{"id":14228,"date":"2018-05-27T21:15:03","date_gmt":"2018-05-27T14:15:03","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=14228"},"modified":"2018-05-27T21:15:03","modified_gmt":"2018-05-27T14:15:03","slug":"today-26-mei-genuine","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=14228","title":{"rendered":"TODAY, 26 Mei: Genuine"},"content":{"rendered":"<p id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_820\"><b id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_830\"><u id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_829\"><span id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_828\">Genuine<\/span><\/u><\/b><\/p>\n<p id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_827\">\n<p id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_822\"><span id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_821\">Berkunjung ke Gereja St. Mary of the Angels-Bukit Batok hari ini untuk Misa di Sabtu sore, saya diingatkan berulang kali melalui khotbah\u00a0<i id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_823\">Father Justin Lim, OFM<\/i>\u00a0mengenai &#8216;being genuine&#8217; .<\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_826\"><span id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_825\">Kata\u00a0<b id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_824\">GENUINE<\/b>\u00a0itu sendiri bila kita telaah artinya:\u00a0<b>asli, murni, nyata, tidak palsu (<i>not fake<\/i>)- searti dengan tidak diliputi kepura-puraan&#8230;<\/b><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_837\"><span id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_836\">Kata &#8216;genuine&#8217; dalam karya, menjadi tantangan tersendiri saat ini&#8230;<\/span><\/p>\n<p>Sebagai penulis yang mengandalkan media online&#8230;<\/p>\n<p>Saya amat menyadari bahwa banyak dari kami menjadi korban pelanggaran hak cipta&#8230;<\/p>\n<p>Dikarenakan tulisan kami diakui sebagai tulisan orang lain bermodalkan &#8216;copas&#8217; alias copy paste.<\/p>\n<p>Saya sendiri pernah mengalaminya&#8230;<\/p>\n<p>Ini bukan pertama kali&#8230;<\/p>\n<p>Banyak kali, ketika saya &#8216;search&#8217; tulisan yang cukup lama dan dianggap cocok oleh pemilik blog, tulisan itu kemudian bercokol di blog dia dan mengatasnamakan dia&#8230;<\/p>\n<p>Dulu saya berusaha menegur pemilik Blog yang bersangkutan, untuk kemudian mohon dia menuliskan nama saya sebagai penulis artikel tersebut&#8230;<br \/>\nTetapi terkadang sulit juga&#8230;<br \/>\nSelain orangnya tak mau, saya pun pernah kewalahan karena yang copas ternyata banyak&#8230;<\/p>\n<p>Akhirnya, saya tetap menjaga originalitas saya&#8230;<\/p>\n<p id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_839\"><span id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_838\">Tetap berupaya yang terbaik&#8230;<br \/>\nSehingga ketika orang membaca suatu tulisan, tanpa nama sekalipun, sudah kira-kira tahu: tulisan siapa ini&#8230;<\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_841\"><span id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_840\">Hanya saya tetap menghimbau bagi kita bersama, jangan lupa menuliskan sumber tulisan karena sebuah nama bagi Sang Penulis sangat berarti&#8230;<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saya terkadang juga sering melihat &#8216;before&#8217; &#8216;after&#8217; dari artis-artis ternama.<\/p>\n<p>Terutama dari Korea, Cina, Hollywood, dan mungkin juga Indonesia&#8230;<\/p>\n<p id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_843\"><span id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_842\">Mungkin karena tuntutan profesi, tuntutan lingkungan: mereka melakukan &#8216;touch up&#8217; atas wajah atau bagian tubuh lainnya.<\/span><\/p>\n<p>Wajah yang pertama muncul mengalami transformasi luar biasa, sehingga terkadang sulit dikenali&#8230;<\/p>\n<p id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_845\"><span id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_844\">Ada yang tetap mengandalkan wajah asli dengan operasi plastik di beberapa bagian untuk tampil lebih sempurna&#8230;<\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_847\"><span id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_846\">Pro dan kontra seputar hal ini, namun ya saya kira itu kembali ke pribadi masing-masing dan hati kita masing-masing&#8230;<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_849\"><span id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_848\">Di dunia ini, kita sering berhadapan dengan orang yang macam-macam tingkahnya&#8230;<\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_851\"><span id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_850\">Mungkin kita pun termasuk di dalamnya&#8230;<\/span><\/p>\n<p>Ada yang tulus, jujur, dan murni&#8230;<\/p>\n<p>Serta selalu beritikad baik&#8230;<\/p>\n<p>Namun ada kalanya: dipenuhi kepalsuan, kepura-puraan&#8230;<\/p>\n<p>Di depan baik, di belakang menusuk dalam-dalam&#8230;<\/p>\n<p>Ada juga yang baik di awalnya, kemudian karena sejumlah uang, berakhir dengan penipuan&#8230;<\/p>\n<p>Menghadapi orang yang macam-macam membuat kita seharusnya waspada&#8230;<\/p>\n<p>Berusaha lebih cerdik, dalam tuntunan Roh Kudus, semoga kita tidak terjebak&#8230;<br \/>\nSedangkan bagi kita semua: mari tetap berpegang teguh pada keimanan kita&#8230;<\/p>\n<p>Pada Allah dan kasih-Nya&#8230;<\/p>\n<p>Sehingga kita dapat memiliki hati yang murni dan hati nurani yang suci&#8230;<\/p>\n<p>Semoga kita bisa menjadi terang Allah dengan orisinalitas kita di mana pun di tempatkan.<\/p>\n<p>Amin.<\/p>\n<p>(-fon-)\/ Fonny Jodikin<\/p>\n<p id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_852\">\n<p id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_854\"><span id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_853\">Tujuan nasihat saya itu adalah supaya orang dapat memiliki hati yang murni dan hati nurani yang suci, serta sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, dan dengan demikian mereka dapat mengasihi sesamanya.<\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_15_0_2_1527430302100_855\">&#8212; 1 Timotius 1:5<\/p>\n<p>Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Fonny Jodikin &lt;fjodikin@gmail.com&gt;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Genuine Berkunjung ke Gereja St. Mary of the Angels-Bukit Batok hari ini untuk Misa di Sabtu sore, saya diingatkan berulang kali melalui khotbah\u00a0Father Justin Lim, OFM\u00a0mengenai &#8216;being genuine&#8217; . Kata\u00a0GENUINE\u00a0itu sendiri bila kita telaah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14145,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-14228","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/dinding_samping_k7-min.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14228","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14228"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14228\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14229,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14228\/revisions\/14229"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14145"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14228"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14228"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14228"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}