{"id":20997,"date":"2020-08-19T14:51:42","date_gmt":"2020-08-19T07:51:42","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=20997"},"modified":"2020-08-19T14:51:43","modified_gmt":"2020-08-19T07:51:43","slug":"nyala-api-cinta-komunitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=20997","title":{"rendered":"NYALA API CINTA: &#8220;KOMUNITAS&#8221;"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">@Suara Karmel @Carmelite Monastery @Indonesian Carmelites @Paroki Tomang &#8211; Gereja Maria Bunda Karmel @Komsos Malang<br>KOMUNITAS<br>Pandemi yang melanda dunia dan negeri ini membuka kualitas warganya dalam berkomunitas. Sebagian warga bersikap negatif dengan cara bertindak sesukanya, tidak peduli keselamatan diri dan sesamanya. Bahkan, ada yang mengambil keuntungan di tengah kemalangan.<br>Sebagian yang lain mengungkapkan semangat berkomunitas yang positif-konstruktif. Mereka bahu-membahu dan bekerjasama memperteguh solidaritas. Peduli satu sama lain, karena berkomunitas itu lebih dari soal tinggal bersama di satu lokasi. Komunitas itu unitas dan solidaritas.<br>Komunitas itu mengandung makna jauh lebih dalam dari yang kasat mata. Komunitas itu bisa menjadi pertanda. Bahkan tanda keselamatan. Misalnya, komunitas Kristiani yang disebut Gereja.<br>Anggota komunitas ini dipersatukan oleh sumber makanan-minuman ilahi, yakni Tubuh dan Darah Tuhan yang dihadirkan kembali dalam perayaan ekaristi (misa). Di sana kasih Tuhan mewujud dalam korban yang menghidupkan dan menyelamatkan.<br>Berkat santapan ilahi itu mereka dijiwai untuk hidup sesuai dengan semangat Tuhan. Bukan lagi mereka yang hidup, melainkan Tuhan yang ada dalam diri merekalah yang sungguh hidup (Gal 2: 20). Seperti setiap orang yang mengonsumsi asupan yang sehat bergizi kualitas badannya prima, demikian pula mereka yang rajin menikmati santapan surgawi ini. Menyantap rejeki ilahi berarti menjadi makin serupa dengan Sang Pemberi.<br>Tatkala kualitas rohani anggotanya tinggi, mereka bisa membangun komunitas yang tangguh menghadapi situasi dengan saling mengasihi. Mereka menyambut sakramen ekaristi bukan demi kepentingan individual, tetapi untuk dapat membangun hidup sosial-komunal. Lebih dari itu, menjadi tanda bahwa Tuhan setia menyertai dan menghidupi umat-Nya. Bukan hanya dengan sabda dan ajaran-Nya, tetapi terlebih dengan memberikan Diri-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persatuan antara Tuhan dan umat-Nya itu yang sesungguhnya menghidupi mereka. Selama masa pandemi ini nyaris seluruh umat Katolik tidak bisa menyambut komuni, santapan ilahi nan suci. Syukurlah, pada Hari Raya Tubuh dan Darah Tuhan pintu gereja mulai dibuka lagi. Sebagian umat Katolik dapat menerima komuni (persatuan dengan Tuhan). Semoga pandemi ini segera pergi sehingga seluruh umat Katolik bisa dikuatkan oleh santapan suci dan bisa berpartisipasi membangun komunitas dunia secara lebih baik lagi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Malang, 14 Juni 2020<br>Hari Raya Tubuh dan Darah Tuhan<br>Romo Albertus Herwanta, O. Carm.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber Indonesian Carmelites<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>@Suara Karmel @Carmelite Monastery @Indonesian Carmelites @Paroki Tomang &#8211; Gereja Maria Bunda Karmel @Komsos MalangKOMUNITASPandemi yang melanda dunia dan negeri ini membuka kualitas warganya dalam berkomunitas. Sebagian warga bersikap negatif dengan cara bertindak sesukanya,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14122,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-20997","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-kateketik","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/ultah_janji_perkawinan-min-e1525758949184.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20997","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20997"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20997\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20998,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20997\/revisions\/20998"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14122"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20997"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20997"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20997"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}