{"id":20688,"date":"2020-07-23T13:15:12","date_gmt":"2020-07-23T06:15:12","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=20688"},"modified":"2020-07-23T13:15:15","modified_gmt":"2020-07-23T06:15:15","slug":"jumat-24-juli-2020","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=20688","title":{"rendered":"Jumat, 24 Juli 2020"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mzm 18:10<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Hikmat Tuhan baii, tetap selamanya. Keputusan Tuhan benar, adil selalu. Lebih Indah darupada emas murni, lebih manis daripada madu lebah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga. semoga sabdaMu berkembang subur pada kami, dan semoga menumbuhkan pengharapan kepada setiap orang yang mengalami kesulitan, hari depannya serba suram, serta mendambakan kedamaian dan kesejahteraan. Demi Yesus Kristus, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Yeremia 3:14-17<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cHai kalian yang sudah dikubur dalam tanah, bangkitlah dan bersorak-sorailah.\u201d<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion. Aku akan mengangkat bagimu gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Ku; mereka akan menggembalakan kamu dengan pengetahuan dan pengertian. Apabila pada masa itu kamu bertambah banyak dan beranak cucu di negeri ini, demikianlah firman TUHAN, maka orang tidak lagi akan berbicara tentang tabut perjanjian TUHAN. Itu tidak lagi akan timbul dalam hati dan tidak lagi akan diingat orang; orang tidak lagi akan mencarinya atau membuatnya kembali. Pada waktu itu Yerusalem akan disebut takhta TUHAN, dan segala bangsa akan berkumpul ke sana, demi nama TUHAN ke Yerusalem, dan mereka tidak lagi akan bertingkah langkah menurut kedegilan hatinya yang jahat.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 32:1-2.5.11<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Ref. Tuhan penjaga dan benteng perkasa dalam lindungan-Nya aman sentosa.&nbsp;<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Berbahagialah orang yang pelanggarannya diampuni, dan dosa-dosanya ditutupi. Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan, dan tidak berjiwa penipu!<\/li><li>Dosa-dosaku kuungkapkan kepada-Mu dan kesalahanku tidak kusembunyikan; aku berkata, \u201cAku akan menghadap Tuhan, dan mengakui segala pelanggaranku.\u201d Maka Engkau mengampuni kesalahanku.<\/li><li>Bersukacitalah dalam Tuhan! Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar; bersorak-gembiralah, hai orang-orang jujur!<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U: Alleluya, alleluya<br>S: Berbahagialah orang yang menyimpan sabda Allah dalam hati yang baik dan tulus ikhlas, dan menghasilkan buah dalam ketekunan.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Matius 13:18-23<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cOrang yang mendengarkan sabda dan mengerti, menghasilkan buah.\u201d<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, \u201cDengarkanlah arti perumpamaan tentang penabur. Setiap orang yang mendengar sabda tentang Kerajaan Surga dan tidak mengerti, akan didatangi si jahat, yang akan merampas apa yang ditaburkan dalam hatinya. Itulah benih yang jatuh di pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah berbatu-batu ialah orang yang mendengar sabda itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan hanya tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena sabda itu, orang itu pun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar sabda itu, lalu sabda itu terhimpit oleh kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan, sehingga tidak berbuah. Sedangkan yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengarkan sabda itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah ada yang seratus, ada yang enam puluh, ada yang tiga puluh ganda.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Albertus Joni SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabatku yang diberkati Tuhan,&nbsp;hati saya selalu galau saat pengajaran Tuhan Yesus menggunakan perumpamaan yang dekat dengan alam seperti kita dengar hari ini: tentang benih, tentang tanah, tentang hama dan parasit. Saya menduga anak-anak milenial di perkotaan yang selalu mendapatkan sayur mayur mereka terbungkus rapi dan bersih tidak begitu \u201cnyambung\u201d dengan perikopa Injil hari ini. Hehehe, satu saat saya pernah mendampingi retret siswi-siswa SMP Katolik ternama. Salah satu dari mereka \u2013 saat eksposure ke daerah perkebunan \u2013 untuk pertama kalinya melihat ayam hidup. Ia begitu kagum. Anak ini sebelumnya berpikir bahwa ayam itu tak berbulu karena ia selalu melihat ayam yang sudah \u201cbersih.