{"id":13193,"date":"2017-11-19T21:19:06","date_gmt":"2017-11-19T14:19:06","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=13193"},"modified":"2017-11-19T21:19:06","modified_gmt":"2017-11-19T14:19:06","slug":"berani-mengarungi-samodra-kehidupan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=13193","title":{"rendered":"BERANI MENGARUNGI SAMODRA KEHIDUPAN"},"content":{"rendered":"<div id=\"yui_3_15_0_2_1511099531190_804\">Ada seseorang yang berpendirian teguh dalam meraih sesuatu hal. Ia tidak mau mundur selangkah pun untuk menemukan yang terbaik. Ia terinspirasi dengan ucapan Horatius (65 \u2013 8 seb. M ), \u201cQui studet optatam cursu contingere metan, multa tulit fecitque puer\u201d \u2013 Barangsiapa yang dalam perjalanan hidupnya berusaha untuk mencapai puncak tertinggi, maka dia sejak kecil harus (mau) menderita dan berbuat banyak.<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1511099531190_805\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1511099531190_806\">Keberanian untuk berjuang inilah yang menghasilkan orang-orang yang berjiwa spartan. Dalam dirinya ada darma (Bhs. Sansekerta artinya: kewajiban, tugas). \u00a0Dan dharma yang terkenal itu terdapat dalam diri Arjuna yang diwejang oleh Khrisna dalam Bagavadgita. Setelah mendapatkan piwulang, maka hati Arjuna menjadi teguh dan berprinsip untuk menumpas tapis kebatilan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1511099531190_816\">Dalam mitologi, kita kenal pahlawan Yunani yang bernama Achilles. Oleh peramal di gunung Delphi, dia akan mati dalam medan perang karena memiliki kelemahan di tumitnya (Achilles\u2019 tendon). Meskipun demikian, ia tetap maju. Dan akhirnya dibunuh oleh Hector. \u00a0Kisah ini yang mengilhami seorang novelis Inggris, Sir Hugh Walpole (1884 \u2013 1941) untuk menulis novel dengan judul, \u201cFortitude\u201d. Novel ini berisi kisah tentang Peter, yang keyakinannya adalah, \u201cYang penting bukanlah kehidupan, melainkan keberanian yang kita bawa pada kehidupan.\u201d<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Kata \u201ckeberanian\u201d ini sering kita dengar dalam pepatah Inggris, \u00a0\u201cThe courage to approach on good luck\u201d \u2013 keberanian mendekatkan pada nasib baik. Demikian pula kita diajak untuk berani \u201cmengarungi samodra kehidupan\u201d yang penuh gelombang. \u00a0Hidup ini, seperti yang didoakan oleh para nelayan \u00a0Yunani, \u201cLike wading through the vast sea with small boat\u201d \u2013 bagaikan mengaruni samodra yang luas dengan perahu kecil.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Minggu, 19 November 2017<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1511099531190_818\">Markus Marlon<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Markus Marlon &lt;markus_marlon@yahoo.com&gt;<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada seseorang yang berpendirian teguh dalam meraih sesuatu hal. Ia tidak mau mundur selangkah pun untuk menemukan yang terbaik. Ia terinspirasi dengan ucapan Horatius (65 \u2013 8 seb. M ), \u201cQui studet optatam cursu&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":749,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-13193","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2014\/02\/LG-126.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13193","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13193"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13193\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13194,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13193\/revisions\/13194"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/749"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13193"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13193"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13193"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}