{"id":16502,"date":"2019-06-10T10:02:28","date_gmt":"2019-06-10T03:02:28","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=16502"},"modified":"2019-06-10T12:56:33","modified_gmt":"2019-06-10T05:56:33","slug":"today-31-mei-2019-bebaskanlah-aku-dari-kesusahan-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=16502","title":{"rendered":"TODAY, 31 Mei 2019: Bebaskanlah Aku Dari Kesusahan Ini"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Bebaskanlah Aku Dari Kesusahan Ini<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Perikop ini mengisahkan tentang Raja Hizkia yang sakit, kemudian disembuhkan Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat dia menderita, ini yang diungkapkannya kepada Tuhan:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Suaraku makin redup dan lemah, seperti burung dara aku berkeluh kesah. Mataku letih karena menengadah ke langit, TUHAN, bebaskanlah aku dari kesusahan ini.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>&#8212; Yesaya 38:14 (BIS\/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ketika kita dilanda kesusahan&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Mungkin hari-hari berlalu dengan lambat&#8230;<br>Detik, menit, jam pun demikian&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Tetapi yang patut dicontoh adalah&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Tiada hentinya Raja Hizkia mencari pertolongan dari Tuhan&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun dia tengah putus asa&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Dia berkeluh kesah kepada Tuhan&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan mengeluh tanpa sebab, tetapi karena keadaan sungguh sulit&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Dia butuh bicara kepada seorang Sahabat yang mengerti keadaannya&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Dia memohon kepada Allah&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Agar dibebaskan dari kesusahan ini&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika kita berbeban berat&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Kepada siapa kita mengadu?<br>Kepada manusia?<br>Tak jarang kita pun kecewa&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Karena terkadang manusia yang kita andalkan itu kemudian membocorkan ke orang lain misalnya&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Menjadi pribadi yang tidak bisa menyimpan rahasia&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Atau: mereka tidak memberi tanggapan seperti yang kita kehendaki&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun memang mereka&nbsp; yang benar dan kita yang salah&#8230;<br>Tetapi ketika tengah stres berat atau depresi, kita memandang dengan cara yang berbeda&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu bukannya sembuh, malah kita kecewa lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>Taruhlah harapan kepada Tuhan&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>DIA akan membebaskan kita dari permasalahan yang kita sendiri pikir takkan ada jalan keluar&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Percayakan hidup kita hanya kepada DIA.<\/p>\n\n\n\n<p>Tuhanlah Sang Penolong kita!<\/p>\n\n\n\n<p>(-fon-)\/ Fonny Jodikin<\/p>\n\n\n\n<p>\n\nSumber&nbsp;KatolikIndonesia@yahoogroups.com&nbsp;penulis Fonny Jodikin (fjodikin@gmail.com)\n\n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bebaskanlah Aku Dari Kesusahan Ini Perikop ini mengisahkan tentang Raja Hizkia yang sakit, kemudian disembuhkan Tuhan. Saat dia menderita, ini yang diungkapkannya kepada Tuhan: Suaraku makin redup dan lemah, seperti burung dara aku berkeluh&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14162,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-16502","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/meja_persiapan_romo-min.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16502","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16502"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16502\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16503,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16502\/revisions\/16503"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14162"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16502"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16502"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16502"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}