{"id":21608,"date":"2020-10-03T13:14:29","date_gmt":"2020-10-03T06:14:29","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=21608"},"modified":"2020-10-03T13:14:31","modified_gmt":"2020-10-03T06:14:31","slug":"nyala-api-cinta-titel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=21608","title":{"rendered":"NYALA API CINTA: &#8220;TITEL&#8221;"},"content":{"rendered":"\n<p>TITEL<br>Dari zaman dahulu hingga kini ada orang yang memiliki dan memakai titel. Ada titel yang diperoleh lewat perjuangan seperti titel akademis dan ada yang berupa pemberian atau warisan. Gelar ratu dalam kraton, misalnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Agama mengenal titel juga. Misalnya, ahli Taurat dan orang Farisi yang menduduki kursi Musa (Mat 23: 2). Kedudukan itu kadang membuat mereka tergelincir. Memakai posisinya untuk mencari keuntungan pribadi, baik dalam bentuk jasmani maupun rohani. Meninggikan diri, mencari pujian dan sebutan Rabi. Itulah yang dikritik oleh Sang Guru Kehidupan (Mat 23: 5-7).<\/p>\n\n\n\n<p>Dia mengajar para murid-Nya supaya menjauhi mentalitas itu. Apalagi meninggikan diri dengan menggunakan fasilitas agama. Sang Guru bersabda, &#8220;Barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan&#8221; (Mat 23: 12).<\/p>\n\n\n\n<p>Ada pribadi yang diangkat sangat tinggi, karena dia telah merendahkan dirinya. Bahkan diberi titel sangat tinggi; bukan karena menempuh pendidikan akademis atau melalui warisan. Dia memperolehnya melalui sikap merendahkan diri sebagai hamba yang amat taat kepada kehendak Allah, tuannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak menyatakan kesanggupannya di hadapan Allah, hidupnya sungguh dihabiskan untuk melaksanakan rencana-Nya, menyelamatkan manusia. Layak, bersama Sang Juruselamat yang dikandung, dilahirkan dan didampinginya hingga wafat, dia diangkat ke tempat yang amat tinggi. Digelari ratu. Gelar sangat istimewa dan satu-satunya bagi wanita yang pernah lahir di dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai ratu yang melampaui semua ratu yang pernah ada, dia tidak menjauh dari manusia. Sebaliknya, dia selalu memerhatikan mereka, terutama yang karena dosa-dosanya terancam kehilangan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Berkat doa dan bantuannya, ada demikian banyak orang diselamatkan. Sebagian lewat mukjizat. Karena itu, dia bukan ratu sembarang ratu. Bukan hanya ratu di dunia, tetapi juga ratu di surga.<\/p>\n\n\n\n<p>Ternyata, siapapun dapat memperoleh titel, meski tidak menempuh pendidikan dan bukan pula keluarga bangsawan. Seperti sang ratu di atas, melalui sikap rendah hati dan taat kepada kehendak Allah, orang bisa mendapat titel &#8220;yang ditinggikan&#8221;. Bukan oleh manusia, tetapi oleh Allah. Luar biasa!<\/p>\n\n\n\n<p>Malang, 22 Agustus 2020<br>PW Santa Perawan Maria, Ratu<br>RP Albertus Herwanta, O. Carm.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber Indonesian Carmelites<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TITELDari zaman dahulu hingga kini ada orang yang memiliki dan memakai titel. Ada titel yang diperoleh lewat perjuangan seperti titel akademis dan ada yang berupa pemberian atau warisan. Gelar ratu dalam kraton, misalnya. Agama&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-21608","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-kateketik","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21608","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21608"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21608\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21609,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21608\/revisions\/21609"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21608"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21608"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21608"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}