{"id":21388,"date":"2020-09-16T21:38:43","date_gmt":"2020-09-16T14:38:43","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=21388"},"modified":"2020-09-16T21:38:45","modified_gmt":"2020-09-16T14:38:45","slug":"kamis-17-september-2020-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=21388","title":{"rendered":"Kamis, 17 September 2020"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mzm 118:28<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allahkulah Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meluhurkan Dikau.\\<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Orang yang mengalami banyak diampuni, dapat lebih memahami sesama. Memaafkan, mengampuni itu sulit, namun memperoleh pengampunan dan menyadari kesalahan lebih sukar. Sebab mengandaikan kerendahan hati dan kesadaran akan kelemahan. Hal itu menuntut iman terhadap orang yang diharapkan berkenan mengampuni. Pada Kristus kita selalu aman. Ia mengampuni begitu banyak, karena begitu besar cinta kasih-Nya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa kami, sumber cahaya sejati, bagaimana kami dapat hidup, kalau tidak Kauberi kekuatan dengan perantaraan Yesus, cahaya hidup kami? Kami mohon, semoga kami dapat semakin memahamiKitab Suci dan mengalami belas kasih-Mu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ..<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: I Korintus 15:1-11<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cBegitulah kami mengajar dan begitu pulalah kamu mengimani.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudara, aku mau mengingatkan kalian akan Injil yang sudah kuwartakan kepadamu dan sudah kalian terima, dan yang di dalamnya kalian teguh berdiri. Oleh Injil itu kalian diselamatkan, asal kalian berpegang teguh padanya sebagaimana kuwartakan kepadamu; kecuali kalau kalian sia-sia saja menjadi percaya. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah wafat karena dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Ia telah dimakamkan, dan pada hari yang ketiga telah dibangkitkan, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya sudah meninggal dunia. Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, lalu kepada semua rasul. Dan yang paling akhir Ia menampakkan diri juga kepadaku, seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya. Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul dan tak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya jemaat Allah. Tetapi berkat kasih karunia Allah, aku menjadi sebagaimana aku sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidaklah sia-sia. Sebaliknya aku telah bekerja lebih keras daripada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. Sebab itu entah aku, entah mereka, begitulah kami mengajar, dan begitu pulalah kalian mengimani.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 118:1-2.16ab-17.28<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref<em>. Bersyukurlah kepada Tuhan, karna baiklah Dia!<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya. Biarlah Israel berkata, \u201cKekal abadi kasih setia-Nya!\u201d<\/li><li>Tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan, tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan! Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan!<\/li><li>Allahkulah Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Dikau.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U:<em>&nbsp;Alleluya<\/em><br>S:&nbsp;<em>Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Lukas 7:36-50<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cDosanya yang banyak telah diampuni, karena ia telah banyak berbuat kasih.\u201d<\/strong><\/em><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada suatu ketika seorang Farisi mengundang Yesus makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. Di kota itu ada seorang wanita yang terkenal sebagai orang berdosa. Ketika mendengar bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya dengan air matanya, dan menyekanya dengan rambutnya. Kemudian ia mencium kaki Yesus dan meminyakinya dengan minyak wangi. Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hati, \u201cSeandainya Dia ini nabi, mestinya Ia tahu, siapakah dan orang apakah wanita yang menjamah-Nya ini; mestinya Ia tahu, bahwa wanita ini adalah orang yang berdosa.\u201d Lalu Yesus berkata kepadaorang Farisi itu, \u201cSimon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu.\u201d Sahut Simon, \u201cKatakanlah, Guru.\u201d Ada dua orang yang berutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. Karena mereka tidak sanggup membayar, maka utang kedua orang itu dihapuskannya. Siapakah di antara mereka akan lebih mengasihi dia?\u201d Jawab Simon, \u201cAku sangka, yang mendapat penghapusan utang lebih banyak!\u201d Kata Yesus kepadanya, \u201cBetul pendapatmu itu!\u201d Dan sambil berpaling kepada wanita itu, Yesus berkata kepada Simon, \u201cEngkau melihat wanita ini? Aku masuk ke dalam rumahmu, namun engkau tidak memberi Aku air untuk membasuh kaki-Ku; tetapi wanita ini membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk, ia tiada henti-hentinya menciumi kaki-Ku. Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. Sebab itu Aku berkata kepadamu, \u2018Dosanya yang banyak itu telah diampuni, karena ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit pula ia berbuat kasih!\u201d Lalu Yesus berkata kepada wanita itu, \u201cDosamu telah diampuni.\u201d Orang-orang yang makan bersama Yesus berpikir dalam hati, \u201cSiapakah Dia ini, maka Ia dapat mengampuni dosa?\u201d Tetapi Yesus berkata kepada wanita itu, \u201cImanmu telah menyelamatkan dikau. Pergilah dengan selamat!\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Markus Triyono SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesu, Per Cor Mariae.&nbsp;Hiduplah Hati Yesus, melalui Hati Maria.<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bapak ibu dan saudara saudari sahabat renungan singkat Dehonian yang diberkati Tuhan,&nbsp;Marilah kita mengambil waktu sejenak untuk hening merenungkan Injil yang baru saja kita&nbsp;dengarkan. Injil pada hari ini berbicara apa untuk kita dan pesan apa yang dapat kita petik untuk&nbsp;iman dan hidup kita.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bapak, Ibu, dan Saudara saudari sahabat renungan singkat dehonian yang diberkati&nbsp;Tuhan, ketika saya mencoba merenungkan bacaan Injil yang diambil dari Injil Yesus Kristus&nbsp;menurut Lukas inti pesannya adalah kehadiran Yesus membawa perubahan dalam hidup&nbsp;(seseorang) manusia. Mengapa saya menyimpulkan demikian. Mari kita cermati bacaan Injil&nbsp;tersebut.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pertama-tama dalam ayat 36 dikatakan bahwa Yesus diundang untuk makan di rumah&nbsp;orang farisi, lalu Yesus datang dan duduk makan. Pertanyaannya dalam konteks perikopa ini&nbsp;siapakah orang farisi yang mengundang Yesus tersebut? Setelah saya mencermati dan mencari di&nbsp;dalam buku tafsir Kitab Suci Perjanjian Baru, orang farisi yang mengundang Yesus adalah&nbsp;Simon. Siapakah Simon? Dari Kitab Suci kita tahu siapakah Simon, dia adalah seorang dari&nbsp;kaum farisi dan orang yang kaya. Kita tahu bahwa Yesus berpihak kepada orang-orang kecil,&nbsp;tersingkir, orang sakit, para pendosa. Tetapi Yesus juga terbuka kepada setiap orang yang mau&nbsp;menerimanya. Dan terbukti bahwa Yesus juga mau diundang makan dirumah orang kaya.&nbsp;Dengan mengundang Yesus untuk makan di rumahnya, tentu Simon mulai terbuka hatinya untuk&nbsp;menerima kehadiran Yesus dan bahkan menyebut Yesus adalah Guru (dalam ayat 40).<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yang kedua, kehadiran Yesus mencuri perhatian seorang wanita yang dikenal di kota&nbsp;tersebut sebagai wanita pendosa (menurut penafsiran, wanita tersebut bernama Maria&nbsp;Magdalena). Maka perempuan tersebut datang juga ke rumah Simon untk berjumpa dengan&nbsp;Yesus. Si wanita tersebut tidak berkata apa-apa tetapi menangis di kaki Yesus. Dikatakan di sana&nbsp;bahwa wanita tersebut menyeka kaki Yesus menggunakan rambutnya yg basah karena air mata,&nbsp;menciumi kaki-Nya dan meninyaki kaki-Nya dengan minyak wangi. Ada 3 simbul yang&nbsp;diperbuat wanita tersebut: air mata simbul penyesalan, rambut bagi wanita adalah simbul&nbsp;mahkota (kehormatan) dan minyak menyibulkan penghormatan pengurapan terhadap seseorang.