{"id":21077,"date":"2020-08-25T15:35:51","date_gmt":"2020-08-25T08:35:51","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=21077"},"modified":"2020-08-25T15:35:53","modified_gmt":"2020-08-25T08:35:53","slug":"nyala-api-cinta-warning","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=21077","title":{"rendered":"NYALA API CINTA: &#8220;WARNING&#8221;"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;WARNING&#8221;<br>Akhir-akhir ini, ada peringatan serius yang dianggap &#8220;\u00e8nth\u00e8ng&#8221;. Bahwa virus corona bergelar Covid-19 itu berbahaya. Meski sudah memakan banyak korban dan di antaranya adalah para petugas medis, sebagian orang tetap tak menggubris.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut informasi dari salah satu koran &#8220;mainstream&#8221;, jumlah kasus positif naik lagi setelah jalur pantai utara Jawa dibuka. Pelonggaran bisa mengakibatkan pelanggaran. &#8220;New normal&#8221; orang samakan dengan kembali normal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahwa bangga memiliki daya tahan dan sikap optimis itu penting, jelas. Tetapi menyamakan bangga dengan tidak peduli terhadap peringatan menjurus ke kesombongan. Ini mencelakakan. John Maxwell menulis,&#8221;Pride deafens us to the advice or warnings of those around us&#8221; (Kesombongan membuat telinga tuli terhadap nasihat dan peringatan dari mereka yang ada di sekitar kita).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berapa banyak pendaki gunung mati karena mengabaikan peringatan? Para pengemudi yang sembrono dan abai terhadap tanda lalu lintas bisa berakhir dalam kecelakaan. Orang lain yang tidak bersalah kadang ikut jadi korban.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hidup yang bagai perjalanan juga penuh rambu-rambu peringatan. Perbuatan-perbuatan baik dari Tuhan lewat mukjizat mengingatkan manusia untuk bertobat. Meninggalkan perilaku yang jahat. Sejarah menegaskan, betapa sulitnya membuat manusia bertobat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sodom dan Gomora yang diluluhlantakkan Tuhan oleh karena kejahatan ternyata tidak membuat generasi berikutnya kapok atau menghentikan kejahatan. Kota-kota seperti Khorazim, Betsaida dan Kapernaum dikecam, karena mengabaikan peringatan (Mat 11: 20-24). Semakin abai terhadap &#8220;warning&#8221;, semakin mudah manusia jatuh terpelanting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengabaikan peringatan umumnya berakhir merugikan. Tidak mendengarkan ajaran Tuhan dan peringatan-peringatan-Nya menghasilkan nasib akhir yang sangat menderita. Berapa lama manusia akan terus mengabaikan peringatan dan &#8220;warning&#8221; yang bagi keselamatan jiwanya begitu penting?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Malang, 14 Juli 2020<br>RP Albertus Herwanta, O. Carm.<br>@Suara Karmel @Komsos Gereja Maria Bunda Karmel @Suara Karmel @Komsos Malang @Komsos Katedral Jakarta @KOMSOS Keuskupan Agung Semarang<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber Indonesian Carmelites<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;WARNING&#8221;Akhir-akhir ini, ada peringatan serius yang dianggap &#8220;\u00e8nth\u00e8ng&#8221;. Bahwa virus corona bergelar Covid-19 itu berbahaya. Meski sudah memakan banyak korban dan di antaranya adalah para petugas medis, sebagian orang tetap tak menggubris. Menurut informasi&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14137,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-21077","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-kateketik","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/lilin_dan_salib-min.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21077","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21077"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21077\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21078,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21077\/revisions\/21078"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14137"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21077"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21077"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21077"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}