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mendengar saja tidak cukup, teman-teman! Ayat terakhir injil hari ini berbunyi: \u201cYang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah\u2026\u201d Kita harus mendengar, mengerti dan berbuah! Sama seperti si murid SMP yang seumur hidupnya hanya mengandalkan pengetahuannya tentang \u201cayam tanpa bulu,\u201d kita yang mengandalkan pengenalan sendiri tidak akan pernah mengerti dan berbuah sebelum mengalami sendiri kuasa Firman Tuhan! Untuk jadi mengerti, haruslah kita mengalami Firman itu nyata dalam hidup kita! Saya selalu tertarik dengan kisah pertobatan St. Agustinus dari Hippo yang luar biasa. Beliau dikenal sebagai pelindung para playboy, lho.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Hahahaha\u2026 Sebelum bertobat, Agustinus muda mengikuti jejak hedonisme ayahnya: pesta pora, berjudi, berpetualang cinta hingga memiliki anak di luar nikah. Suatu hari ia mendengar suara anak kecil: \u201cTolle, lege!\u201d \u2013 \u201cAmbil, bacalah!\u201d Dan seketika matanya tertuju pada sebuah kitab seacar acak, lalu dengan sembarang saja ia membuka buku itu dan jarinya langsung tertuju pada satu bagian yang berbunyi: \u201cMarilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.\u201d Ternyata Agustinus membuka Surat Rasul Paulus pada Jemaat di Roma 13:13-14. Saat itu Firman Tuhan ini merasuk dalam sekali di jiwanya: Firman ini secara lantang menegur hidupnya! Ia tidak hanya \u201cmendengar\u201d benih Firman itu, namun juga \u201cmengerti\u201d bahwa Firman ini adalah tentang dirinya yang personal, tentang hidupnya saat ini! Dan sejak saat itu, Agustinus bertobat serta menjadi salah seorang Bapa Gereja terbesar hingga zaman ini.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Nah, hari ini, saya mengundangmu juga untuk: \u201cTolle, lege!\u201d \u2013 \u201cAmbil dan bacalah!\u201d Biarkan Sabda itu menyentuh hatimu, bukan hanya menyentuh telinga dan pikiranmu! Semakin kita tahu dan hidup dalam Firman, semakin mata ini akan dicelikkan oleh Tuhan! Semakin banyak pengertian baru yang datang: \u201cOh, ternyata ayam itu berbulu ya!\u201d \u2013 hahahaha \u2013 \u201cOh, ternyata Tuhan itu begitu baik ya!\u201d \u201cOh, ternyata dulu aku mengalami itu karena Tuhan ingin mengajarku ini dan itu ya\u2026\u201d Berbuahlah limpah, sahabatku!<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSEMBAHAN<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa kami di surga, kami mohon Kau beri rejeki dari butir gandum yang sudi wafat demi kehidupan kami, yaitu yesus Kristus, janji kedamaian bagi setiap orang di dunia. Sebab Dialah\u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Mt 13:23<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Benih yang ditabur di tanah yang baik, ialah orang yang mendengarkan warna itu dan memahaminya, lalu menghasilkan buah, ada yang seratus, ada yang enam puluh dan ada pula yang tigapuluh ganda.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PENUTUP<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, kami bersyukur atas sabda yang telah Kausampaikan kepada kami melalui Yesus, saudara kami se-Bapa. Semoga sabda itu menghasilkan buah melimpah serta membuat gembira setiap manusia. Demi Kristus,\u2026.<\/h4>\n\n\n\n<p>Link Audio http:\/\/katolikindonesia.com\/2020\/07\/23\/jumat-24-juli-2020\/<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber&nbsp;<a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.com\/?powerpress_pinw=20852-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mzm 18:10 Hikmat Tuhan baii, tetap selamanya. Keputusan Tuhan benar, adil selalu. Lebih Indah darupada emas murni, lebih manis daripada madu lebah. DOA PEMBUKA:&nbsp; Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga.&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18186,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-20688","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/logo-keadilan-min.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20688","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20688"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20688\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20689,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20688\/revisions\/20689"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20688"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20688"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20688"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}