{"id":21057,"date":"2020-08-23T14:36:10","date_gmt":"2020-08-23T07:36:10","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=21057"},"modified":"2020-08-23T14:36:11","modified_gmt":"2020-08-23T07:36:11","slug":"senin-24-agustus-2020","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=21057","title":{"rendered":"Senin, 24 Agustus 2020"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA&nbsp; \u2013&nbsp; Mzm 96:1-2<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan! Bernyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa Raja Mahamulia, penyelamat manusia, teguhkanlah kiranya iman di dalam diri kami. Dengan iman itu Rasul bartolomeus sudah terpaut pada Kristus dengan hati tulus iklas. Semoga berkat doanya Gereja-Mu menjadi tanda dan saluran keselamatan untuk segala bangsa. Demi Yesus Kristus, Puetra-Mu,\u2026<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Kitab Wahyu 21:9b-14<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cTembok kota kudus dibangun atas dua belas batu dasar.\u201d<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Aku, Yohanes, mendengar seorang malaikat berkata kepadaku, \u201cMarilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba.\u201d Lalu, di dalam roh aku dibawanya ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi, dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus, Yerusalem, turun dari surga, dari Allah. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah, dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal. Temboknya besar lagi tinggi, pintu gerbangnya dua belas buah. Di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat, dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel. Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang, di sebelah utara tiga pintu gerbang, di sebelah selatan tiga pintu gerbang, dan di sebelah barat tiga pintu gerbang. Tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar, dan di atasnya tertulis nama keduabelas rasul Anak Domba.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 145:10-11.12-13b.17-18<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref. Para kudus-Mu, ya Tuhan, memaklumkan Kerajaan-Mu yang semarak mulia.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan Kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.<br>2. Mereka memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan memaklumkan Kerajaan-Mu yang semarak mulia. Kerajaan-Mu ialah kerajaan abadi, pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan.<br>3. Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U: Alleluya<br>S:&nbsp; Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Yohanes 1:45-51<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cLihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!\u201d<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa, Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya, \u201cKami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam Kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.\u201d Kata Natanael kepadanya, \u201cMungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?\u201d Kata Filipus kepadanya, \u201cMari dan lihatlah!\u201d Melihat Natanael datang kepada-Nya, Yesus berkata tentang dia, \u201cLihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!\u201d Kata Natanael kepada Yesus, \u201cBagaimana Engkau mengenal aku?\u201d Jawab Yesus kepadanya, \u201cSebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.\u201d Kata Natanael kepada-Nya, \u201cRabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!\u201d Yesus menjawab, kata-Nya, \u201cKarena Aku berkata kepadamu \u2018Aku melihat engkau di bawah pohon ara\u2019 maka engkau percaya? Hal-hal yang lebih besar daripada itu akan engkau lihat!\u201d Lalu kata Yesus kepadanya, \u201cAku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka, dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Albertus Joni SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabatku yang dikasihi Tuhan,&nbsp;saat saya masih seorang frater Novis berusia 19 tahun, saya sempat dipilih oleh komunitas menjadi Ekonom biara yang tugasnya berbelanja kebutuhan harian di pasar. Dengan gagah perkasa saya jalankan tugas mulia itu. Setiap frater, bruder dan romo di Novisiat menuliskan apa yang mereka butuhkan: sabun, deterjen hingga kaos kaki. Kami belajar untuk tidak memilih brand atau bentuk barang yang kami gunakan. Jadi, cukup satu orang saja yang berbelanja untuk seluruh komunitas.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada suatu ketika, Romo Mul, pimpinan biara, meminta saya membelikannya wantex alias pewarna biru bagi celana jeans yang sudah pudar. \u201cTolong belikan saya wantex ya untuk celana saya,\u201d demikian ujar Romo Mul ini. Saya pun berangkat ke pasar tradisional dengan tas gunung yang memang saya gunakan untuk belanja \u2013 karena memang belanjaan komunitas cukup banyak. Sesampainya di salah satu toko, saya bertanya: \u201cBu, apakah ada wantex, pewarna celana?\u201d Aneh, pemilik toko cepat menjawab: \u201cOya, maaf. Sudah ada!