{"id":13369,"date":"2017-12-16T22:08:45","date_gmt":"2017-12-16T15:08:45","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=13369"},"modified":"2017-12-17T18:31:43","modified_gmt":"2017-12-17T11:31:43","slug":"kecewa-karena-berharap-pada-orang-lain-terlalu-banyak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=13369","title":{"rendered":"KECEWA, KARENA BERHARAP PADA ORANG LAIN, TERLALU BANYAK"},"content":{"rendered":"<div id=\"yui_3_15_0_2_1513436485076_785\">Seorang bapak muda memunyai keponakan yang butuh bantuan. Setelah mengadakan kesepakatan dengan istrinya, suami diperkenankan membiayai sekolah ponakan.<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1513436485076_786\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1513436485076_787\">Setelah sekolah dan kemudian kuliah, akhirnya ponakan diwisuda. \u00a0Tetapi betapa kecewanya sepasang suami &#8211; istri ini, ketika anaknya sendiri mau kuliah, ponakan tidak mau membantu. Ketika keluarga ini sedang ada masalah, ponakan tidak menengok sedetik pun.<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1513436485076_788\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1513436485076_789\">Manusia adalah ahli dalam memberi harapan, yang saat ini memunyai istilah PHP (Pemberi Harapan Palsu). Dengan adanya \u201cjarak\u201d dan \u201cwaktu yang bergulir\u201d sang pemberi harapan \u00a0pun mulai ingkar janji. Lihat saja orang yang sedang mau berpisah. Hari pertama, mereka saling memberi kabar dan berjanji akan menjadi sahabat selamanya. Lama-lama, janji itu pun ditelan masa, tak berbekas.<\/div>\n<div><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1513436485076_804\">Banyak di antara kita yang \u201cmenanam kebaikan pada orang lain\u201d menjadi kecewa. Kecewa \u00a0karena terbersit suatu harapan, \u201csemoga mereka akan membalas budi!\u201d Ini yang dalam bahasa Latin disebut, \u201cdo ut des\u201d \u2013 Aku memberi supaya engkau juga memberi. Orang lupa dengan sabda Yesus, \u201cBut when you do a charitable deed, do not let your left hand know what your right hand is doing\u201d \u2013 \u00a0Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu (Mat 6: 3).<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Ingat lagu, \u201cYesus, Andalanku yang sering dinyanyikan pada doa Kerahiman Ilahi?\u201d \u00a0Ternyata St. Faustina Kowalska (1905 \u2013 1938) memiliki ungkapan, \u201cTurris fortis mihi Deus\u201d \u2013 Tuhanlah benteng yang kuat bagiku. \u00a0Kita tidak bisa berharap lebih kepada orang lain. Dan \u00a0kita tidak perlu \u00a0mencari \u201cdi luar\u201d diri kita sendiri. \u00a0\u201cA contented mind is a perpetual feast\u201d \u2013 kepuasan batin membuat orang bahagia dan tidak berharap pada orang lain, terlalu banyak.<\/div>\n<div><\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-1094854336yMail_cursorElementTracker_1513436238837\">Sabtu, 16 Desember 2017<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1513436485076_809\">Markus Marlon<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Markus Marlon &lt;markus_marlon@yahoo.com&gt;<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang bapak muda memunyai keponakan yang butuh bantuan. Setelah mengadakan kesepakatan dengan istrinya, suami diperkenankan membiayai sekolah ponakan. Setelah sekolah dan kemudian kuliah, akhirnya ponakan diwisuda. \u00a0Tetapi betapa kecewanya sepasang suami &#8211; istri ini,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":875,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-13369","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/altar-maria-2.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13369","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13369"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13369\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13370,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13369\/revisions\/13370"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/875"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13369"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13369"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13369"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}