{"id":15516,"date":"2019-01-18T11:12:10","date_gmt":"2019-01-18T04:12:10","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=15516"},"modified":"2019-01-18T11:12:12","modified_gmt":"2019-01-18T04:12:12","slug":"today-18-januari-dalam-nama-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=15516","title":{"rendered":"TODAY, 18 Januari: Dalam Nama Tuhan:"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Dalam Nama Tuhan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pagi ini saya membaca Kisah Para Rasul, terutama tentang perikop di mana Saulus yang nantinya kita kenal sebagai Paulus di awal bab 9 dengan bersemangat baja mengancam dan bahkan berniat membunuh murid-murid Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam ayat 21 pun kita bisa melihat bahwa semua orang terheran-heran ketika Saulus berubah:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata: &#8220;Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini?<\/strong><strong><sup>&nbsp;<\/sup><\/strong><strong>Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan membawa mereka ke hadapan imam-imam kepala?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>&#8212; Kis 9:21<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Di dalam Tuhan, tidak ada&nbsp; yang mustahil. Seperti Kisah Saulus, hatinya pun dibelokkan. Dia pun berbalik kepada Allah.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah tiba-tiba Yesus mendatanginya dalam perjalanan ke Damsyik.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan tidak berhenti sampai di situ, dia pun terus dalam keberanian mengajar dalam nama Tuhan sebagaimana terlihat di ayat-ayat berikutnya:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Setibanya di Yerusalem<\/strong><strong><sup>&nbsp;&nbsp;<\/sup><\/strong><strong>Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid.&nbsp;<\/strong><a rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\" href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/verse.php?book=44&amp;chapter=9&amp;verse=27\"><strong>9:27<\/strong><\/a><strong>&nbsp;Tetapi Barnabas<\/strong><strong><sup>&nbsp;&nbsp;<\/sup><\/strong><strong>menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia<\/strong><strong><sup>&nbsp;&nbsp;<\/sup><\/strong><strong>dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.<\/strong><strong><sup>&nbsp;<\/sup><\/strong><a rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\" href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/verse.php?book=44&amp;chapter=9&amp;verse=28\"><strong>9:28<\/strong><\/a><strong>&nbsp;Dan Saulus tetap bersama-sama dengan mereka di Yerusalem, dan dengan keberanian mengajar dalam nama Tuhan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>&#8212; Kis 9:26-28<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pertobatan, Saulus berbalik kepada Allah.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan sesudahnya dia pun dengan sungguh-sungguh berbakti kepada Allah melalui pengajaran yang terus diwartakannya.<br>Saulus menjadi contoh bagi kita bersama untuk tidak ragu dalam menyebarkan kabar baik, berita keselamatan kepada sekitar kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Nama Yesus, itu semua mungkin dan kita akan dimampukan serta diperlengkapi di sepanjang jalan kehidupan kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan ragu, terus melangkah di dalam firman dan kebenaran-Nya!<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam nama Tuhan, tiada yang mustahil di dalam DIA!<\/p>\n\n\n\n<p>(-fon-)\/ Fonny Jodikin<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber\u00a0KatolikIndonesia@yahoogroups.com\u00a0penulis Fonny Jodikin (fjodikin@gmail.com) <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam Nama Tuhan Pagi ini saya membaca Kisah Para Rasul, terutama tentang perikop di mana Saulus yang nantinya kita kenal sebagai Paulus di awal bab 9 dengan bersemangat baja mengancam dan bahkan berniat membunuh&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14163,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-15516","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/navikula-min.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15516","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15516"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15516\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15517,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15516\/revisions\/15517"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14163"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15516"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15516"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15516"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}