{"id":1879,"date":"2014-06-27T09:37:47","date_gmt":"2014-06-27T02:37:47","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=1879"},"modified":"2014-06-27T09:37:47","modified_gmt":"2014-06-27T02:37:47","slug":"kuatir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=1879","title":{"rendered":"Kuatir"},"content":{"rendered":"<p><b id=\"yui_3_15_0_1_1403835496532_1055\"><span id=\"yui_3_15_0_1_1403835496532_1054\" style=\"text-decoration: underline;\">KUATIR<\/span><\/b><\/p>\n<div id=\"yui_3_15_0_1_1403835496532_1052\" align=\"center\">(Mencari Makna Sebuah Peristiwa)<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_1_1403835496532_1050\" align=\"center\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_1_1403835496532_951\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Belum lama berselang (Selasa, 24 Juni 2014) saya berpiknik ria di Air Terjun\u00a0<i id=\"yui_3_15_0_1_1403835496532_1049\">\u201cSri Gethuk\u201d<\/i>\u00a0\u2013 Playen, Wonosari,\u00a0Gunungkidul \u2013 Yogyakarta. Selama menikmati indahnya panorama yang indah itu \u2013 sementara naik\u00a0\u00a0<i id=\"yui_3_15_0_1_1403835496532_949\">gethek<\/i>\u00a0bermesin \u2013 orang di sebelahku kuatir akan acara besok malam. Raganya di\u00a0\u00a0<i>Sri Gethuk<\/i>, tetapi jiwanya\u00a0\u00a0membanyangkan apa yang akan terjadi di kemudian hari. Kemudian saya menasihati orang yang tidak saya kenal, \u201cMengkuatirkan\u00a0\u00a0hal yang belum terjadi besok sangat menghambat kehidupan kita hari ini. Sebaliknya jalani saja dengan santai dan\u00a0<i>relax\u00a0<\/i>kemudian menikmati hari ini sebaik-baiknya.<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_1_1403835496532_956\">Rasa kuatir sungguh menguras energi dan mencuri damai sejahtera kita. Yesus sendiri pernah bersabda,\u00a0<i>\u201cNolite ergo solliciti esse in crastinum. Crastinus enim dies sollicitus erit sibi ipsi: sufficit diei malitia sua\u201d<\/i>\u00a0\u00a0\u2013 sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari besok memunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari (Mat 6: 34). Kisah berikut ini mungkin membantu kita untuk merenungkan sabda Yesus. Seorang perwira Jepang masuk dalam penjara dan keesokan harinya akan disiksa. Semalan-malaman perwira itu tidak bisa tidur karena memikirkan\u00a0\u00a0peristiwa yang akan menimpa dirinya esok hari. Dalam kegelapan, pikirannya ingat akan sekelumit kata bijak dari\u00a0Siddartha\u00a0\u00a0Buddha Gautama (Lahir 583 seb.M), \u201cHari esok belum nyata.\u201d\u00a0\u00a0Maka orang itu berpikir lagi, \u201cAku akan disiksa baru esok pagi. Hari esok tidaklah nyata dan sekarang di sinilah kenyataan. Kemudian ia tidur nyenyak.\u201d<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_1_1403835496532_958\">\u201cUruslah perkara hari ini, maka perkara hari esok akan selesai dengan sendirinya\u201d kata Markus Marlon (1966 \u2013 sekarang) dalam suatu kesempatan. Kalau kita dengan sungguh-sungguh menjalani hidup ini dengan penuh kesadaran, maka hidup ini akan membahagiakan (Bdk. buku tulisan Antony de Mello dalam\u00a0\u00a0<i>Burung Berkicau<\/i>\u00a0dengan judul, \u201cKesadaran\u201d).\u00a0\u00a0Sudah terbukti sampai hari ini hidup kita tetap terpelihara sempurna karena kasih karunia-Nya yang berlimpah-limpah.<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_1_1403835496532_1067\">Seseorang pernah berkata, \u201cKalau begitu untuk apa kita hidup kuatir dan tertekan serta menderita?\u201d\u00a0\u00a0Mari bergairah dan bersukacita karena Tuhan sudah memberikan anugerah-Nya.<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_1_1403835496532_1065\"><i>Kamis, 26 Juni 2014<\/i>\u00a0\u00a0<b id=\"yui_3_15_0_1_1403835496532_1063\">Rm. Markus Marlon, MSC<\/b><\/div>\n<div><\/div>\n<div>Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis\u00a0<b id=\"yui_3_15_0_1_1403835496532_1063\">Rm. Markus Marlon, MSC\u00a0<\/b>&lt;markus_marlon@yahoo.com&gt;<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUATIR (Mencari Makna Sebuah Peristiwa) \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Belum lama berselang (Selasa, 24 Juni 2014) saya berpiknik ria di Air Terjun\u00a0\u201cSri Gethuk\u201d\u00a0\u2013 Playen, Wonosari,\u00a0Gunungkidul \u2013 Yogyakarta. Selama menikmati indahnya panorama yang indah itu \u2013 sementara naik\u00a0\u00a0gethek\u00a0bermesin \u2013&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":513,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-1879","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2014\/02\/kursi-romo.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1879","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1879"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1879\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1880,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1879\/revisions\/1880"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/513"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1879"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1879"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1879"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}