{"id":17157,"date":"2019-08-21T20:36:08","date_gmt":"2019-08-21T13:36:08","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=17157"},"modified":"2019-08-21T20:36:12","modified_gmt":"2019-08-21T13:36:12","slug":"today-21-agustus-2019-ketekunan-ayub","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=17157","title":{"rendered":"TODAY, 21 Agustus 2019: Ketekunan Ayub"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Ketekunan Ayub<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kata &#8220;ketekunan&#8221; (Yun. _hupomone_) menunjuk kepada ketabahan dalam situasi pencobaan apa pun yang kita hadapi tanpa kehilangan kepercayaan kepada Allah. Ketekunan ini lahir dari iman yang berkemenangan hingga akhir di tengah-tengah penderitaan (<a rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\" href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/verse.php?book=Ayb&amp;chapter=13&amp;verse=15&amp;tab=text\">Ayub 13:15<\/a>). Hasil dari tindakan-tindakan Allah terhadap Ayub menyatakan bahwa di dalam segala kesulitan Ayub, Allah sangat memperhatikannya dan dengan penuh kemurahan menyokong dia. Yakobus ingin kita tahu bahwa Allah memperhatikan seluruh umat-Nya dan bahwa di dalam penderitaan mereka Ia akan memelihara mereka dengan kasih dan kemurahan. (Sumber: Internet &#8211; Alkitab Sabda)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Setiap kali membaca Kisah Ayub, hatiku tertegun sejenak&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Keadaan memang sangat sulit bagi Ayub&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti membalikkan telapak tangan, yang begitu baik menjadi hancur berantakan&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Namun&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Yang membedakan adalah sikap menghadapi kenyataan&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun tidak sempurna&#8230;<br>Tetapi, setidaknya Ayub sudah memberikan yang terbaik&#8230;<br>Sehingga Allah memperhatikannya dan dengan penuh kemurahan menolong dia&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Mari belajar dari ketekunan dan kesabaran Ayub&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Karena semua penderitaan, semua kesukaran, semua permasalahan&nbsp; yang kita hadapi kini&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Akan dilihat semuanya oleh Allah&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Dan pada akhirnya pertolongan Tuhan akan turun atas setiap kita&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Asalkan kita tetap setia pada-Nya&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga ketekunan Ayub menjadi inspirasi kita bersama.<\/p>\n\n\n\n<p>Amin.<\/p>\n\n\n\n<p>(-fon-)\/ Fonny Jodikin<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Mereka disebut berbahagia sebab mereka tabah. Kalian sudah mendengar tentang kesabaran Ayub, dan kalian tahu bagaimana Tuhan pada akhirnya memberkati dia. Sebab Tuhan sangat berbelaskasihan dan baik hati.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>&#8212; Yakobus 5:11 (BIS\/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>\n\nSumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Fonny Jodikin (fjodikin@gmail.com)  \n\n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketekunan Ayub Kata &#8220;ketekunan&#8221; (Yun. _hupomone_) menunjuk kepada ketabahan dalam situasi pencobaan apa pun yang kita hadapi tanpa kehilangan kepercayaan kepada Allah. Ketekunan ini lahir dari iman yang berkemenangan hingga akhir di tengah-tengah penderitaan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14164,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-17157","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/bangku_umat_k7_1-min.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17157","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=17157"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17157\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17158,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17157\/revisions\/17158"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14164"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=17157"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=17157"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=17157"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}