{"id":20840,"date":"2020-08-06T20:50:24","date_gmt":"2020-08-06T13:50:24","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=20840"},"modified":"2020-08-06T20:50:26","modified_gmt":"2020-08-06T13:50:26","slug":"jumat-07-agustus-2020","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=20840","title":{"rendered":"Jumat, 07 Agustus 2020"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Ul. 32:39<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Lihatlah, Akulah Tuhan. Tiada Allah lain kecuali Aku. Aku yang menyelamatkan, Aku pulahlah yang menghidupkan.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa Mahakuasa dan Kekal, semoga kami mengenal jalan yang harus kamu lalui, agar dapat bertemu dengan Dikau. Berkenanlah bersabda melalui Dia, yang menunjukkan kerajaan-Mu di tengah-tengah kami, ialah Yesus Mesias, Tuhan dan pengantara kami, yang\u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong><br>BACAAN PERTAMA: Nubuat Nahum 1:15; 2:2; 3:1-3, 6-7<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Lihatlah! Di atas gunung berjalan orang yang membawa berita, yang mengabarkan berita damai sejahtera. Rayakanlah pesta-pestamu, hai Yehuda, bayarlah nazarmu! Sebab orang dursila takkan datang lagi menyerang engkau; ia telah dilenyapkan sama sekali! Sungguh, Tuhan memulihkan kebanggaan Yakub, seperti kebanggaan Israel; sebab perusak telah merusakkannya dan telah membinasakan carang-carangnya. Celakalah kota penumpah darah itu! Kota itu seluruhnya dusta belaka penuh dengan barang rampasan, tak henti-hentinya menerkam! Dengar, lecut cambuk dan derak-derik roda! Dengar, kuda lari berderap, dan kereta meloncat-loncat! Pasukan berkuda menyerang, pedang bernyala-nyala dan tombak berkilat-kilat! Banyak yang mati terbunuh dan bangkai bertimbun-timbun! Mayat tidak habis-habisnya, orang-orang jatuh tersandung pada mayat. Aku telah melemparkan aib ke atasmu, akan menghina engkau dan akan membuat engkau menjadi tontonan. Maka semua orang yang melihat engkau akan lari meninggalkan dikau, serta berkata, \u201cNiniwe sudah hancur! Siapakah yang meratapi dia? Dari manakah aku akan mencari pelipur lara untuk dia?\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>KIDUNG TANGGAPAN: Kidung Ul 32:35cd-36ab.39abcd.41<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.<em>&nbsp;Tuhanlah yang mematikan, Tuhan pulalah yang menghidupkan.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Dekatlah sudah hari bencana bagi orang-orang jahat, dan segera datanglah apa yang telah disediakan bagi mereka. Sebab Tuhan akan memberi keadilan kepada umat-Nya, dan akan merasa sayang akan hamba-hamba-Nya.<\/li><li>Lihatlah sekarang bahwa Akulah Tuhan. Tiada allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan, Aku pulalah yang menghidupkan. Aku telah meremukkan, tetapi Aku pulalah yang menyembuhkan.<\/li><li>Apabila Aku mengasah pedang-Ku yang berkilat-kilat, apabila tangan-Ku menjalankan penghukuman, maka Aku membalas dendam kepada lawan-Ku, dan mengadakan pembalasan kepada yang membenci Aku.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U: Alleluya<br>S:<em>&nbsp;Berbahagialah yang dikejar-kejar karena taat kepada Tuhan, sebab bagi merekalah Kerajaan Allah.&nbsp;<\/em>Alleluya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Matius 16:24-28<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, \u201cSetiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya, dan mengikuti Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, akan kehilangan nyawanya. Tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya bagi seseorang jika ia memperoleh seluruh dunia, tetapi kehilangan nyawanya? Apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat-Nya. Pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang setimpal dengan perbuatannya. Aku berkata kepadamu: Sungguh, di antara orang-orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Anselmus Inharjanto SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>SALIB<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesu, Per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.&nbsp;<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Hari ini kita merenungkan Injil Matius 16:24-28. Mari kita berbicara tentang salib. Tak jarang orang mengartikan \u2018salib\u2019 sebagai bentuk penderitaan, tekanan, kesusahan, beban, duka nestapa dan lain-lain di dalam hidup ini. Saat mengalami kejatuhan dalam usaha, orang dapat berkata, \u201cIni salib yang harus kupanggul.