{"id":16008,"date":"2019-04-04T09:36:47","date_gmt":"2019-04-04T02:36:47","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=16008"},"modified":"2019-04-04T13:54:52","modified_gmt":"2019-04-04T06:54:52","slug":"today-3-april-2019-meneliti-kembali-perkataan-kita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=16008","title":{"rendered":"TODAY, 3 April 2019: Meneliti Kembali Perkataan Kita"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Meneliti Kembali Perkataan Kita<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Banyak kali kita baca komentar netizen yang seolah Mahabenar itu benar-benar menusuk hati&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal kenal juga tidak, ketemu juga tidak pernah&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Tetapi kata-katanya, luar biasa&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Dan tak jarang, kemudian&#8230;.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka yang berkomentar tajam, meskipun melalui media sosial itu&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu diperkarakan ke yang berwajib karena memang sudah keterlaluan&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Di masa Prapaskah ini, bahkan Paus Fransiskus pun kerap menyerukan&#8230;<br>Agar kita memperhatikan perkataan kita, juga jangan terlalu banyak bergosip.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun ini tidak mudah, setidaknya mari berlatih&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika tidak ada kata-kata baik yang bisa diucapkan, mungkin lebih baik diam&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Alkitab mengingatkan:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jawaban<\/strong><strong><sup>&nbsp;&nbsp;<\/sup><\/strong><strong>yang lemah lembut<\/strong><strong><sup>&nbsp;<\/sup><\/strong><strong>&nbsp;meredakan kegeraman,&nbsp;tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>&#8212; Amsal 15:1<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dengan jawaban yang ramah, kemarahan menjadi reda; jawaban yang pedas membangkitkan amarah.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>&#8212; Amsal 15:1 (BIS\/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Semoga kita bisa menjauhkan diri dari perkataan atau jawaban yang pedas&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Yang kemudian membangkitkan amarah bagi mereka yang mendengarnya&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak semua yang kita pikir lucu, bisa diungkapkan begitu saja&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Kita tak pernah tahu keadaan hati orang yang kita perbincangkan&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Dan bukankah kita juga jauh dari sempurna?<br>Oleh sebab itu, tak elok juga rasanya ketika merasa lebih baik dari orang lain dan merasa di atas angin&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu memperbolehkan diri ini bicara dengan nada kasar kepada orang lain&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Memang tak pernah mudah, tetapi marilah mencoba.<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga kita lebih baik lagi dalam mengendalikan perkataan kita.<\/p>\n\n\n\n<p>(-fon-)\/ Fonny Jodikin<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Fonny Jodikin (fjodikin@gmail.com)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Meneliti Kembali Perkataan Kita Banyak kali kita baca komentar netizen yang seolah Mahabenar itu benar-benar menusuk hati&#8230; Padahal kenal juga tidak, ketemu juga tidak pernah&#8230; Tetapi kata-katanya, luar biasa&#8230; Dan tak jarang, kemudian&#8230;. Mereka&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14126,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-16008","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/gelang_kbki_2018-min.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16008","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16008"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16008\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16009,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16008\/revisions\/16009"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14126"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16008"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16008"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16008"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}