{"id":13263,"date":"2017-12-04T17:35:44","date_gmt":"2017-12-04T10:35:44","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=13263"},"modified":"2017-12-04T17:35:44","modified_gmt":"2017-12-04T10:35:44","slug":"non-serviam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=13263","title":{"rendered":"NON SERVIAM"},"content":{"rendered":"<div id=\"yui_3_15_0_2_1512382259798_797\">Ketika beberapa hari menjelang kematiannya, \u201cMors ultima linea rerum est\u201d \u2013 kematian adalah nafas terakhir dari segalanya, \u00a0seseorang pernah berkata kepada saya, \u201cKalau saya diberi kesempatan hidup yang kedua kali, maka saya akan banyak melayani, mengabdi, membantu sesama\u201d. Katanya lagi, \u201cHidup menjadi bahagia, kalau bermakna bagi sesama\u201d. Persis seperti yang dikatakan Nabi Muhamad SAW, \u201cSebaik-baiknya orang adalah mereka yang bermanfaat!\u201d<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1512382259798_822\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1512382259798_826\">Ini sangat berbeda dengan yang dikatakan Lucifer, \u201cnon serviam\u201d \u2013 tidak mau mengabdi. Bahkan dalam kisah terkenal Doctor Faustus tulisan Johann Wolfgang von Goethe (1749 \u2013 1832) itu, Lucifer sangat berperan aktif. \u00a0Publius Syrus (85 \u2013 43 seb. M) pun berani berkata, \u201cBrevis ipsa vita est, sed malis fit longior\u201d \u2013 hidup itu sendiri adalah pendek, tetapi kejahatan itu (usiaya) lebih panjang. Lucifer hingga hari ini \u201cmasih hidup\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1512382259798_828\">Mahamalikat, si Lucifer \u2013 menurut Kitab Suci \u2013 \u00a0memberontak dan dihancurkan oleh Mikael. \u201cNon serviam\u201d \u2013 saya tidak mau mengabdikan diri pada Tuhan, adalah kata-kata Lucifer yang terkenal itu. Akibatnya amat sekali. Dulu raut mukanya ganteng sekali. Namun, sesudah ucapan yang berani itu, mukanya menjadi lebih jelek daripada muka kura-kura (MAW Brouwer, Kompas 5 April 1971).<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Di jawa ada istilah enthengan atau suka membantu orang lain. Dan dilihat dari wajahnya tampak sumringah, ganteng dan cantik. Sebaliknya, \u00a0orang-orang yang cugetan, tidak suka membantu sesama, pelit \u2013 barangkali \u2013 \u00a0wajahnya akan jelek seperti kura-kura.<\/div>\n<div><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1512382259798_829\">Minggu, 3 Desember 2017<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1512382259798_830\">Markus Marlon<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Markus Marlon &lt;markus_marlon@yahoo.com&gt;<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika beberapa hari menjelang kematiannya, \u201cMors ultima linea rerum est\u201d \u2013 kematian adalah nafas terakhir dari segalanya, \u00a0seseorang pernah berkata kepada saya, \u201cKalau saya diberi kesempatan hidup yang kedua kali, maka saya akan banyak&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":725,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-13263","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2014\/02\/pilar-depan-kanan.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13263","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13263"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13263\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13264,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13263\/revisions\/13264"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/725"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13263"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13263"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13263"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}