{"id":16575,"date":"2019-06-12T14:01:14","date_gmt":"2019-06-12T07:01:14","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=16575"},"modified":"2019-06-12T14:01:15","modified_gmt":"2019-06-12T07:01:15","slug":"today-11-juni-2019-ibadah-yang-terutama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=16575","title":{"rendered":"TODAY, 11 Juni 2019: Ibadah Yang Terutama"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Ibadah Yang Terutama<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Seberapa penting kita kelihatan beribadah di hadapan orang?<\/p>\n\n\n\n<p>Terlihat saleh, terlihat baik?<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, sampai di situ sajakah Ibadah kita?<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak kali kita melihat apa yang namanya &#8216;pencitraan&#8217;&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Upaya untuk terlihat baik di mata orang lain&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Semisal: pada hari ibu, banyak yang posting foto dengan Ibu atau foto Ibu&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, seberapa sering misalnya Anda mengunjungi Ibu Anda?<br>Atau setidaknya menelpon beliau?<\/p>\n\n\n\n<p>Mumpung beliau masih ada, bukankah itu yang seharusnya dilakukan?<br>Jadi, ada ataupun tidak hari ibu, bukankah sudah layak dan sepantasnya seorang anak menanyakan kabar ibunya?<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, mungkin Anda berdalih&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Ibu saya pernah membuat saya sangat sangat sangat sakit hati&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Tetapi, pengampunan ada di tangan kita&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Mau atau tidak itu saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Ah, bukankah kita pun mungkin pernah membuat Ibu kita perih hatinya juga?<\/p>\n\n\n\n<p>Ini salah satu contohnya&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Pencitraan&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Alkitab mengingatkan kita bahwa ada orang yang secara lahiriah menjalankan kewajiban agamanya dengan taat&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Tetapi pada dasarnya mereka menolak inti dari agama itu sendiri&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Mungkin butuh waktu untuk mengerti&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Mungkin butuh waktu juga untuk melihat dan memahami&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Bahwa pada akhirnya, yang terlalu agamis tanpa ada kasih Tuhan di dalam hidupnya, akan berujung pada peraturan yang kaku belaka&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Tanpa kasih, tanpa pengampunan&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Hidup taat secara ibadah tidak cukup, tanpa mengerti esensi dari agama itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Ah bukankah kita melihat betapa seringnya agama memecah belah dan mengadu domba para pengikutnya?<\/p>\n\n\n\n<p>Tak perlu tunjuk kiri-kanan dulu&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Mari kita teliti batin kita masing-masing&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Mungkin orang itu adalah saya&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk itulah saya harus belajar lebih baik lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga hidup saya tidak melulu hanya untuk terlihat baik, pencitraan lahiriah ibadah belaka&#8230;<br>Tetapi yang sungguh menjalankan kehendak-Nya dan melakukan firman-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga.<\/p>\n\n\n\n<p>(-fon-)\/ Fonny Jodikin<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah&nbsp;mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>&#8212; 2 Timotius 3:5<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Meskipun secara lahir, mereka taat menjalankan kewajiban agama, namun menolak inti dari agama itu sendiri. Jauhilah orang-orang yang seperti itu.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>&#8212; 2 Timotius 3:5 (BIS\/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>\n\nSumber&nbsp;KatolikIndonesia@yahoogroups.com&nbsp;penulis Fonny Jodikin (fjodikin@gmail.com)\n\n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ibadah Yang Terutama Seberapa penting kita kelihatan beribadah di hadapan orang? Terlihat saleh, terlihat baik? Lalu, sampai di situ sajakah Ibadah kita? Banyak kali kita melihat apa yang namanya &#8216;pencitraan&#8217;&#8230; Upaya untuk terlihat baik&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14170,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-16575","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/pintu_dalam_sakristi_k7-min.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16575","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16575"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16575\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16576,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16575\/revisions\/16576"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14170"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16575"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16575"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16575"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}