{"id":1902,"date":"2014-06-28T18:51:41","date_gmt":"2014-06-28T11:51:41","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=1902"},"modified":"2014-06-28T22:34:04","modified_gmt":"2014-06-28T15:34:04","slug":"minggu-29-juni-2014","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=1902","title":{"rendered":"Minggu, 29 Juni 2014"},"content":{"rendered":"<div>HARI RAYA<br \/>\nST. PETRUS dan ST. PAULUS, Rasul<\/div>\n<div><\/div>\n<div><a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/alkitabq.php?q=Kis12:1-11;\" target=\"_blank\">Kis. 12:1-11<\/a>;\u00a0<a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/alkitabq.php?q=Mzm34:2-3;Mzm34:4-5;Mzm34:6-7;Mzm34:8-9;\" target=\"_blank\">Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9<\/a>;\u00a0<a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/alkitabq.php?q=2Tim4:6-8;2Tim4:17-18;\" target=\"_blank\">2Tim. 4:6-8,17-18<\/a>;\u00a0<a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/alkitabq.php?q=Mat16:13-19;\" target=\"_blank\">Mat. 16:13-19<\/a><\/div>\n<div><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/dailyfreshjuice.net\/?powerpress_pinw=3402-podcast&amp;powerpress_player=default\" height=\"50\" width=\"320\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/div>\n<div>\n<p align=\"justify\">Santo Petrus dan Paulus, Rasul<\/p>\n<p align=\"justify\">Sejak semula Gereja menghormati kedua rasul, Petrus dan Paulus, secara bersama-sama. Kedua rasul ini dianggap sebagai Sokoguru gereja.<br \/>\nSimon anak Yunus dan saudara Andreas, lahir di Betsaida, Galilea, sebuah kampung di tepi danau Genesaret. Seperti ayahnya, Simon adalah seorang nelayan yang ulet, bertabiat jujur, dan rajin. Ia tidak berpendidikan tinggi tetapi cukup terampil dalam pekerjaannya sebagai seorang nelayan. Kepribadiannya sangat menarik perhatian Yesus; karena itu Yesus berkenan menjadikannya seorang muridNya, bahkan mengangkatnya sebagai pemimpin para rasul dan pemimpin Gereja yang pertama.<br \/>\nPada mulanya, Simon bersama Andreas saudaranya, menjadi murid Yohanes Pemandi. Oleh Andreas, Simon diperkenalkan kepada Yesus, Sang Mesias yang dinanti-nantikan oleh seluruh bangsa Israel. \u201cKami telah menemukan Mesias, yaitu Kristus\u201d, kata Andreas kepada Simon. Pada saat itu, Yesus berkata kepada Simon, \u201cEngkau anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).(Yoh1:41-42) Kefas artinya wadas atau batu karang. Sejak saat itu, dia lebih dikenal dengan nama Petrus.<br \/>\nPetrus secara resmi berkeputusan mengikuti Yesus, Sang Mesias dengan meninggalkan segala-galanya, ketika ia menyaksikan mukzijat penangkapan ikan secara ajaib oleh Yesus. Kata Yesus kepada Petrus: \u201cBertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.\u201d Petrus berkata kepada Yesus: \u201cGuru, sepanjang malam kami bekerja keras, dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.\u201d Dengan kepercayaan itu, Petrus menyaksikan kuasa Yesus, Sang Mesias.\u201d Dan di depan Yesus yang penuh kuasa Ilahi itu Petrus bersujud: \u201cTuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa\u201d. Kepada Petrus yang rendah hati itu, Yesus berkata: \u201cJangan takut, mulai sekarang engkau akan menjala manusia\u201d. Setelah penyerahan diri ini, Petrus diperkenankan menyaksikan berbagai peristiwa dan akhirnya dipercayakan tugas menjadi pemimpin para rasul dan gembala kaum beriman.<br \/>\nDi samping kisah-kisah yang menampilkan pribadi Petrus sebagai orang kepercayaan Yesus, terdapat juga kisah Injil yang menampilkan pribadi Petrus sebagai seorang yang masih dangkal imannya dan belum memahami benar kehendak Allah atas diri Yesus. Dalam Mat16:21-28 dikisahkan tentang pemberitahuan Yesus tentang penderitaanNya, dan Petrus serta merta berkata: \u201cTuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau\u201d. \u201cEnyalah iblis. Engkau suatu batu sandungan bagiKu, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia\u201d, demikian teguran Yesus kepada Petrus. Ia juga menyangkal Yesus ketika Yesus ditangkap dan diadili. Mat26:30-35; 69-75).