{"id":1695,"date":"2014-06-10T09:06:18","date_gmt":"2014-06-10T02:06:18","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=1695"},"modified":"2014-06-10T09:06:18","modified_gmt":"2014-06-10T02:06:18","slug":"workaholic","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=1695","title":{"rendered":"Workaholic"},"content":{"rendered":"<div id=\"yui_3_15_0_1_1402365678707_1178\" align=\"center\"><b id=\"yui_3_15_0_1_1402365678707_1177\"><span id=\"yui_3_15_0_1_1402365678707_1176\" style=\"text-decoration: underline;\">WORKAHOLIC<\/span><\/b><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_1_1402365678707_1184\" align=\"center\">(Serpihan-Serpihan Kisah Yang Tercecer)<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_1_1402365678707_1185\" align=\"center\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_1_1402365678707_1174\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Belum lama ini (Jumat, 06 Juni 2014), saya melihat ada pemandangan yang indah sekali di perempatan jalan bilangan kota Palopo (Sulawesi Selatan). Namun pemandangan indah itu menjadi bergeser karena ada seorang lelaki yang sementara mengatur kendaraan (lalu-lintas) dan kelihatannya ia\u00a0\u00a0sedang\u00a0\u00a0<i>stress<\/i>. Setelah saya tanyakan kepada\u00a0\u00a0tukang becak, ternyata lelaki itu sudah pensiun dari profesinya sebagai polisi, namun ia sendiri belum siap untuk pensiun.\u00a0\u00a0<i id=\"yui_3_15_0_1_1402365678707_1186\">Post power syndrome!!<\/i><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_1_1402365678707_1187\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_1_1402365678707_1172\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Setiap manusia\u00a0\u00a0merasa dirinya tidak berarti\u00a0<i>(meaningless)<\/i>ketika mendapati dirinya tidak bekerja. Sebaliknya,\u00a0\u00a0manusia \u2013 menurut Abraham Maslow (1908 \u2013 1970) \u2013menjadi penuh jika ia menyatakan dirinya atau\u00a0\u00a0\u00a0<i>self-actualiazion<\/i>\u00a0dalam bekerja. Bekerja menjadi tolok ukur, sehingga orang takut dengan apa yang disebut:\u00a0\u00a0mengganggur,\u00a0\u00a0<i>non-job<\/i>\u00a0dan pensiun.\u00a0\u00a0Para rahib dan rubiah mengatakan bahwa kehidupan di biara itu menetapkan\u00a0<i>ora et labora<\/i>\u00a0sebagai gaya hidup. Bahkan rahib Kartusian (abad 12) berkata begini,\u00a0<i id=\"yui_3_15_0_1_1402365678707_1170\">\u201cNihil laboriosius est quam non laborare\u201d<\/i>\u00a0\u2013 Tidak ada sesuatu pun yang lebih melelahkan rahib daripada tidak bekerja.<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_1_1402365678707_1169\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_1_1402365678707_1168\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Orang dalam kategori\u00a0<i>workaholic<\/i>\u00a0\u00a0terjerat oleh demam kerja. Mereka hanya\u00a0\u00a0bekerja-bekerja-bekerja dan kalau pada suatu hari mereka tidak bisa bekerja lagi, maka hanya akan ada\u00a0kekosongan\u00a0\u00a0yang menganga di depan mereka. Di sinilah muncul istilah\u00a0<i>post power syndrome<\/i>. Dan kita boleh mengagungkan orang yang bekerja giat, namun di pihak lain, kita juga harus menyadari bahwa ada masa-masa untuk\u00a0\u00a0\u201cmenikmati\u201d\u00a0\u00a0<i>relax<\/i>\u00a0dan santai serta berangan-angan untuk memersiapkan diri pada masa pensiun (MPP).\u00a0\u00a0Di sini, ia mulai berpikir bagaimana ia mengisi waktunya secara menyenangkan dan berguna,\u00a0<i>\u201cdulce et utile.\u201d<\/i><\/div>\n<div><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_1_1402365678707_1158\">Jalan hidup manusia itu bagaikan\u00a0<i>cakra manggilingan<\/i>\u00a0(roda menggelinding). Ada masa di atas, namun juga suatu saat nanti akan di bawah. Untuk saat ini, ia mungkin\u00a0<i>powerful<\/i>\u00a0dan apa yang dikatakan ibarat \u201ctitah raja\u201d namun suatu saat nanti ia akan menjadi orang yang biasa bahkan\u00a0<i>nothing<\/i>. Sewaktu berkuasa ia ditakuti tetapi setelah pensiun ia dibenci, bahkan duduk di kursi roda pun tidak ada yang menengok, pun pula mantan anak buahnya yang dulunya\u00a0<i>\u201cmunduk-munduk\u201d<\/i>\u00a0\u2013 menunduk-nunduk\u00a0\u00a0\u2013\u00a0waktu berjalan di depannya kini pura-pura tidak tahu kalau mantan\u00a0<i>bos<\/i>-nya duduk terpukur di kursi roda.<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_1_1402365678707_1156\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_1_1402365678707_1043\">Saya pernah bertanya kepada seorang pengusaha sukses \u2013 pada suatu waktu \u2013 tentang makna hidup. Waktu itu, ia menjadi kecanduan kerja,\u00a0<i>workaholic\u00a0<\/i>demi anaknya yang dikasihinya. Dia bekerja-bekerja-bekerja dari pagi hingga malam sampai pada suatu saat anaknya yang dikasihinya itu terjerat narkoba.<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_1_1402365678707_1046\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_1_1402365678707_1049\"><i>Senin, 09 Juni 2014<\/i>\u00a0\u00a0\u00a0Rm.\u00a0<b id=\"yui_3_15_0_1_1402365678707_1047\">Markus Marlon MSC\u00a0<\/b><a id=\"yui_3_15_0_1_1402365678707_1152\" href=\"mailto:markus_marlon@yahoo.com\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow\" data-rapid_p=\"13\">markus_marlon@yahoo.com<\/a><\/div>\n<div><\/div>\n<div>Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WORKAHOLIC (Serpihan-Serpihan Kisah Yang Tercecer) \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Belum lama ini (Jumat, 06 Juni 2014), saya melihat ada pemandangan yang indah sekali di perempatan jalan bilangan kota Palopo (Sulawesi Selatan). Namun pemandangan indah itu menjadi bergeser karena&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":54,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-1695","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/panti-werdha-kasih-ayah-bunda.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1695","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1695"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1695\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1696,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1695\/revisions\/1696"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/54"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1695"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1695"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1695"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}