{"id":21390,"date":"2020-09-17T21:38:17","date_gmt":"2020-09-17T14:38:17","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=21390"},"modified":"2020-09-17T21:38:19","modified_gmt":"2020-09-17T14:38:19","slug":"today-17-september-2020-terserah-tuan-baca-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=21390","title":{"rendered":"TODAY, 17 September 2020: TERSERAH TUAN (BACA: TUHAN)"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>&#8212;- Matius 20:15<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Membaca perikop ini, dari Matius 20:1-16.<\/p>\n\n\n\n<p>Bersama Kelompok Sel&nbsp;<strong>Ladies Prayer<\/strong>&nbsp;di Singapura sore ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Saya mendapati ketertarikan pada ayat ke-15.<\/p>\n\n\n\n<p>Terutama pada bagian:&nbsp;<strong>iri hatikah engkau, karena aku murah hati?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Seringnya kita menuntut keadilan Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda tidak, anggaplah diri saya yang pernah berlaku demikian.<\/p>\n\n\n\n<p>Saya mempertanyakan dulu:<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Tuhan sungguh adil, mengapa begini, mengapa begitu?<\/p>\n\n\n\n<p>Mengapa orang baik tertimpa masalah berat?<br>Sementara yang menjahatinya hidup makmur dan bahagia?<\/p>\n\n\n\n<p>Setidaknya pada saat titik di mana saya memperhatikan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak pertanyaan yang pernah masuk ke pikiran.<\/p>\n\n\n\n<p>Juga ada di hati\u2026.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun pada akhirnya, saya diberi pengertian saat kursus Alkitab di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahwa Tuhan memberikan sinar matahari kepada setiap insan.<\/p>\n\n\n\n<p>Juga memberikan udara segar yang DIA sediakan bagi semua orang.<\/p>\n\n\n\n<p>Tuhan Mahaadil.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu\u2026.<\/p>\n\n\n\n<p>Baik versus buruk itu menurut siapa?<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut saya dia jahat, tapi bisa jadi dia baik di mata orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Begitupun saat saya pikir saya baik, tapi ternyata ada orang yang menganggap saya tidak sebaik yang saya pikir.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika kita sudah diberi bagian.<\/p>\n\n\n\n<p>Sang Tuan pada perikop ini TIDAK &nbsp;berlaku tidak adil.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedinar sehari tetap dia berikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tetapi, saat dia memberikan orang yang terakhir yang datang sama dengan kita yang sudah bekerja keras.<br>Mungkin kita tidak suka.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu menganggap Tuan tersebut tidak adil.<\/p>\n\n\n\n<p>Keadilan Tuan dalam perikop ini (baca: Tuhan) selalu berlandaskan kemurah-hatian.<\/p>\n\n\n\n<p>Juga belas kasih.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan belas kasih-Nya bisa menembusi hati setiap orang yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita yang tidak mengerti gambaran lengkap yang dilihat-Nya\u2026.<\/p>\n\n\n\n<p>Mampukah kita berkata?<\/p>\n\n\n\n<p><strong>\u201cTerserah Tuan (baca: Tuhan) karena DIA yang paling tahu apa yang dibutuhkan oleh setiap umat-Nya.\u201d<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>DIALAH Tuhan dan bukan kita.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Semoga kita ingat akan hal ini dan menjadi perenungan kita bersama.<\/p>\n\n\n\n<p>Amin.<\/p>\n\n\n\n<p>(-fon-)\/Fonny Jodikin<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?&nbsp;<a rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\" href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/verse.php?book=Mat&amp;chapter=20&amp;verse=14\">20:14<\/a>&nbsp;Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>&#8212; Matius 20:13-14<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Penulis Fonny Jodikin (fjodikin@gmail.com)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? &#8212;- Matius 20:15 Membaca perikop ini, dari Matius 20:1-16. Bersama Kelompok Sel&nbsp;Ladies Prayer&nbsp;di Singapura sore ini. Saya mendapati&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14112,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-21390","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/sibori-min-e1525758898955.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21390","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21390"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21390\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21391,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21390\/revisions\/21391"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14112"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21390"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21390"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21390"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}