\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saya heran karena ibu itu menjawab \u2018maaf, sudah ada!\u2019 Mungkin ibu pemilik toko tidak konsentrasi karena cukup ramai pembeli. Untuk kedua kali saya bertanya dan jawabannya tetap sama: \u201cMaaf, sudah ada!\u201d Karena saya memandangnya dengan tatapan kosong, ibu itu mungkin menjadi heran sendiri. Tak lama, ia tertawa: \u201cOoo, kokoh-nya mencari wantex? Oalah, saya pikir mau nawarin! Saya pikir sales wantex!\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Senyumku agak pahit siang itu. Hahahaha\u2026 saya harus menerima kenyataan bahwa tanpa jubah, saya tidak beda jauh dengan para salesman di pasar-pasar.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Nah, pasti engkau juga, dalam satu dua kesempatan, pernah salah dikenali oleh orang-orang yang ada di sekitarmu. Perasaan serupa mungkin menggelitik hatimu juga; kecuali bila engkau salah dikenali sebagai Nicholas Saputra atau Dian Sastro. Hahahaha\u2026<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bacaan Injil hari ini berkisah tentang Tuhan yang tidak pernah salah mengenali orang yang Ia pilih! Hari ini, Nathanael bertanya: \u201cBagaimana Engkau mengenal aku?\u201d Dan Tuhan Yesus menunjukkan padanya bahwa sejak sebelum saudaranya, Filipus, memanggilnya, Tuhan Yesus telah melihat dengan begitu detail di bawah pohon ara. Tuhan Yesus telah mengenal hatinya, kualitas hidupnya, dan lebih dari itu, Nathanael telah dipilih untuk menjadi saksi dari banyak perbuatan ajaib yang akan dikerjakan oleh Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Nathanael ini, yang kemudian kita kenal sebagai St. Bartholomeus, sebelum ia dipilih dan diutus, mengawali perjumpaanNya dengan Yesus dalam kata yang sangat intim dalam Kitab Suci: \u201cmengenal,\u201d \u201cto know,\u201d \u201cto be part of God\u2019s knowledge\u201d \u2013 menjadi bagian dari pengetahuan Ilahi.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabatku yang diberkati,&nbsp;bila Tuhan memilih dan mengutus, Ia pasti pertama-tama mengenalmu: Ia mengenal hatimu, Ia tahu sejarahmu \u2013 betapapun kelamnya. Tuhan mengerti bagaimana engkau dibentuk oleh salibmu, oleh perjuangan dan pergulatanmu. Tuhan tahu dan mengenal engkau, pilihanNya. Maka, jangan lekas putus asa dan harapanmu. Jangan cepat terbakar semangatmu di saat-saat yang tidak mudah. Hari ini, luangkan sejenak waktu untuk diam saja dan memandang teduh wajahNya. Dari kedalaman hatimu, pelan-pelan, tanyakanlah padaNya: \u201cTuhan, bagaimana Kau mengerti isi hatiku? Bagaimana cara jemariMu membentuk sejarahku? Tuhan, bagaimana Engkau mengenal aku?\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan tak mungkin keliru mengenalmu.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kadang, kita hanya butuh sejenak diam, dan membiarkan Ia mengisahkan perjumpaanNya denganmu yang istimewa!<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan Yesus memberkatimu! Tuhan Yesus mengasihimu!<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa,pelindung umat beriman, pada pesta Rasul bartolomeus untuk menghormatinya kami mempersembahkan pujian kepada-Mu. Semoga berkat doa dan restunya, kami Kauanugerahi bantuan-Mu. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI&nbsp; \u2013&nbsp; Luk. 22:29-30<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kepada kalian Kuwariskan kerajaan-Ku, seperti telah diwariskan kepada-Ku oleh Bapa, supaya kalian makan minum semeja dengan Daku di dalam kerajaan-Ku kelak.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PENUTUP<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa naungan hidupkami, jaminan keselamatan abadi telah kami terima pada pesta Rasul Bartolomeus. Semoga santapan suci ini menolong kami baik untuk hidup sekarang maupun untuk hidup yang akan datang. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<p>Link Audio&nbsp;<a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/2020\/08\/23\/senin-24-agustus-2020\/\">http:\/\/katolikindonesia.com\/2020\/08\/23\/senin-24-agustus-2020\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber\u00a0<a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/?powerpress_pinw=23131-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA&nbsp; \u2013&nbsp; Mzm 96:1-2 Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan! Bernyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya. DOA PEMBUKA Marilah berdoa: Allah Bapa Raja Mahamulia, penyelamat manusia, teguhkanlah kiranya iman&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-21057","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21057","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21057"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21057\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21058,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21057\/revisions\/21058"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21057"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21057"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21057"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}