{"id":19985,"date":"2020-06-02T22:18:02","date_gmt":"2020-06-02T15:18:02","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=19985"},"modified":"2020-06-02T22:18:04","modified_gmt":"2020-06-02T15:18:04","slug":"today-1-juni-2020-perubahan-hati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=19985","title":{"rendered":"TODAY, 1 Juni 2020: Perubahan Hati"},"content":{"rendered":"\n<p>Hari ini saya tertarik pada kata &#8216;pertobatan&#8217;.<\/p>\n\n\n\n<p>Tetapi, saat mencari ayat yang cocok, malah mata saya tertuju pada versi Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) dari 2 Korintus 7:10 ini.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sebab kesedihan seperti itu menghasilkan perubahan hati yang mendatangkan keselamatan. Dan orang tidak akan menyesal atas hal itu. Sebaliknya, kesedihan yang hanya sejalan dengan kehendak manusia menghasilkan kematian.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>&#8212; 2 Korintus 7:10(BIS\/Bahasa Indonesia Sehari-hari)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pertobatan searti dengan perubahan hati.<\/p>\n\n\n\n<p>Perubahan hati macam apa?<br>Perubahan hati yang mendatangkan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini adalah dukacita yang kita alami, tetapi jika ini sesuai dengan kehendak Allah, tentunya akan menghasilkan pertobatan yang mendatangkan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika kita mengalami dukacita&#8230;.<\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini saya kembali dicerahkan bahwa:<\/p>\n\n\n\n<p>janganlah kita menyalahkan Tuhan ataulah keadaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, beranilah melihatnya sebagai bagian dari perubahan hati menuju keselamatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Melihatnya sebagai bagian dari seluruh proses kehidupan yang harus kita jalani.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentunya, tidak mudah!<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, tetaplah berupaya melihat kebaikan-kebaikan-Nya, meskipun tengah dirundung duka.<\/p>\n\n\n\n<p>Juga berhati-hatilah untuk dukacita yang hanya sejalan dengan kehendak manusiawi kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu tentunya tidak mendatangkan keselamatan, bahkan menghasilkan &#8216;kematian&#8217;.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekarang ini adalah waktu yang tepat untuk merenungkan semuanya kembali.<br>Semoga ada pertobatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Perubahan hati seturut kehendak-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun di tengah dukacita atau keadaan yang menyesakkan yang tengah kita alami.<\/p>\n\n\n\n<p>Amin!<\/p>\n\n\n\n<p>(-fon-)\/ Fonny Jodikin<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan<\/strong><strong><sup>&nbsp;&nbsp;<\/sup><\/strong><strong>dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini<\/strong><strong><sup>&nbsp;&nbsp;<\/sup><\/strong><strong>menghasilkan kematian.&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>&#8212; 2 Korintus 7:10<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Penulis Fonny Jodikin (fjodikin@gmail.com)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari ini saya tertarik pada kata &#8216;pertobatan&#8217;. Tetapi, saat mencari ayat yang cocok, malah mata saya tertuju pada versi Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) dari 2 Korintus 7:10 ini. Sebab kesedihan seperti itu menghasilkan perubahan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14144,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-19985","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/grendel_pintu_k7-min.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19985","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=19985"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19985\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19986,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19985\/revisions\/19986"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14144"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=19985"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=19985"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=19985"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}