{"id":20934,"date":"2020-08-14T14:07:57","date_gmt":"2020-08-14T07:07:57","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=20934"},"modified":"2020-08-14T14:08:00","modified_gmt":"2020-08-14T07:08:00","slug":"nyala-api-cinta-hawa-nafsu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=20934","title":{"rendered":"NYALA API CINTA: &#8220;HAWA NAFSU&#8221;"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tuhan menanamkan NAFSU dalam diri manusia supaya manusia dapat berkembang dengan baik. Dengan kata lain Nafsu adalah sesuatu yang positif.<br>Sayang seringkali ada roh jahat yang memasuki nafsu manusia dan pada saat itulah NAFSU berubah menjadi HAWA NAFSU. Hawa Nafsu biasanya mencelakai dan mencederai manusia. Karena hawa nafsu, manusia membunuh. Doa yang dipakai untuk menuruti hawa nafsu tidak dikabulkan oleh Tuhan. Karena cinta akan dunia yang diwarnai dengan nafsu yang terlalu besar, manusia menjadi musuh Allah.<br>Manusia perlu belajar dan hati-hati dalam mengelola dan mengendalikan hawa nafsu. Jika tidak, Hawa Nafsu bisa mencelakai manusia. Hawa nafsu bisa melanda siapa pun juga. Pikiran-pikiran yang bersih dan benar, suci dan rendah hati, menjauhkan orang dari hawa nafsu. Sikap yang bijaksana menolong orang untuk bebas dari hawa nafsu. Hanya orang-orang yang menyerahkan diri kepada Tuhan, yang suci dan murni dibebaskan dari hawa nafsu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber Indonesian Carmelites<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tuhan menanamkan NAFSU dalam diri manusia supaya manusia dapat berkembang dengan baik. Dengan kata lain Nafsu adalah sesuatu yang positif.Sayang seringkali ada roh jahat yang memasuki nafsu manusia dan pada saat itulah NAFSU berubah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14112,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-20934","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-kateketik","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/sibori-min-e1525758898955.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20934","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20934"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20934\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20935,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20934\/revisions\/20935"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14112"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20934"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20934"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20934"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}