<br \/>\nSesudah kebangkitan Yesus, Petrus diangkat menjadi pemimpin keduabelas rasul dan gembala kaum beriman di Yerusalem. Petrus juga yang menerima orang kafir pertama ke dalam Gereja, dan memimpin konsili pertama di Yerusalem.<br \/>\nPaulus (Saulus) dilahirkan di Tarsus, Asia Kecil dari keluarga Yahudi yang berkewarganegaraan Romawi. Ia seorang terdidik dan belajar di Yerusalem pada Gamaliel, dari kelompok Farisi. Sebagai seorang Farisi yang fanatik, Saulus tiada henti mengejar dan memenjarakan murid-murid Yesus.<br \/>\nDalam perjalanan ke Damsyik, Yesus menangkapnya dan menjadikan dia seorang rasul untuk bangsa-bangsa kafir. Ia dipermandikan oleh Ananias. Ia menjelajahi seluruh daerah Laut Tengah untuk mewartakan Injil kepada bangsa-bangsa kafir. Perjalanan misinya senantiasa diwarnai dengan berbagai kesulitan dan pertentangan dengan kaum kafir. Di Yerusalem ia ditangkap oleh bangsa Yahudi, lalu dipenjarakan dan di bawa ke Roma, sebab ia naik banding kepada kaisar. Akhirnya ia dibebaskan. Tak lama kemudian, dia ditangkap lagi dan akhirnya menemui ajalnya sebagai martir di Roma pada tahun 67.<\/p>\n<p>Sumber<br \/>\nhttp:\/\/imankatolik.or.id\/kalender\/29Jun.html<br \/>\n<audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-1902-2\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"http:\/\/dailyfreshjuice.net\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/FJ2014-06-29-SIAPAKAH-AKU-INI-DANIEL-SISKA.mp3?_=2\" \/><a href=\"http:\/\/dailyfreshjuice.net\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/FJ2014-06-29-SIAPAKAH-AKU-INI-DANIEL-SISKA.mp3\">http:\/\/dailyfreshjuice.net\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/FJ2014-06-29-SIAPAKAH-AKU-INI-DANIEL-SISKA.mp3<\/a><\/audio><\/p>\n<\/div>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_1460\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-1902-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"http:\/\/dailyfreshjuice.net\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/FJ2014-06-29-SIAPAKAH-AKU-INI-DANIEL-SISKA.mp3?_=1\" \/><a href=\"http:\/\/dailyfreshjuice.net\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/FJ2014-06-29-SIAPAKAH-AKU-INI-DANIEL-SISKA.mp3\">http:\/\/dailyfreshjuice.net\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/FJ2014-06-29-SIAPAKAH-AKU-INI-DANIEL-SISKA.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"http:\/\/dailyfreshjuice.net\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/FJ2014-06-29-SIAPAKAH-AKU-INI-DANIEL-SISKA.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=1902-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"http:\/\/dailyfreshjuice.net\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/FJ2014-06-29-SIAPAKAH-AKU-INI-DANIEL-SISKA.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"FJ2014-06-29-SIAPAKAH-AKU-INI-DANIEL-SISKA.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HARI RAYA ST. PETRUS dan ST. PAULUS, Rasul Kis. 12:1-11;\u00a0Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9;\u00a02Tim. 4:6-8,17-18;\u00a0Mat. 16:13-19 Santo Petrus dan Paulus, Rasul Sejak semula Gereja menghormati kedua rasul, Petrus dan Paulus, secara bersama-sama. Kedua rasul ini dianggap sebagai&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":835,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1902","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/dipilih-untuk-melayani.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1902","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1902"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1902\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1904,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1902\/revisions\/1904"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/835"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1902"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1902"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1902"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}