{"id":21276,"date":"2020-09-09T20:54:27","date_gmt":"2020-09-09T13:54:27","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=21276"},"modified":"2020-09-09T21:08:18","modified_gmt":"2020-09-09T14:08:18","slug":"nyala-api-cinta-dewasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=21276","title":{"rendered":"NYALA API CINTA: &#8220;DEWASA&#8221;"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DEWASA<br>Menjadi tua itu keharusan; menjadi dewasa itu pilihan. Yang pertama otomatis terjadi tatkala seseorang telah menjalani hidup berdurasi lama. Sedangkan yang kedua memerlukan usaha keras dan sadar dari seseorang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukan hanya dalam kepribadian orang perlu dewasa; dalam hidup rohani pun demikian. Orang beriman yang belum dewasa mesti diberi makanan dan minuman rohani yang halus. Sang rasul agung menggambarkan mereka itu sebagai manusia duniawi yang masih harus minum susu. Mereka belum mampu mengun\u00fdah dan menelan asupan yang keras.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apa tandanya orang yang secara iman dan rohani belum dewasa alias masih duniawi? &#8220;Sebab jika di antara kalian ada iri hati dan perselisihan, bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kalian masih manusia duniawi dan hidup secara manusiawi?&#8221; (1Kor 3: 3). Demikian sang rasul agung menegur jemaat di Korintus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal yang sama masih terjadi saat ini. Bahwa mereka yang mengaku diri beriman dan pengikut Sang Guru Kehidupan banyak yang sama sekali belum bebas dari kecenderungan manusiawinya. Di antara mereka ada perselisihan yang lahir dari kepentingan diri atau kelompok. Tidak jarang kelompok-kelompok yang berselisih itu bertengkar secara sangat terbuka, sehingga menjadi berita buruk, baik bagi para pengikut Tuhan (jemaat) maupun yang bukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perpecahan menunjukkan bahwa orang belum dewasa dalam iman. Mereka lebih dikuasai mentalitas duniawi yang membuat mereka berebut hal-hal duniawi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menjadi orang beriman dan pengikut jalan Tuhan memang penuh tantangan. Dalam menghadapi itu orang diajak menyadari, betapa pentingnya peranan utama Tuhan. Sebab sehebat apa pun jasa manusia, mereka itu hanya berperan sebagai yang menanam dan menyiram. Yang memberikan pertumbuhan adalah Tuhan (1Kor 3: 6).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Malang, 2 September 2020<br>RP Albertus Herwanta, O. Carm.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber Indonesian Carmelites<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DEWASAMenjadi tua itu keharusan; menjadi dewasa itu pilihan. Yang pertama otomatis terjadi tatkala seseorang telah menjalani hidup berdurasi lama. Sedangkan yang kedua memerlukan usaha keras dan sadar dari seseorang. Bukan hanya dalam kepribadian orang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14122,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-21276","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-kateketik","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/ultah_janji_perkawinan-min-e1525758949184.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21276","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21276"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21276\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21283,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21276\/revisions\/21283"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14122"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21276"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21276"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21276"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}