{"id":13586,"date":"2018-01-24T11:29:33","date_gmt":"2018-01-24T04:29:33","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=13586"},"modified":"2018-01-24T11:29:33","modified_gmt":"2018-01-24T04:29:33","slug":"jiwa-manusia-ingin-berbuat-baik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=13586","title":{"rendered":"JIWA MANUSIA INGIN BERBUAT BAIK"},"content":{"rendered":"<div id=\"yui_3_15_0_2_1516768103728_780\">Pernah suatu kali saya naik bus (omnibus vehiculum) dan duduk dekat seorang pemuda yang gagah. Di pemberhentian, ada seorang ibu hamil tua yang naik. Tanpa disuruh, pemuda itu mempersilakan ibu yang hamil itu untuk duduk di tempatnya.<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1516768103728_779\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1516768103728_763\">Lantas dalam hati saya berkata seperti yang dulu diucapkan oleh Cicero (106 &#8211; 43 seb. M),<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1516768103728_817\">\u201cAnimus hominis semper appetit agere aliquid\u201d \u2013 Jiwa manusia selalu ingin melakukan sesuatu.<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1516768103728_818\"><\/div>\n<div>Kita meyakini bahwa \u201cdunia ini tempat untuk saling membagi cinta\u201d. Mungkin kita pernah membaca kutipan ini, \u201cAurora Musis amica\u201d \u2013 sinar matahari adalah sahabat dari dewi-dewi seni, yang artinya: pagi yang cerah merupakan awal hari yang baik. Kebaikan alam itu pula yang membuat kita mudah berbagi dengan yang lain.<\/div>\n<div>\u201cNatura duce, errare numquam poteris&#8221; \u2013 dengan panduan alam engkau tidak pernah tersesat.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Carl Sagan (1934 &#8211; 1966) penulis buku \u201cPale Blue Dot\u201d mengisahkan bahwa nafas panjang yang kita tarik mengandung atom-atom yang juga pernah dihirup Abraham Lincoln (1809 &#8211; 1865 ), Alexander Agung (356 &#8211; 323 seb. M) dan para nabi dan para pahlawan negeri ini. Orang-orang yang berhati mulia itu telah memberikan virus \u00a0positif kepada kita untuk berbuat baik.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Itulah sebabnya, Winston Churchill (1847 &#8211; 1965) \u00a0pernah berkata, \u201cWe make a living by what we get, but we make a life by what we give\u201d \u2013 kita mendapat penghidupan dari yang kita dapatkan, tetapi kita mendapatkan kehidupan dari yang kita berikan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cBerbuat baik itu tidak sia-sia\u201d kata seorang sepuh. Dan ini juga dikatakan oleh Kahlil Gibran (1883 &#8211; 1931), \u00a0\u201cKita memupuk keyakinan bahwa kebaikan yang kita taburkan tidak pernah akan hilang, melainkan akan dikembalikan kepada kita lagi oleh Allah yang menyimpan semuanya dalam ingatan sunyi Tuhan\u201d<\/div>\n<div><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1516768103728_826\">Rabu, 24 Januari 2018<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1516768103728_827\">Markus Marlon<\/div>\n<p>Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Markus Marlon &lt;markus_marlon@yahoo.com&gt;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah suatu kali saya naik bus (omnibus vehiculum) dan duduk dekat seorang pemuda yang gagah. Di pemberhentian, ada seorang ibu hamil tua yang naik. Tanpa disuruh, pemuda itu mempersilakan ibu yang hamil itu untuk&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":335,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-13586","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/orgel.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13586","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13586"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13586\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13587,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13586\/revisions\/13587"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/335"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13586"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13586"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13586"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}