{"id":13494,"date":"2018-01-09T08:54:00","date_gmt":"2018-01-09T01:54:00","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=13494"},"modified":"2018-01-09T21:30:48","modified_gmt":"2018-01-09T14:30:48","slug":"melepaskan-kehormatan-diri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=13494","title":{"rendered":"MELEPASKAN KEHORMATAN DIRI"},"content":{"rendered":"<div id=\"yui_3_15_0_2_1515462547995_796\">Ada seorang pejabat tinggi yang tiba-tiba datang ke sebuah tempat yang kumuh. Tanpa memandang bahwa dirinya seorang pejabat, ia ingin berjumpa dengan seorang bapak yang telah menyelamat nyawa anaknya.<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1515462547995_798\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1515462547995_801\">Pejabat tinggi ini masuk rumah yang kumuh, kotor dan berbau busuk serta mencium tangan bapak penyelamat anaknya. Ini mirip adegan Priamus, ayah Paris yang \u00a0mundhuk-mundhuk (minta dengan sangat) kepada Achilles untuk mengambil jenazah Hektor (Bdk. \u201cMitologi Yunani\u201d tulisan Edith Hamilton, hlm. 178).<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Demi orang yang dikasihi atau \u00a0demi kesembuhan, kadang orang rela berbuat apa saja, tanpa memandang jabatan atau martabatnya. Naaman, seorang panglima raja Aram adalah orang yang sangat terpandang. \u00a0Dan ia mau diperintah seorang Nabi untuk mandi di sungai Yordan. Dan sembuh, \u201cbecame clean like that of a young boy\u201d \u2013 sembuhlah dirinya dan pulih, tubuhnya kembali seperti anak dan ia menjadi tahir (2 Raj 5: 14).<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Diogenes dari Sinope (meninggal 323 seb. M) \u00a0dikenal dengan sebutan \u201csi anjing\u201d (dalam bahasa Yunani kunikos yang berarti anjing). Hal itu dikarenakan ia sangat berani dalam menyatakan pandangannya layaknya seekor anjing yang menyalak.<\/div>\n<div><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1515462547995_806\">Suatu hari ia ditangkap oleh perampok dan dijual sebagai budak. Namun, ketika berada di pasar budak, Diogenes pun berkata, \u201cJuallah aku ke orang itu. Dia membutuhkan seorang budak!\u201d (William Barcley dalam bukunya yang berjudul, \u201cPemahaman Alikitab Setiap Hari \u2013 Injil Markus\u201d, hlm. 209). \u00a0Berani mengucapkan kata-kata seperti Dionegenes itu, diperlukan pelepasan kehormatan. Dan itu bukan perkara gampang.<\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-1891424830yMail_cursorElementTracker_1515426611154\"><\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-1891424830yMail_cursorElementTracker_1515426612361\">Selasa, 8 Januari 2018<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1515462547995_807\">Markus Marlon<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Markus Marlon &lt;markus_marlon@yahoo.com&gt;<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada seorang pejabat tinggi yang tiba-tiba datang ke sebuah tempat yang kumuh. Tanpa memandang bahwa dirinya seorang pejabat, ia ingin berjumpa dengan seorang bapak yang telah menyelamat nyawa anaknya. Pejabat tinggi ini masuk rumah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":752,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-13494","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2014\/02\/atas-tirai.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13494","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13494"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13494\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13495,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13494\/revisions\/13495"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/752"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13494"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13494"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13494"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}