{"id":20621,"date":"2020-07-16T15:30:39","date_gmt":"2020-07-16T08:30:39","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=20621"},"modified":"2020-07-16T15:30:43","modified_gmt":"2020-07-16T08:30:43","slug":"today-15-juli-2020-belajar-rendah-hati-dari-santo-bonaventura","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=20621","title":{"rendered":"TODAY, 15 Juli 2020: Belajar Rendah Hati Dari Santo Bonaventura"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Bonaventura artinya \u201cuntung\u201d. St.. Bonaventura dilahirkan pada tahun 1221 di Tuscany, Italia dan dibaptis dengan nama Yohanes.&nbsp;Bonaventura bergabung dengan Ordo Fransiskan (O.F.M. = Ordo Saudara-saudara Dina) yang pada waktu itu masih baru.&nbsp;<\/strong><a rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.indocell.net\/yesaya\/id39.htm\"><strong>St. Fransiskus dari Asisi<\/strong><\/a><strong>&nbsp;yang mendirikan Ordo Fransiskan hidup antara tahun 1181 hingga 1226. Jadi, St. Fransiskus masih hidup ketika Bonaventura lahir..<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sebagai seorang biarawan muda, Bonaventura harus meninggalkan negerinya untuk belajar di Universitas Paris di Perancis. Ia menjadi seorang penulis tentang hal-hal ketuhanan yang hebat. Kasihnya kepada Tuhan demikian besar sehingga orang memanggilnya dengan sebutan \u201cDoctor Seraphicus\u201d. Seraphicus artinya seperti malaikat.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Salah seorang sahabat Bonaventura yang terkenal ialah&nbsp;<\/strong><a rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.indocell.net\/yesaya\/id266_s__thomas_aquinas_.htm\"><strong>St. Thomas Aquinas<\/strong><\/a><strong>. Thomas bertanya kepada Bonaventura dari manakah ia mendapatkan semua hal-hal mengagumkan yang ia tulis. Bonaventura membimbing temannya itu ke meja tulisnya. Ia menunjuk sebuah salib besar yang selalu ada di atas mejanya. \u201cDialah yang mengatakan segalanya kepadaku. Dia-lah satu-satunya Guru-ku.\u201d Di lain waktu, ketika sedang menuliskan kisah hidup&nbsp;St. Fransiskus dari Asisi, Bonaventura menjadi begitu bersemangat sehingga St. Thomas berseru: \u201cMari kita biarkan seorang kudus menulis tentang seorang kudus.\u201d Bonaventura selalu bersikap rendah hati, meskipun buku-bukunya telah menjadikannya terkenal. (sumber:&nbsp;<a rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\" href=\"http:\/\/indocell.net\/yesaya\">indocell.net\/yesaya<\/a>)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Santo hari ini, 15 Juli, adalah Santo Bonaventura.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tertarik pada apa yang diungkapkan dalam &#8216;daily reflection&#8217; paroki saya hari ini, saya pun mencari tahu tentang riwayat Santo Bonaventura.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di antara semua kehebatannya sebagai teolog&#8230;.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di antara sebutan yang mengagumkan semisal Doctor Seraphicus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun buku-bukunya telah menjadikannya terkenal&#8230;.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Santo Bonaventura tetap rendah hati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini adalah sikap yang patut kita teladani.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menyadari bahwa semuanya berasal dari Allah saja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan dititipkan melalui kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semoga kita tidak lupa&#8230;.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tetaplah rendah hati, tak peduli betapa hebatnya kita dari sisi pandang manusia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tuhanlah yang begitu baik menganugerahkan segalanya di hidup kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mari belajar rendah hati lagi, seperti Santo Bonaventura.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">(-fon-)\/Fonny Jodikin<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah<\/strong><strong><sup>&nbsp;&nbsp;<\/sup><\/strong><strong>belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati,&nbsp;kelemahlembutan dan kesabaran.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>&#8212; Kolose 3:12<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis Fonny Jodikin (fjodikin@gmail.com)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bonaventura artinya \u201cuntung\u201d. St.. Bonaventura dilahirkan pada tahun 1221 di Tuscany, Italia dan dibaptis dengan nama Yohanes.&nbsp;Bonaventura bergabung dengan Ordo Fransiskan (O.F.M. = Ordo Saudara-saudara Dina) yang pada waktu itu masih baru.&nbsp;St. Fransiskus dari&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14170,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-20621","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/pintu_dalam_sakristi_k7-min.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20621","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20621"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20621\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20622,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20621\/revisions\/20622"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14170"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20621"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20621"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20621"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}