{"id":21335,"date":"2020-09-13T14:52:03","date_gmt":"2020-09-13T07:52:03","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=21335"},"modified":"2020-09-13T14:52:05","modified_gmt":"2020-09-13T07:52:05","slug":"engkau-raya-di-tengah-bencana-sajak-paskah-di-tengah-wabah-rm-andreas-dedy-purnawan-o-carm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=21335","title":{"rendered":"Engkau Raya di tengah Bencana &#8211; Sajak Paskah di tengah Wabah (Rm.Andreas Dedy Purnawan, O.Carm)"},"content":{"rendered":"\n<p>ENGKAU RAYA DI TENGAH BENCANA<br>(Rm. Andreas Dedy Purnawan, O.Carm)<\/p>\n\n\n\n<p>Menyusuri hari-hari belakangan ini,<br>antara sengsara, wafat dan kebangkitan-Mu,<br>antara ranting hijau dan batu-batu Yerusalem:<br>palang kayu kasar dan paku-paku,<br>Ingin menemukan-Mu antara kosong kubur, gulungan kafan<br>dan balik masa tiba-tiba kabur,<br>desau panik s\u2018bab hingar kabar tak menentu,<br>pusaran situasi yang marut dan mengurung,<br>Timbusan mengepung angin wabah dan bencana,<br>Di keliling orang-orang rebah terjangkit,<br>sekarat dan penguburan diam-diam\u2026<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun ancaman-ancaman,<br>Perlindungan atau kemalangan yang diukur dalam angka<br>Update statistik makin menanjak dan prediksi-prediksi,<br>Derasnya arus laporan-laporan, petunjuk peringatan dan ancaman pembubaran,<br>antara resesi, depresi dan fantome tragedi\u2026<br>Entah apa yang menampi jaman ini, entah sampai kapan semua kembali\u2026<br>Adapun kebangkitan-Mu kini,<br>Ditandai bait-bait-Mu yang sepi,<br>peringatan sederhana, terbatas dan minim dekorasi<br>tanpa panjang prosesi, merdunya lagu atau homili yang membakar hati.<br>Tiada jabat erat, pesta dan gelak canda,<br>Tanpa akhir kerut resah merenggangkan diri,<br>Terbungkus dengan masker, disinfectant dan tangan dicuci.<br>Dan berapa banyak yang tak peduli,<br>Menghibur diri dan berusaha mengendorkan lilitan kendali\u2026<br>Di dunia situasi carut prahara ini Tuhan, Engkau dicari,<br>Engkau dimohon, diiba dan diperingati,<br>Engkau dimuliakan dalam tayangan,<br>Disimak di media-media<br>Disajikan dalam video-video online<br>Ditangisi haru di celah-celah<br>live streaming, signal smart-phone, laptop dan televisi\u2026<br>Tuhan,<br>Sudahkah Engkau telah bangkit?<br>Di mana kemenangan-Mu atas sakit, dosa dan maut?<br>Masihkah Engkau Raya di hari-hari sunyi perayaan-Mu?<br>Atau, mungkinkah gereja-gereja<br>telah serupa kubur kebangkitan-Mu yang kosong ?<br>Dijaga malaikat-malaikat yang tajam menghardik kekebalan hati<br>menunjuk jalan menemukan-Mu : \u201cagar kami kembali ke rumah Galilea kami<br>mencintai orang-orang yang telah Kau percayakan\u2019<br>namun acap kami lupakan :<br>makan, bercanda, mengelus kepala, atau sekedar senyuman,<br>bekerja dekat dan bercakap erat dalam satu-satunya gereja paling bernilai hidup ini\u2026\u201d<br>Seperti Engkau telah dikuburkan diam-diam ketika<br>kami belum sanggup percaya kematian-Mu,<br>Secara rahasia Kau telah kembali<br>dan tinggal di rumah gelisah kami,<br>saat tak seorang pun sanggup<br>menghibur cemas dukacita yang dasyat melingkung ini\u2026<br>Maka,<br>ajarlah kami sekali lagi, mencarimu di waktu fajar<br>di serpih-serpih takut, resah dan pikiran tak menentu<br>yang selalu menghantui kehidupan kami,<br>Dan ciptakanlah lagi :<br>kepekaan hati \u201cmerawat taman menanti dengan diam<br>mekarnya kuncup-kuncup bunga, yang kan gugur layu dan berganti.\u201d<br>suatu kepekaan jiwa: \u201cbahwa sesungguhnya rapuh fanalah hidup kami<br>bila Engkau tak datang menyalakan Alfa dan Omega<br>dari tungku kehidupan yang menyala dari hidup-Mu sendiri\u2026\u201d<br>Datanglah Tuhan di Raya hari-hari-Mu kini, merayalah di tengah prahara ini,<br>agar hirup lagi hanya dan hanya oleh embusan nafas-Mu\u2019<br>agar makin :<br>\u00ab Apa lagi yang perlu dikhawatirkan,<br>sebab tak satu pun yang hilang,<br>ya semuanya dicipta agar terlahir lagi,<br>diberikan untuk diserahkan kembali\u2026 \u00bb<br>Datanglah Tuhan di depan mata kurang percaya ini,<br>Seperti lahapnya telah Engkau santap,<br>ikan goreng yang tersisa sedari kemarin:<br>\u201cAh, (meski tak lama kepergianmu)<br>Cinta-Mu benar-benar membuat jiwa kami demikian merindu\u201d<br>Sebab jika hari-hari telah senja,<br>ruang-waktu yang masih tersisa,<br>masih terlalu banyak bencana, perkara, rapuh rencana,<br>atau tanya tak terurai:<br>\u201cMenginaplah bersama kami di rumah risau ini,<br>setidaknya sejenak singgahlah<br>untuk berbagi nasi dan mencecap kopi\u201d.<br>Agar Alleluia bagi-Mu dapat kami lantunkan,<br>Mata iman kami tengadahkan di serakan bencana,<br>di susuran hidup yang terasa berayun jatuh, makin tenggelam\u2026<br>Alleluia\u2026 Alleluia\u2026 Alleluia<\/p>\n\n\n\n<p>15.04.20<\/p>\n\n\n\n<p>Backsound:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Aikyo. Cajita de musica. Granada. Hang, Bells, Flauta &amp; Chelo<br>https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=iOPRC\u2026<\/li><li>Requiem for a Dream &#8211; BEST COVER VERSION | Bandura &amp; Hang<br>https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=or_Wp\u2026<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Sumber Indonesian Carmelites<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ENGKAU RAYA DI TENGAH BENCANA(Rm. Andreas Dedy Purnawan, O.Carm) Menyusuri hari-hari belakangan ini,antara sengsara, wafat dan kebangkitan-Mu,antara ranting hijau dan batu-batu Yerusalem:palang kayu kasar dan paku-paku,Ingin menemukan-Mu antara kosong kubur, gulungan kafandan balik masa&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14126,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-21335","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-campur-sari","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/gelang_kbki_2018-min.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21335","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21335"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21335\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21336,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21335\/revisions\/21336"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14126"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21335"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21335"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21335"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}