{"id":13474,"date":"2018-01-05T19:05:34","date_gmt":"2018-01-05T12:05:34","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=13474"},"modified":"2018-01-05T19:05:34","modified_gmt":"2018-01-05T12:05:34","slug":"kehidupan-itu-seperti-lari-maraton","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=13474","title":{"rendered":"KEHIDUPAN ITU SEPERTI LARI MARATON"},"content":{"rendered":"<div id=\"yui_3_15_0_2_1515153645643_776\">Ada orang yang terburu-buru dalam hidup. Dia ingin semuanya serba cepat. Ini yang sering disebut dengan lari sprint: lari jarak pendek dengan kecepatan penuh. Karena serba ingin cepat, maka tidak ada waktu untuk refreshing maupun relax. Sepertinya kurang menikmati hidup.<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1515153645643_798\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1515153645643_799\">Ya benar, kehidupan ini bukanlah lari jarak pendek. Kehidupan adalah lari maraton. Kehidupan bukanlah satu pertempuran tunggal, melainkan perjuangan yang panjang. Dan kehidupan itu sendiri sangat kompleks. Masalah yang satu rampung, datang lagi yang berikut dan sepertinya tidak berkesudahan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1515153645643_804\">Menyadari bahwa kehidupan itu panjang, kita perlu berkaca pada buku yang berjudul, \u201cStreams in the desert\u201d \u2013 sungai di padang gurun, L.B. Cowman menulis agar kita tidak \u201cngaya\u201d (Bhs. Jawa, artinya: do not force yourself \u2013 tidak memaksakan dirinya sendiri). Dalam kisah ini, ia menyajikan kisah Yakub dan bukan Esau, \u201cAku mau dengan hati-hati beringsut maju menurut langkah hewan, yang berjalan di depanku dan menurut langkah anak-anak (Kej. 33: 14). Hewan itu dibiarkan \u201cas fast as they were able to endure\u201d \u2013 melangkah semampu mereka.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cHidup itu tidak usah buru-buru\u201d tulis Arvans Pradiansyah dalam bukunya yang berjudul, \u201cThe 7 Laws of Happiness\u201d. Ia mengajak untuk merenungkan setiap peristiwa hidup bak bernafas panjang. Mungkin sama seperti yang diminta oleh John Bunyan (1628 \u2013 1688), penulis \u201cThe Pligrim\u2019s Progress\u201d yang legendaris itu. Ia \u00a0menuliskan agar hati-hati (take care) \u00a0sampai akhir, sebab di pintu gerbang surga, ada jalan menuju neraka. Orang bertahan sampai pada kesudahannya, akan selamat.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Jumat, 5 Januari 2018<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1515153645643_807\">Markus Marlon<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Markus Marlon &lt;markus_marlon@yahoo.com&gt;<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada orang yang terburu-buru dalam hidup. Dia ingin semuanya serba cepat. Ini yang sering disebut dengan lari sprint: lari jarak pendek dengan kecepatan penuh. Karena serba ingin cepat, maka tidak ada waktu untuk refreshing&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9279,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-13474","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/IMG_2543.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13474","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13474"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13474\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13475,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13474\/revisions\/13475"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9279"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13474"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13474"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13474"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}