{"id":13105,"date":"2017-11-07T10:52:04","date_gmt":"2017-11-07T03:52:04","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=13105"},"modified":"2017-11-07T12:25:18","modified_gmt":"2017-11-07T05:25:18","slug":"takut-mati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=13105","title":{"rendered":"TAKUT MATI"},"content":{"rendered":"<div id=\"yui_3_15_0_2_1510026576850_758\">\u201cPernahkan kita mengalami takut?\u201d Namun jika kita takut secara berlebihan, maka gerak langkah kita akan terbatas. Dan kalau seseorang menjadi pengecut, maka sepertinya kita sudah mati, sebelum mati yang sesungguhnya.<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1510026576850_756\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1510026576850_825\">Kita bayangkan yang dialami Martin Luther King (1929 \u2013 1968) yang pernah mengalami ketakutan yang luar biasa. Dia ditilpon dengan isi demikian, \u201cDengar hai negro, sebelum minggu depan, kamu akan menyesal, mengapa telah datang ke Montgomery\u201d. Setelah mendengar suara tidak dikenal itu, Luther King ketakutan. Dan ketika pada akhirnya ia berdoa, terkumpullah segala daya keberaniannya untuk melanjutkan perjuangan mengubah dunia. Pejuang kemanusiaan itu \u00a0berani mati.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Memang benar tulisan Ernest Hemingway (1899 \u2013 1961) \u00a0dalam novelnya yang berjudul, \u201cA Farewell to Arms\u201d tulisnya, \u201cThe coward dies a thousand death&#8230;\u201d \u2013 pengecut mati ribuan kali sebelum mati yang sesungguhnya. Kematian itu sebuah mistery, sehingga orang menjadi takut. \u00a0Dan secara lengkap telah disajikan oleh Louis Leahy dalam bukunya yang berjudul, \u201cMisteri Kematian \u2013 suatu pendekatan filosofis\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Baiklah kalau kita bercermin pada kata-kata terakhir Doryudana ketika \u201cperang tanding\u201d berhadapan dengan Bima. Dia berkata, \u00a0\u201cUrip iku yen ora mati ya mukti\u201d \u2013 hidup itu kalau tidak mati, \u00a0ya jaya. \u00a0Dan dari kematian Doryudana ini, kita bisa merenungkan kata-kata Seneca (4 seb. M \u2013 65), \u201cOptanda mors est sine metu mortis mori\u201d \u2013 kematian yang didambakan adalah mati tanpa takut pada kematian itu sendiri.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Selasa, 7 November 2017<\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-501704645yMail_cursorElementTracker_1510013376899\">Markus Marlon<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Markus Marlon &lt;markus_marlon@yahoo.com&gt;<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cPernahkan kita mengalami takut?\u201d Namun jika kita takut secara berlebihan, maka gerak langkah kita akan terbatas. Dan kalau seseorang menjadi pengecut, maka sepertinya kita sudah mati, sebelum mati yang sesungguhnya. Kita bayangkan yang dialami&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":335,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-13105","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/orgel.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13105","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13105"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13105\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13106,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13105\/revisions\/13106"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/335"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13105"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13105"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13105"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}