{"id":13883,"date":"2018-03-25T22:00:27","date_gmt":"2018-03-25T15:00:27","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=13883"},"modified":"2018-03-25T22:11:54","modified_gmt":"2018-03-25T15:11:54","slug":"duc-in-altum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=13883","title":{"rendered":"DUC IN ALTUM"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/docs.google.com\/uc?export=download&amp;id=1Th-Un3x70WMYcWIjBPxQvdhVXdcWWO7Z\" border=\"0\" \/><br \/>\nKaum muda pada jaman sekarang, banyak yang masih pasif akan kemampuan dirinya dan lingkungan sekitarnya. Kaum muda juga identic dengan ketidakmampuan dalam memanajemen waktu,kurang disiplin,individualis, dan bersikap acuh terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung disekitarnya. Maka untuk membangun kaum muda yang berkualitas dan aktif dibutuhkan tempat\/ lembaga dan juga kegiatan yang mendukung kaum muda tersebut untuk progresif, aktif dan kritis.<\/p>\n<p>Dan KMK Gunadarma kembali mengadakan kegiatan menarik di penghujung bulan februari kemarin bagi kaum muda katolik untuk meningkatkan diri menjadi pribadi yang lebih berkualitas dan berprogresif. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin dan inisatif yang diadakan setiap tahunnya. Kegiatan tersebut adalah <strong><em>Kaderisasi. Apa definisi sebenarnya dari kaderisasi ? <\/em><\/strong>\u00a0<em>\u201cKaderisasi itu sendiri adalah proses yang berulang-ulang,setiap hari. Yang dimana setiap perjalanan seseorang yang membentuknya juga dapat dinamakan kaderisasi. Dan kaderisasi KMK Gundarma adalah platform untuk mengarahkan cara seseorang berproses lebih dalam pelayanan\u201d<\/em>, ungkap Nico Demus Dharmawan sebagai Ketua Pelaksana Kaderisasi 2018.<\/p>\n<p>Kaderisasi tahun ini bertemakan <strong><em>Duc In Altum<\/em><\/strong> dengan beserta injilnya yaitu <strong><em>Lukas 5:4 \u201cBertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan\u201d<\/em><\/strong>. Makna dari tema dan injil tersebut adalah untuk mengajak kita untuk mengenali diri kita lebih dalam lagi untuk hal-hal apa saja yang ada didalam diri kita dan yang terjadi dalam diri kita yang dapat membentuk pribadi kita, lebih dalam lagi untuk peka terhadap sekitar kita dan tidak terus berada di zona nyaman dan mencoba keluar untuk melayani lebih.<\/p>\n<p>Sekitar 50 peserta yang berisikan mahasiswa mahasiswi aktif katolik mengikuti kaderisasi 2018, yang berlangsung 3 hari 2 malam dari tanggal 23-25 Februari 2018 di Villa Galic, Gadog Bogor. Begitu terlihat rasa antusias dan semangat dalam menyambut dan mengikuti acara ini. Yang membuat menarik kaderisasi 2018 adalah karna setiap halnya dikemas secara berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dimana tidak hanya mengenai mengolah diri sendiri (manajemen waktu, kedisplinan, kritis, dll) tetapi juga kesederhanaan dan keterpekaan terhadap lingkungan sekitar.<\/p>\n<p>Hal ini dapat dilihat dari setiap kegiatan yang sudah disiapkan oleh panitia kaderisasi 2018. Dimulai dari hari pertama keberangkatan , keberangkatan tahun ini dibuat teknis <em>\u201cNgeteng\u201d.<\/em> Secara singkat teknis keberangkatan ini mengajak peserta untuk menaiki kendaraan umum bersama kelompok keberangkatan yang sudah dibagi oleh panitia sebelumnya. Tujuan dari teknis keberangkatan ini adalah agar para peserta lebih peduli lagi dengan sekitar terutama dengan teman kelompok keberangkatannya.Selain itu teknis ini pun sedikit banyaknya membuat para peserta berinteraksi dengan masyarakat luar,terutama ketika mereka kehilangan arah tempat tujuan sehingga mereka pun harus bertanya kepada orang lain.<\/p>\n<p>Hal baru yang juga dilakukan dalam kegiatan ini adalah Exposure,dimana peserta diarahkan untuk terjun langsung dan dihadapkan kepada kehidupan social yang nyata.Peserta dipasang kan berdua dua dan mereka di minta untuk mencari uang tanpa ada modal yang diberikan ole panitia sebelumnya.Berbagai cara peserta lakukan untuk mendapatkan uang misalnya mengamen,menjadi tukang parkir,membantu berjualan,dan lainnya.Dari kegiatan ini dirasa banyak sekali nilai nilai positif yang dirasakan oleh para peserta.Mereka merasa benar benar \u201c<em>ter-kaderisasi\u201d<\/em>.<\/p>\n<p>Serangkaian kegiatan Kaderisasi selama 2 hari 3 malam,akhirnya pun di tutup dengan Misa Syukur.Misa dipimpin oleh Romo Pembina KMK Gunadarma,Rd.Ignatius Swasono yang berlangsung penuh hikmat.Setelah Misa selesai,dilanjutkan dengan foto Bersama dan persiapan perjalanan pulang.Terlihat wajah Lelah dari para peserta,namun semangat dan keceriaan mereka tetap terjaga.<\/p>\n<p>Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis <span class=\"u_b en_0 C4_Z2aVTcY\" data-test-id=\"message-from\"><span class=\"D_F rtlI_dz_sSg \">Gunadarma<span class=\"u_N C_Z1VRpVF\">\u00a0&lt;gunadarma.kmk@gmail.com&gt;<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p>Next Tapak Tilas 2018<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/sX9z8-VmvPk\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kaum muda pada jaman sekarang, banyak yang masih pasif akan kemampuan dirinya dan lingkungan sekitarnya. Kaum muda juga identic dengan ketidakmampuan dalam memanajemen waktu,kurang disiplin,individualis, dan bersikap acuh terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung disekitarnya. Maka&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12062,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-13883","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-sekitar","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/kmk-guna-darma.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13883","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13883"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13883\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13886,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13883\/revisions\/13886"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12062"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13883"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13883"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13883"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}