{"id":21249,"date":"2020-09-07T22:41:28","date_gmt":"2020-09-07T15:41:28","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=21249"},"modified":"2020-09-07T22:41:29","modified_gmt":"2020-09-07T15:41:29","slug":"inspirasi-hidup-batin-selera-humor-sebuah-harta-rohani-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=21249","title":{"rendered":"INSPIRASI HIDUP BATIN: &#8220;Selera Humor&#8221; &#8211; Sebuah Harta Rohani #4"},"content":{"rendered":"\n<p>Kemampuan untuk menikmati humor hanya mampu dilakukan oleh orang yang rendah hati. Orang yang mampu menikmati humor umumnya adalah orang-orang yang mampu mentertawakan dirinya sendiri. Sebagaimana Paus Fransiskus sendiri dalam dokumen &#8220;God is Young&#8221; mengatakan bahwa: hanya orang yang rendah hati dan memiliki cinta kasih bisa menikmati humor. Yesus sendiri oleh Soren Kierkegaard dijuluki sebagai &#8220;Master of Irony&#8221; karena dalam banyak perumpamaan dan jawaban-jawaban-Nya sering membuat orang mati kutu. Sikap Yesus dalam kisah perempuan yang kedapatan berzinah membuat banyak orang, termasuk kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat tidak berkutik dan tersipu malu. Di sini kita bisa belajar bahwa untuk menyampaikan kritik kepada orang lain, sampaikan dengan lelucon, bukan dengan kebencian.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber Indonesian Carmelites<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemampuan untuk menikmati humor hanya mampu dilakukan oleh orang yang rendah hati. Orang yang mampu menikmati humor umumnya adalah orang-orang yang mampu mentertawakan dirinya sendiri. Sebagaimana Paus Fransiskus sendiri dalam dokumen &#8220;God is Young&#8221;&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14126,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-21249","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-kateketik","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/gelang_kbki_2018-min.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21249","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21249"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21249\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21250,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21249\/revisions\/21250"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14126"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21249"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21249"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21249"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}