{"id":13269,"date":"2017-12-05T21:04:20","date_gmt":"2017-12-05T14:04:20","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=13269"},"modified":"2017-12-05T21:04:20","modified_gmt":"2017-12-05T14:04:20","slug":"hidup-koq-makin-ke-sini-makin-berat-aja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=13269","title":{"rendered":"HIDUP KOQ MAKIN KE SINI, MAKIN BERAT AJA"},"content":{"rendered":"<div id=\"yui_3_15_0_2_1512482318178_780\">Ada seorang ibu yang sudah menjadi oma berkata, \u201cDulu ketika saya masih sebagai ibu muda, mengira bahwa setelah punya cucu, lepaslah saya dari masalah keluarga. Tetapi ternyata, masalah itu datang silih berganti.<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1512482318178_507\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1512482318178_784\">Permasalahan yang datang silih berganti ini \u00a0menurut Shakespeare (1564 \u2013 1616) dalam drama tragedi yang berjudul, \u201cMacbeth\u201d dilukiskan sebagai \u00a0penyakit neurosis. Ini terjadi dalam diri Lady Macbeth \u2013 yang hidupnya tidak tenang, \u201cmbingungi\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1512482318178_807\">Dalam bukunya Divina Comedia, \u00a0jilid yang disebut Inferno, Dante (1265 \u2013 1321) \u00a0menggambarkan bahwa neraka itu \u00a0terdiri dari macam-macam lingkaran yang makin lebih dalam di kulit bumi. Lingkaran yang paling rendah, juga merupakan \u00a0lingkaran paling sempit dan panas.<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1512482318178_811\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1512482318178_810\">Manusia zaman now \u00a0itu bagaikan hidup dalam inferno atau jurang yang dalam dan tidak tahu lagi bagaimana keluarnya, \u00a0\u201cDe profundis clamavi ad te, &#8230;\u201d \u2013 dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu&#8230; (Mzm 130). Relasi dengan pasangan pengap, ekonomi yang menghimpit, \u201cgali lobang tutup lobang\u201d, urusan menantu dan ipar-ipar yang menghantui serta dagelan politik yang membuat geram. \u00a0Maka, tak heranlah kalau ada seorang ibu separuh baya yang berkata, \u201cHidup koq makin ke sini, makin berat aja!\u201d<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1512482318178_809\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1512482318178_808\">Sekali lagi, manusia zaman now itu kesepian dalam keramaian. Mereka memunyai banyak pertemanan di dunia maya, group WA, FB, Twitter \u00a0yang jumlahnya ribuan, tetapi mereka bukan teman senyatanya. Di sinilah orang mengalami neurosis eksistensial atau kecemasan. Mereka selalu bertanya, \u201cUntuk apakah saya hidup. Menuju ke manakah saya sekarang dan Bagaimana saya menemukan tujuan itu?\u201d<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1512482318178_842\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1512482318178_843\">Selasa, 5 Desember 2017<\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-190790067yMail_cursorElementTracker_1512454519453\">Markus Marlon<\/div>\n<p>Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Markus Marlon &lt;markus_marlon@yahoo.com&gt;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada seorang ibu yang sudah menjadi oma berkata, \u201cDulu ketika saya masih sebagai ibu muda, mengira bahwa setelah punya cucu, lepaslah saya dari masalah keluarga. Tetapi ternyata, masalah itu datang silih berganti. Permasalahan yang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":478,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-13269","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2014\/02\/pilar.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13269","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13269"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13269\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13270,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13269\/revisions\/13270"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/478"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13269"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13269"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13269"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}