{"id":15510,"date":"2019-01-17T09:44:04","date_gmt":"2019-01-17T02:44:04","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=15510"},"modified":"2019-01-17T12:35:20","modified_gmt":"2019-01-17T05:35:20","slug":"today-17-januari-jangan-terlalu-banyak-menunda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=15510","title":{"rendered":"TODAY, 17 Januari: Jangan Terlalu Banyak Menunda"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Jangan Terlalu Banyak Menunda<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ada hari-hari di mana kita dihadapkan pada hal-hal yang dengan sengaja atau tidak, kita tunda&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8216;Ntar sok&#8217;, entar besok, nanti saja, nanti dulu&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Ada saja alasan dan dalih untuk tidak mengerjakannya&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Mungkin dalam hal ini, ada hal yang menghalangi kita untuk mengerjakannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Hambatan terbesar biasanya ada pada diri.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita tidak terlau berniat untuk menjalankan hal tersebut&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Entah sedang tidak &#8216;mood&#8217;, inginnya mengerjakan yang lainnya&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Atau dan sebagainya&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini pernah saya alami, ketika berhadapan dengan deadline&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Saya harus menulis, sementara belum ada ide di kepala.<\/p>\n\n\n\n<p>Masih &#8216;blank&#8217; (kosong) istilahnya&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Sudah dengan musik-musik mendukung yang biasa cukup juara dalam membantu penulisan&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Entah mengapa kali itu masih &#8216;ngeblank&#8217; juga&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Kadang dalam keadaan seperti ini, saya pun menunda&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika mencari-cari ayat atau tulisan mengenai penundaan ini, saya menemukan satu ayat yang cukup sering dipakai untuk mengurangi penundaan dari diri:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>&#8212; Yakobus 4:14<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Hidup kita memang sungguh singkat&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagaimana digambarkan di Alkitab: seperti uap yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Ada baiknya tidak terlalu banyak menunda&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Walau sekecil apa pun hal itu&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Terutama untuk mengungkapkan kepada Anak, Pasangan, Orangtua, dan mereka yang dekat di hati kita&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Bahwa kita sungguh mengasihi mereka&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan menunda apa yang bisa kita kerjakan saat ini&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Mari menimba motivasi diri untuk lebih baik lagi dalam hal ini!<\/p>\n\n\n\n<p>(-fon-)\/ Fonny Jodikin<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Fonny Jodikin (fjodikin@gmail.com)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jangan Terlalu Banyak Menunda Ada hari-hari di mana kita dihadapkan pada hal-hal yang dengan sengaja atau tidak, kita tunda&#8230; &#8216;Ntar sok&#8217;, entar besok, nanti saja, nanti dulu&#8230; Ada saja alasan dan dalih untuk tidak&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14113,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-15510","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/pintu-samping-sakristi-min-e1525758927740.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15510","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15510"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15510\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15511,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15510\/revisions\/15511"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14113"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15510"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15510"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15510"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}