{"id":20817,"date":"2020-08-04T14:49:51","date_gmt":"2020-08-04T07:49:51","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=20817"},"modified":"2020-08-04T14:49:53","modified_gmt":"2020-08-04T07:49:53","slug":"rabu-05-agustus-2020","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=20817","title":{"rendered":"Rabu, 05 Agustus 2020"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Yeremia 31:10d<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan menjaga kita seperti gembala menjaga kawanannya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><br><strong>DOA PEMBUKA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa Mahasetia, perkenankanlah kami menerima sabda-Mu, dan percaya akan janji-Mu, melalui yesus Mesias, sabda-Mu terakhir serta cahaya hidup kami. Yang hidup \u2026..<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Yeremia 31:1-7<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan bersabda, \u201cAku akan menjadi Allah segenap kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku. Mereka mendapat kasih karunia di padang gurun yaitu bangsa yang terluput dari pedang. Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya; dan dari jauh Tuhan menampakkan diri kepadanya, \u2018Aku mengasihi engkau dengan kasih yang abadi, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. Aku akan membangun engkau kembali sehingga engkau pulih, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu lagi dengan rebana, dan akan tampil dalam tarian sukaria. Engkau akan membuat kebun anggur lagi di gunung-gunung Samaria; dan orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula. Sungguh, akan datang harinya para penjaga akan berseru di Gunung Efraim: Ayo, marilah kita naik ke Sion, menghadap Tuhan, Allah kita! Sebab beginilah sabda Tuhan: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah atas pemimpin para bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: Tuhan telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>KIDUNG TANGGAPAN: Yeremia. 31:10,11-12ab,13<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref. Tuhan menjaga kita seperti gembala menjaga kawanannya.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Dengarlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa, dan beritahukanlah di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan menghimpunnya kembali.<\/li><li>Sebab Tuhan telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat daripadanya. Mereka akan datang bersorak-sorai di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan Tuhan.<\/li><li>Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur dan menyukakan mereka sesudah kedukaan.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U: Alleluya<br>S: (Luk 7:16) Seorang nabi besar telah muncul di tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Matius 15:21-28<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada suatu hari Yesus menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Maka datanglah seorang wanita Kanaan dari daerah itu dan berseru, \u201cKasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud. Anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.\u201d Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawab. Lalu para murid Yesus datang dan meminta kepada-Nya, \u201cSuruhlah wanita itu pergi, sebab ia mengikuti kita sambil berteriak-teriak.\u201d Jawab Yesus, \u201cAku diutus hanya kepada domba-domba umat Israel yang hilang.\u201d Tetapi wanita itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata, \u201cTuhan, tolonglah aku!\u201d Yesus menjawab, \u201cTidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.\u201d Kata wanita itu lagi, \u201cBenar Tuhan, tetapi anjing-anjing pun makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.\u201d Bersabdalah Yesus kepadanya, \u201cHai Ibu, sungguh besar imanmu! Terjadilah bagimu seperti yang kaukehendaki.\u201d Dan seketika itu juga anaknya sembuh.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. FX. Joko Susilo SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat cor Jesus per cor Mariae\u2026<\/strong><br>ReSi Dehonian, Rabu 5 Agustus 2020 bersama saya Rm. FX. Joko Susilo scj dari Komunitas SCJ Ekuador.<br>Saudara-saudariku, saya tertarik merenungkan kata-kata Yesus dalam perikopa ini, \u201cHai ibu, besar imanmu! Terjadilah bagimu seperti yang kaukehendaki\u201d. Sebesar apa sebenarnya iman ibu dari Kanaan ini? Ibu dari Kanaan ini mempunyai iman yang besar karena pertama berdasar dari kasihnya yang besar akan anaknya. Dia memohonkan kesembuhan anak perempuannya yang kerasukan setan kepada Yesus. Ketika para murid ingin mengusir ibu ini, justru dia semakin mendekat dan penuh semangat menyembah Yesus dan memohon pertolongan kepada-Nya. Dia sungguh mengasihi anaknya, demikian juga dia sungguh memasrahkan kepada Yesus. Ibu dari Kanaan ini sungguh yakin bahwa Yesus akan berkenan menyembuhkan anaknya.<br>Kedua kebesaran iman ibu ini nampak dalam hatinya yang besar. Yesus sama sekali tidak menjawab permohonan ibu Kanaan ini, para murid bahkan mau mengusirnya. Yesus juga mengatakan kata-kata yang tajam,\u201dTidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.\u201d Namun ibu ini dengan kasihnya yang begitu besar, akhirnya mampu membesarkan hatinya untuk mampu menyadari dirinya memang tak layak, dan sekaligus mampu menerima setiap kata-kata atau sikap yang tidak mengenakkan baginya dari orang lain. Ibu itu merespon perkataan Yesus dengan penuh kerendahan hati dan harapan besar,\u201dBenar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.\u201d&nbsp;<br>Tuhan Yesus, terima kasih atas setiap belaskasih-Mu kepada kami. Seperti ibu dari Kanaan ini, Engkau selalu terbuka hati untuk menerima kami apa adanya. Semoga kami pun juga selalu mampu mempunyai iman yang besar sehingga semakin terbuka hati untuk melayani sesama kami apa adanya. Engkaulah Tuhan kami kini dan sepanjang masa. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSEIAPAN PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa Mahapengasih, kami bersyukur karena Engkau telah menunjukkan belaskasihMu kepada kami dalam diri Yesus Mesias. Semoga sabda-Mu menghilangkan lapar kami akan keadilan dan semoga hidup kami dapat membawa kedamaian. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Yer. 31:7<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kabarkanlah, pujilah, dan katakanlah: Tuhan telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-ssa Israel.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PENUTUP:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa Mahapengasih dan Penyayang, kami bersyukur atas anugerah kesehatan yang Kaulimpahkan kepada kami berkat sabda kedamaian, ialah Yesus Putera-Mu. Semoga karena Dia, dunia dapat bernafas lagi. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<p>Link Audio&nbsp;<a href=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/2020\/08\/04\/rabu-05-agustus-2020\/\">http:\/\/katolikindonesia.com\/2020\/08\/04\/rabu-05-agustus-2020\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber&nbsp;<a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/?powerpress_pinw=21681-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Yeremia 31:10d Tuhan menjaga kita seperti gembala menjaga kawanannya. DOA PEMBUKA: Marilah berdoa: Allah Bapa Mahasetia, perkenankanlah kami menerima sabda-Mu, dan percaya akan janji-Mu, melalui yesus Mesias, sabda-Mu terakhir serta cahaya&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-20817","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20817","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20817"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20817\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20818,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20817\/revisions\/20818"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20817"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20817"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20817"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}