. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013&nbsp; Mazmur 150:1-2<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Allah dalam cakrawala Nya yang kuat! Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya! Pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PENUTUP<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa kam\u0131 di surga, kam\u0131 bersyukur, atas segala anugerah yang telah kami terima dari pada-Mu. Namun, kami mohon semoga segala yang ada pada kami, kepandaian dan ketrampilan kami, dapat kami gunakan untuk melayani sesama, agar mereka dapat menemukan kebahagiaan yang didambakan. Demi Kistus\u2026&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<p>Link Audio http:\/\/katolikindonesia.com\/2020\/11\/17\/rabu-18-november-2020\/<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/?powerpress_pinw=30756-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Wahyu 4:11&nbsp; Sudah sewajarnyalah, ya Tuhan dan Allah kami, Engkau menerima puji-pujian, hormat dan kuasa. Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu dan karena kehendak-Mu semua yang ada dijadikan PENGANTAR Rasul Yohanes&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-22168","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22168","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22168"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22168\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22169,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22168\/revisions\/22169"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22168"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22168"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22168"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}