{"id":13007,"date":"2017-10-25T16:45:49","date_gmt":"2017-10-25T09:45:49","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=13007"},"modified":"2017-10-25T16:51:30","modified_gmt":"2017-10-25T09:51:30","slug":"paroki-gregorius-agung-kuta-bumi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=13007","title":{"rendered":"Paroki Gregorius Agung Kuta Bumi"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Paroki-Gregorius-Agung-Kuta-Bumi-25-e1508922344112.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-13005 aligncenter\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Paroki-Gregorius-Agung-Kuta-Bumi-25-e1508922344112-300x182.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"182\" srcset=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Paroki-Gregorius-Agung-Kuta-Bumi-25-e1508922344112-300x182.jpg 300w, https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Paroki-Gregorius-Agung-Kuta-Bumi-25-e1508922344112.jpg 584w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Paroki-Gregorius-Agung-Kuta-Bumi-isi-25-e1508922375232.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-13006 aligncenter\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Paroki-Gregorius-Agung-Kuta-Bumi-isi-25-e1508922375232-300x185.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"185\" srcset=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Paroki-Gregorius-Agung-Kuta-Bumi-isi-25-e1508922375232-300x185.jpg 300w, https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Paroki-Gregorius-Agung-Kuta-Bumi-isi-25-e1508922375232.jpg 583w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/www.parokigregoriusagung.com\/\">PAROKI GREGORIUS AGUNG KUTA BUMI<\/a><br \/>\nservus Servorum Dei<br \/>\nHamba Dari Segala Hamba<\/p>\n<p>Sejarah Paroki<\/p>\n<p>Gereja Santo Gregorius Agung terletak di dekat perumahan Kutabumi atau tepatnya di Kampung Jambu, Desa Gelam jaya, yang dahulu masih termasuk dalam wilayah pelayanan Paroki Tangerang \u2013 Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda (HSPMTB). Sejarah Paroki Santo Gregorius Agung dimulai sekitar tahun 1987 , beberapa keluarga Katolik yang tinggal di perumahan Kutabumi mencoba membangun paguyuban dengan sering berdoa bersama dan melakukan hal-hal lain bersama sebagai bentuk kebersamaan. Beberapa waktu kemudian atas persetujuan paroki HSPMTB, dibentuklah lingkungan di Kutabumi dengan nama Lingkungan St. Bernardus.<\/p>\n<p>Dengan berkembangnya perumahan yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan penduduk di sekitar Kutabumi , maka berkembanglah lingkungan St. Bernardus menjadi beberapa lingkungan lagi yang kemudian menjadi satu wilayah. Pada tahun 1995, setelah melihat pesatnya pertumbuhan umat di Kutabumi dan sekitarnya, maka Pastor Binzler Bintarto SJ, beserta beberapa umat atas persetujuan Dewan Paroki HSPMTB membangun sebuah Stasi untuk melayani kebutuhan iman umat di daerah Kutabumi ini dengan nama Stasi Santo Gregorius . Pada tahun 2010 Stasi St. Gregorius mendapatkan ijin sebagai Rumah Ibadah.<\/p>\n<p>Dan pada akhirnya pada tahun 2012, tepatnya tanggal 3 September berdirilah Paroki St. Gregorius Agung yang peresmiannya diselenggarakan pada tanggal 23 September 2012 oleh Uskup Agung Jakarta Ignatius Suharyo, Pr. Pastor Paroki pertama yang diutus adalah RD Andy Gunardi.<\/p>\n<p>Lokasi Paroki<br \/>\nSt. Gregorius Agung Kutabumi Kabupaten Tangerang<br \/>\nKampung jambu, RT 02\/04 Desa Gelam Jaya<br \/>\nPasar Kemis Kabupaten Tangerang<\/p>\n<p>Kesekretariatan<br \/>\nJl. Puri IV B 16 No. 93 Desa Gelam Jaya<br \/>\nPasar Kemis Tangerang 15560<br \/>\nTelp. 021 5922981<\/p>\n<p>Perkembangan umat\u00a0dan kebutuhan pastoral.<\/p>\n<p>Umat paroki St. Gregorius Agung mayoritas adalah perantauan. Mereka datang dari daerah dan mengadu nasib di Jakarta dan Tangerang. Di dalam keberaneka ragaman dan keberadaan di sekitar Kuta Bumi mereka merindukan tempat yang membuat mereka merasa \u201chome\u201d dan \u201csecure\u201d. Kehadiran Gereja yang menjadi tempat beribadah dan berjumpa dengan Tuhan menjadi jawaban. Mereka dapat berkumpul sebagai saudara dan menyadari kesamaan nasib di dunia rantau.