{"id":16952,"date":"2019-07-28T11:28:05","date_gmt":"2019-07-28T04:28:05","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=16952"},"modified":"2019-07-28T11:28:07","modified_gmt":"2019-07-28T04:28:07","slug":"today-27-juli-2019-ajarilah-kami-untuk-mengerti-keadilan-mu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=16952","title":{"rendered":"TODAY, 27 Juli 2019: Ajarilah Kami Untuk Mengerti Keadilan-Mu"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Ajarilah Kami Untuk Mengerti Keadilan-Mu<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Saya tengah mengikuti kursus Alkitab kelas James (Kitab Yakobus) di Paroki.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan pada satu diskusi, ada seorang Ibu yang mengemukakan bahwa terkadang beliau bingung dengan keadilan Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengapa\n seolah mereka yang seolah begitu menyebalkan dalam keseharian, \njelas-jelas sering merugikan orang lain, malahan punya hidup yang nyaman\n dan baik?<\/p>\n\n\n\n<p>Dan ada tanggapan juga bahwa mereka yang kita anggap baik, malahan menderita, ataupun harus berpulang di usia yang cukup awal&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, di mana keadilan Tuhan?<\/p>\n\n\n\n<p>Dari diskusi ini, akhirnya ada kesimpulan yang ditarik&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Bahwa memang setiap tindakan kita harus kita pertanggungjawabkan nantinya&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Ada neraca untuk menimbang kebaikan dan dosa semasa hidup&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Dan nanti itulah yang akan menentukan&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Orang yang menyembah Tuhan dengan sungguh, percaya bahwa keadilan Tuhan tidak berhenti di dunia ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Boleh jadi memang dia orang yang licik, tetapi seolah diberkati dan diberi banyak kemudahan dalam hidup&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Tetapi, penghakiman Tuhan tidak berhenti pada saat ini&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Dan dalam agama Budha, kita pun pernah mendengar istilah &#8216;karma&#8217;.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada umat Kristiani, kita tahu adanya hukum tabur-tuai&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Ada yang langsung terjadi, ada yang memang bukan sekarang&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Tetap:<br>Dialah Tuhan!<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak ada yang bisa mengubah hal itu!<br>Keadilan-Nya- meskipun tidak kita mengerti pada saat ini&#8230;.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita percaya saja bahwa DIA punya cara-Nya sendiri&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>DIA tahu segala-galanya dan tiada yang tersembunyi di hadapan-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagian kita adalah tidak menjadi durhaka&#8230;<br>Tetapi menyembah-Nya dengan sungguh&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Dan terus memohon:<\/p>\n\n\n\n<p>Ajarilah kami untuk mengerti keadilan-Mu.<\/p>\n\n\n\n<p>Amin.<\/p>\n\n\n\n<p>(-fon-)\/ Fonny Jodikin<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Keadilan tidak difahami orang durhaka, tetapi orang yang menyembah TUHAN, sungguh-sungguh memahaminya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>&#8212; Amsal 28:5 (BIS\/Bahasa Indonesia Sehari-hari)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>\n Sumber&nbsp;KatolikIndonesia@yahoogroups.com&nbsp;penulis Fonny Jodikin (fjodikin@gmail.com) \n\n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ajarilah Kami Untuk Mengerti Keadilan-Mu Saya tengah mengikuti kursus Alkitab kelas James (Kitab Yakobus) di Paroki. Dan pada satu diskusi, ada seorang Ibu yang mengemukakan bahwa terkadang beliau bingung dengan keadilan Tuhan. Mengapa seolah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14171,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-16952","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/salib_sakristi_k7-min.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16952","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16952"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16952\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16953,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16952\/revisions\/16953"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14171"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16952"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16952"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16952"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}