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bapak, Ibu, dan Saudara saudari sahabat renungan singkat dehonian yang diberkati&nbsp;Tuhan, tentu wanita pendosa tersebut sangat mengenal siapa Yesus. Sehingga dia datang kepada&nbsp;Yesus, sebagai ungkapan penyesalannya akan dosa yang telah diperbuatnya, perempuan itu&nbsp;merendahkan diri di kaki Yesus. Bahkan tidak segan-segan mengusap kaki Yesus dengan&nbsp;rambutnya dan meminyaki kaki Yesus menggunakan minyak. Dan minyak yang digunakan&nbsp;adalah minyak narwastu konon minyak tersebut sangat mahal harganya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Karena Yesus melihat kesungguhan penyesalan wanita tersebut maka dalam ayat ke 48: \u201cdosamu&nbsp;telah diampuni.\u201d Dan dilanjutkan dalam ayat 50: \u201cimanmu telah menyelamatkan engkau,&nbsp;pergilah dengan selamat.\u201d Dan setelah peristiwa perjuampaan tersebut wanita itu merubah&nbsp;hidupnya dan menjadi salah satu pengikut Yesus.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bapak, Ibu, dan Saudara saudari sahabat renungan singkat dehonian yang diberkati&nbsp;Tuhan, belajar dari kedua tokoh yang ada dalam perikopa tersebut, yaitu Simon dan wanita&nbsp;pendosa, ketika kita mau membuka hati dan mau datang atau menghadirkan Yesus maka Yesus&nbsp;juga mau berkarya di dalam diri kita. Sehingga kehadiran Yesus mempu merubah hidup kita (merubah cara berfikir, cara bertindak, bersikap, dll). Marilah disaat sekarang ini kita menerima&nbsp;Yesus dengan mau mendengarkan sabda-sabda-Nya melalui Kitab Suci, menerima Yesus dalam&nbsp;Ekaristi dan lain-lain. Maka dari itu, Gereja menyediakan bulan September ini sebagai bulan&nbsp;Kitab Suci, dengan tujuan agar kita semakin mencintai kitan Suci. Dengan mencintai Kitab Suci&nbsp;berarti juga mencintai Yesus dan melaksanakan ajaran-ajaran-Nya. St. Hieronimus mengatakan:&nbsp;bila kita tidak pernah membaca Kitab Suci maka kita tidak mengenal Yesus Kristus.&nbsp;Semoga Tuhan memberkati Kita semua\u2026. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa maharahim, di depan altar ini berkenanlah mengampuni dosa-dosa kami demi Dia yang telah memanggul beban kami guna menebus kami, ialah Kristus, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013&nbsp;<\/strong><strong>Lukas 7:50<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yesus bersabda kepada wanita itu, \u2018Imanmu telah menyelamatkan dikau, pergilah dengan damai.\u2019<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PENUTUP<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Marilah berdoa: Allah Bapa maharahim, kami bersyukur atas belas kasih-Mu,\u00a0 yang telah menghidupkan harapan baru di dalam hati. Kami mohon, ajarilah kami menaruh cinta kasih kepada siapa pun yang kami jumpai. Demi Kristus, .<\/p>\n\n\n\n<p>Link Audio http:\/\/katolikindonesia.com\/2020\/09\/16\/kamis-17-september-2020\/<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/?powerpress_pinw=25161-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mzm 118:28 Allahkulah Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meluhurkan Dikau.\\ PENGANTAR Orang yang mengalami banyak diampuni, dapat lebih memahami sesama. Memaafkan, mengampuni itu sulit, namun memperoleh pengampunan dan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-21388","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21388","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21388"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21388\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21389,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21388\/revisions\/21389"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21388"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21388"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21388"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}