<\/p>\n<p>Konsep Gereja sebagai ibu di bawah perlindungan St. Gregorius menjadi wajah paroki ini. Di Gereja mereka bisa berdoa mencurahkan hati kepada Tuhan, dalam kebersamaan mereka bahu membahu untuk saling tolong menolong. Paroki Gregorius hidup oleh aktivitas dari umat mulai anak-anak, remaja, anak muda dan orang tua serta lansia. Kehadiran Gereja merangkul mereka dan ikut serta dalam keprihatinan masalah-masalah ekonomi, pengembangan iman dan persaudaraan.<\/p>\n<p>Untuk itu dibutuhkan tempat yang dapat menampung aktivitas dan kehidupan bersaudara umat, terlebih tempat tinggal yang kecil, yaitu tipe 21 dan 36 (mayoritas) tidak mungkin dapat menampung kegiatan-kegiatan. Paroki ini hadir dan menyatukan umat seluruhnya.<\/p>\n<p>Profil Umat<br \/>\nTotal Umat 7.736 jiwa (2.036 KK), terdiri dari 11 Wilayah, 54 Lingkungan, dan tesebar di 68 komplek perumahan rata-rata tipe 21, 36, dan 42 m2.<\/p>\n<p>Kekhasan Paroki:<br \/>\n1. Mayoritas adalah perantauan yang berkumpul disekitar perumahan Kuta Bumi<br \/>\n2. Aneka budaya: Jawa, Tionghoa, Batak, Flores, dan suku-suku lain<br \/>\n3. Hidup dalam kebersamaan<br \/>\n4. Ada 1.500 pekerja pabrik dan 359 guru.<\/p>\n<p>Prospek Pertumbuhan Umat<br \/>\n1. Ruang pertumbuhan perumahan baru ke wilayah utara paroki masih sangat besar<br \/>\n2. Beberapa industri besar seperti Gajah Tunggal, ABB, IKAD, NASA, Kawasan Industri Manis, Kawasan Industri Pasar Kemis, dan masih banyak lagi berada disekitar paroki.<\/p>\n<p>Tantangan Paroki<br \/>\nAda 100 lebih Pondok Pesantren di Kecamatan Pasar Kemis<br \/>\nRomo dan tokoh umat silaturahmi dengan pimpinan pesantren.<br \/>\nKapasitas gedung gereja saat ini menampung 700 umat<br \/>\nMisa Sabtu dan Minggu, sudah diadakan 4 (empat) kali<\/p>\n<p>REKENING SUMBANGAN<br \/>\nBCA KCP TAMAN CIBODAS TANGERANG<br \/>\nNO. REK. 713 0333 626 A\/N PGDP SANTO GREGORIUS<\/p>\n<p>Rencana Pembangunan<br \/>\nParoki St. Gregorius Agung adalah paroki baru dengan pertumbuhan kaum muda yang cukup banyak. Oleh karena itu strategi dalam rencana pembangunan adalah:<br \/>\nMengembangkan komunitas selain seksi-seksi<br \/>\nMenjadikan gereja sebagai tempat perziarahan<br \/>\nMenjadikan gereja sebagai 2nd home bagi umat<\/p>\n<p>Fasilitas yang akan dibangun:<br \/>\nGedung Gereja<br \/>\nGedung aula, ruang-ruang, fasilitas prosesi, parkir, dll<\/p>\n<p>Kami sudah mendapatkan IMB &amp; mulai membangun<\/p>\n<p>Contact Person:<br \/>\n1. RD Yustinus Sulistiadi, telp 0822 997 06363<br \/>\n2. RD Ignatius Prasetya Wicaksana, telp 0812 123 71207<br \/>\n3. Soter Vitalyanus Mbaly, telp 0812 101 9320<\/p>\n<p>Website\u00a0http:\/\/www.parokigregoriusagung.com\/<\/p>\n<p>&nbsp;<br \/>\n<iframe loading=\"lazy\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/qqzT1IjTdsM\" frameborder=\"0\" gesture=\"media\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; PAROKI GREGORIUS AGUNG KUTA BUMI servus Servorum Dei Hamba Dari Segala Hamba Sejarah Paroki Gereja Santo Gregorius Agung terletak di dekat perumahan Kutabumi atau tepatnya di Kampung Jambu, Desa Gelam jaya, yang dahulu&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13002,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-13007","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-saluran-berkah","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/RD-Y-Sulistiadi-bersama-prodiakon-Katedral.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13007","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13007"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13007\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13009,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13007\/revisions\/13009"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13002"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13007"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13007"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13007"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}