\u201d Kala mengalami kesusahan dan konflik dalam hidup berkeluarga, seseorang mungkin berkata, \u201cBerat salib yang harus kupikul.\u201d \u201cInilah salibku, aku harus kuat\u201d kata seseorang yang terpuruk dalam masalah sulit.&nbsp; Barangkali kitapun pernah mengatakan kalimat seperti itu saat mengalami penderitaan. Kita, sebagai pengikut Kristus, menggambarkan diri kita seperti Yesus yang memanggul salib disertai siksaan menuju puncak Kalvari. Mau tidak mau, sebagai pengikutNya, kita pun harus sanggup memikul beban itu.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em>Okay, that\u2019s not a problem<\/em>. Pemahaman seperti itu tak keliru. Namun, bagaimana kalau kita melihat salib dengan perspektif yang lebih luas dan mendalam. Pastinya orang beriman Kristiani akan makin diteguhkan. Memandang salib, bahkan memandang salib yang tergantung di dinding atau kalung yang dikenakan atau yang diletakkan di meja kerja dan belajar, bukanlah melulu suasana penderitaan, susah, beban dan sejenisnya. Yesus hari ini bersabda: \u201cSetiap orang yang mau mengikut Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya, dan mengikuti Aku.\u201d Orang Kristen berarti orang yang menyatakan diri mengikuti Yesus Sang Kristus, Mesias. Tindakan menyangkal diri berarti yang menjadi pusat adalah Kristus, bukan diri kita sendiri. Lalu, memikul salib adalah tuntutan selanjutnya. Maka, salib adalah konsekuensi mengikuti Yesus. Karena kita mengikut Kristus, salib otomatis harus kita tanggung dan pikul. Dan nuansa yang dirasakan akan lebih luas dan mendalam karena di sana ada pengharapan, optimisme, penyelamatan, kemuliaan, penebusan dan kebangkitan. Itulah makna salib.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Selain itu, Yesus tidak berkata \u2018memikul salib-Ku\u2019 tetapi \u2018memikul salibnya\u2019, yang berarti kita ambil bagian untuk menjalani kehidupan kita masing-masing. Kita memikul salib kita masing-masing. Salib kita berbeda sesuai dengan kapasitas kita. Kita mohon semoga Hati Kudus-Nya semakin merajai hati kita sehingga kita mampu menyelesaikan tugas ini dengan sukacita.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa Mahakudus, semoga kami selalu siap siaga mengikuti Putera-Mu terkasih, setiap kali mengikuti jamuan kurban atas nama-Nya, setiap kali memuji syukur mengenangkan hidup, wafat, dan kebangkitan-Nya. Sebab Dialah\u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Mat. 16:26<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Apa gunanya bagi seseorang, jika ia memperoleh seluruh dunia, namun kehilangan nyawanya? Apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PENUTUP:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa, sumber kebahagiaan, kami bersyukur atas sabda dan salib yang Kaugunakan untuk menunjukkan jalan kedamaian, untuk memberikan semangat dan keteguhan hati mau mengusahakan kedamaian dan keadilan bagi orang. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Link Audio&nbsp;<a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/2020\/08\/06\/jumat-07-agustus-2020\/\">http:\/\/katolikindonesia.com\/2020\/08\/06\/jumat-07-agustus-2020\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber&nbsp;<a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/?powerpress_pinw=21810-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Ul. 32:39 Lihatlah, Akulah Tuhan. Tiada Allah lain kecuali Aku. Aku yang menyelamatkan, Aku pulahlah yang menghidupkan. DOA PEMBUKA: Marilah berdoa: Allah Bapa Mahakuasa dan Kekal, semoga kami mengenal jalan yang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-20840","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20840","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20840"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20840\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20841,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20840\/revisions\/20841"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20840"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20840"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20840"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}