{"id":13071,"date":"2017-11-01T11:52:27","date_gmt":"2017-11-01T04:52:27","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=13071"},"modified":"2017-11-02T13:58:59","modified_gmt":"2017-11-02T06:58:59","slug":"mengapa-tuhan-membiarkan-ini-terjadi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=13071","title":{"rendered":"MENGAPA TUHAN MEMBIARKAN INI TERJADI?"},"content":{"rendered":"<div id=\"yui_3_15_0_2_1509510827470_807\">Saya pernah memberkati jenazah seorang pemuda anak tunggal dari seorang janda. Pemuda ini baru saja menyelesaikan study-nya dan akan diwisuda.<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1509510827470_809\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1509510827470_810\">Lantas ibu janda itu berteriak histeris dan beberapa kali pingsan. Ia berkata, \u201cTuhan apa salahku, mengapa harus menimpa anakku satu-satunya tumpuan dan harapan hidupku!\u201d Ia berteriak-teriak sambil, \u201csibi manus inferre\u201d \u2013 tangannya memukul dirinya sendiri.<\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1509510827470_813\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_15_0_2_1509510827470_814\">Pengalaman seperti ini sudah pernah ditulis oleh Dostoyevsky (1821 \u2013 1881) novelis Rusia. Dalam sepenggal novelnya ia bercerita demikian. Dengan hati yang sedih bercampur marah, Ivan Karamazov terpaku di depan tubuh bayi yang berlumuran darah. Bayi yang tidak bersalah itu tewas dicakar serigala. \u201cKalau Tuhan mahakuasa, mengapa Tuhan membiarkan ini terjadi? Di manakah Tuhan?\u201d Barangkali ini juga sering kita alami, ketika kita \u201cseolah-olah mendapat perlakuan tidak adil\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Hidup itu misteri. Kadang di balik penderitaan muncul sesuatu yang menguatkan, (bahkan) menguatkan iman. Misalnya kisah seorang novelis dan filsuf yang merupakan korban holocaust Yahudi yang berhasil bertahan, yang bernama Eliezer Wiesel (1928 &#8211; 2016).<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Ketika di tahanan, dia berontak dan mengepalkan tinju kepada Tuhan, \u201cMengapa Tuhan membiarkan ini terjadi?\u201d Teman-temannya semua mati terkulai di atas tiang gantungan. \u00a0Tetapi tiba-tiba Wiesel berdiam. Ditatapnya wajah temannya yang terkulai itu. Wiesel seperti tidak percaya pada matanya sendiri. \u201cAjaib\u201d wajah temannya itu mirip wajah Yesus.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Rabu, 01 November 2017<\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-266848104yMail_cursorElementTracker_1509509538582\">Markus Marlon<\/div>\n<p>Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Markus Marlon &lt;markus_marlon@yahoo.com&gt;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya pernah memberkati jenazah seorang pemuda anak tunggal dari seorang janda. Pemuda ini baru saja menyelesaikan study-nya dan akan diwisuda. Lantas ibu janda itu berteriak histeris dan beberapa kali pingsan. Ia berkata, \u201cTuhan apa&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":517,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-13071","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2014\/02\/pilar-kiri.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13071","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13071"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13071\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13072,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13071\/revisions\/13072"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/517"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13071"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13071"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13071"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}