{"id":13514,"date":"2018-01-12T10:45:50","date_gmt":"2018-01-12T03:45:50","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=13514"},"modified":"2018-01-12T10:45:50","modified_gmt":"2018-01-12T03:45:50","slug":"tiap-orang-berharap-hidupnya-berguna","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=13514","title":{"rendered":"TIAP ORANG BERHARAP HIDUPNYA BERGUNA"},"content":{"rendered":"<div id=\"yui_3_15_0_2_1515728583472_932\">Ada seorang bapak yang nglokro dan merasa bahwa hidupnya kini, tidak berguna. Setelah pensiun, ia merasa sebagai pengangguran, padahal selama ia ngantor, dirinya menjadi jujugan anak buahnya. Apa yang dicemaskan kini terjadi, \u00a0yakni post power syndrome. Ia merasa kini hidupnya \u201cmeaningless\u201d \u2013 tak berarti.<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1515728583472_952\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1515728583472_931\">Orang yang \u201cmerasa diri tidak berguna\u201d sungguh-sungguh menyedihkan. Ini yang sering dikatakan Ibu Teresa Calcutta (1910 \u2013 1997) sebagai penyakit yang mengerikan. Puncak dari rasa ketidak ergunaan membawa orang pada bunuh diri (suicide).<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1515728583472_928\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1515728583472_962\">\u201cOrang yang tidak berguna\u201d dalam Injil ditulis secara gamblang, \u201cKapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik akan ditebang dan dibuang ke dalam api\u201d (Luk 3: 9). \u201cNon faciens fructum bonum\u201d \u2013 tidak menghasilkan buah yang baik, artinya pohon itu tidak \u00a0berguna dan dengan tegas akan ditebang dan dibuang.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Hidup manusia itu tertuju pada orang, \u201cman for others\u201d. Dengan berkontribusi, hidup kita menjadi berguna. Ingat pepatah Latin yang berbunyi, \u201cNil sine magno labore vita dedit mortalibus\u201d \u2013 tanpa kerja keras, kehidupan tak memberikan apa pun kepada manusia. \u00a0Orang Latin pun berkata, \u201cLonga est vita si plena est\u201d \u2013 hidup itu panjang, apabila penuh (dengan perbuatan yang berguna).<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Jika malam tiba, seseorang tentu akan mawas diri dan berkata, \u201cAku bersyukur, karena tadi pagi diijinkan menjadi berkat bagi saudaraku.\u201d Di sini, dia boleh berkata, \u201cIs fecit, cui prodest\u201d \u2013 barangsiapa yang berguna, dia telah berbuat.<\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-467819258yMail_cursorElementTracker_1515684931522\"><\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-467819258yMail_cursorElementTracker_1515684933010\">Kamis, 11 Januari 2018<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1515728583472_964\">Markus Marlon<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Markus Marlon &lt;markus_marlon@yahoo.com&gt;<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada seorang bapak yang nglokro dan merasa bahwa hidupnya kini, tidak berguna. Setelah pensiun, ia merasa sebagai pengangguran, padahal selama ia ngantor, dirinya menjadi jujugan anak buahnya. Apa yang dicemaskan kini terjadi, \u00a0yakni post&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":512,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-13514","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2014\/02\/kursi-lama.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13514","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13514"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13514\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13515,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13514\/revisions\/13515"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/512"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13514"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13514"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13514"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}