{"id":13576,"date":"2018-01-22T20:39:19","date_gmt":"2018-01-22T13:39:19","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=13576"},"modified":"2018-01-22T20:39:19","modified_gmt":"2018-01-22T13:39:19","slug":"hidup-itu-singkat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=13576","title":{"rendered":"HIDUP ITU SINGKAT"},"content":{"rendered":"<div id=\"yui_3_15_0_2_1516628265441_797\">Pernah suatu kali, saya menunggu sahabat saya di sebuah perusahaan. Saya menunggu karena direktur sedang memberikan briefing kepada para karyawan.<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1516628265441_824\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1516628265441_512\">Saya sengaja menunggu, karena briefing tentu waktunya tidak lama. Dan benar, dalam beberapa menit, teman saya ini sudah keluar dari kantornya.<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1516628265441_825\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1516628265441_719\">\u201cViva est brevis\u201d \u2013 hidup itu singkat. Orang Jawa memunyai ungkapan, \u201curip iku mung mampir ngembe\u201d dan Kitab Amsal menulis, \u201cHidup kita seperti bayang-bayang berlalu!\u201d Itulah sebabnya, Horance (&#8230;.) menulis, \u201cVita est brevis spem nos vetat in cohare longam\u201d \u2013 hidup yang singkat mengubur khayalan kosong. Intinya, hidup yang singkat itu, jangan disia-siakan hanya dengan melamun.<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1516628265441_524\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1516628265441_525\">Yang dibutuhkan dalam \u201chidup yang pendek\u201d itu \u201ctake action\u201d dan kurangi menyalahkan lingkungan sekitar. Ini sudah dikatakan oleh Pepatah India, \u201cOrang yang tidak becus menari akan menyalahkan lantai.\u201d \u00a0Kita ini seolah-olah berpacu dengan waktu, seperti yang dikatakan Kahlil Gibran (1883 \u2013 1931), \u201cYesterday is but today\u2019s memory and tomorrow is today\u2019s dream\u201d \u2013 Kemarin hanya menjadi ingatan hari ini dan besok adalah mimpi dari hari ini.<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1516628265441_830\"><\/div>\n<div>Socrates (469 \u2013 399 seb. M) berkenaan dengan \u201cVita est brevis\u201d ini menulis, \u201cTerminat hora diem; terminat auctor opus\u201d \u2013 Jam diselesaikan oleh hari, penulis menyelesaikan pekerjaannya. Ia hendak mengatakan bahwa hidup manusia ada rentang masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. Tak mungkin kita akan kembali ke masa lalu. Yang bisa kita buat hanyalah belajar, menyesali, meratapi dan memaknai masa lalu yang telah berlalu.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Senin, 22 Januari 2018<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1516628265441_831\">Markus Marlon<\/div>\n<p>Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Markus Marlon &lt;markus_marlon@yahoo.com&gt;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah suatu kali, saya menunggu sahabat saya di sebuah perusahaan. Saya menunggu karena direktur sedang memberikan briefing kepada para karyawan. Saya sengaja menunggu, karena briefing tentu waktunya tidak lama. Dan benar, dalam beberapa menit,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":513,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-13576","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2014\/02\/kursi-romo.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13576","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13576"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13576\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13577,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13576\/revisions\/13577"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/513"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13576"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13576"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13576"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}