{"id":21172,"date":"2020-09-02T21:32:18","date_gmt":"2020-09-02T14:32:18","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=21172"},"modified":"2020-09-02T21:32:20","modified_gmt":"2020-09-02T14:32:20","slug":"inspirasi-hidup-batin-psikologi-hidup-batin-2-mendampingi-pribadi-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=21172","title":{"rendered":"INSPIRASI HIDUP BATIN: PSIKOLOGI HIDUP BATIN #2 | Mendampingi Pribadi Manusia"},"content":{"rendered":"\n<p>Pada seri ke-2 Psikologi Hidup Batin kali ini, Rm Yohanes Bosco Djawa mengajak kita mendalami diri manusia secara utuh (holistik). Belajar dari pendekatan Carl Rogers, psikolog humanis (1902 &#8211; 1987), setiap pribadi manusia dari asalnya adalah baik. Hal ini selaras dengan pendekatan kristiani.<br>Karena itu, kita diundang untuk berusaha melihat sisi positif atau kebaikan dari setiap orang. Betapapun ada kekurangan, kerapuhan dan kelemahannya, kita perlu percaya dan optimis kepada setiap pribadi.<br>Agar kita mampu mendampingi dengan bijak pertumbuhan menyeluruh dari orang-orang di sekitar kita, ada tiga komponen dasar yang perlu kita perhatikan:<br>1) Penghargaan tanpa syarat<br>2) Empati (compassion)<br>3) Orisinalitas<br>Dengan mendampingi setiap orang di sekitar kita secara optimis dan dengan kasih perhatian, kiranya akan semakin banyak orang akan bertumbuhkembang menjadi pribadi yang utuh dan sejati.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Tuhan Memberkati&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber Indonesian Carmelites<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada seri ke-2 Psikologi Hidup Batin kali ini, Rm Yohanes Bosco Djawa mengajak kita mendalami diri manusia secara utuh (holistik). Belajar dari pendekatan Carl Rogers, psikolog humanis (1902 &#8211; 1987), setiap pribadi manusia dari&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14163,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-21172","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-kateketik","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/navikula-min.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21172","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21172"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21172\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21173,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21172\/revisions\/21173"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14163"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21172"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21172"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21172"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}