{"id":1264,"date":"2014-04-24T16:36:22","date_gmt":"2014-04-24T09:36:22","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=1264"},"modified":"2014-04-24T21:49:45","modified_gmt":"2014-04-24T14:49:45","slug":"jumat-25-april-2014","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=1264","title":{"rendered":"Jumat, 25 April 2014"},"content":{"rendered":"<div><span><span>Hari Jumat dlm Oktaf Paskah<\/span><\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/alkitabq.php?q=Kis4:1-12;\" target=\"_blank\"><span><span>Kis. <\/span><span>4:1-12<\/span><\/span><\/a><span><span> ;\u00a0 <\/span><\/span><a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/alkitabq.php?q=Mzm118:1-2;Mzm118:4;Mzm118:22-24;Mzm118:25-27;\" target=\"_blank\"><span><span>MZM. <\/span><span>118:1-2,4,22-24,25-27 a<\/span><\/span><\/a><span><span> ;\u00a0 <\/span><\/span><a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/alkitabq.php?q=Yoh21:1-14;\" target=\"_blank\"><span><span>Yoh. <\/span><span>21:1-14<\/span><\/span><\/a><\/div>\n<div><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/dailyfreshjuice.net\/?powerpress_embed=3167-podcast&amp;powerpress_player=default\" height=\"24\" width=\"320\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/div>\n<div><span><span>Santo Markus, Pengarang Injil<\/span><\/span><\/div>\n<div>\n<p align=\"justify\"><span><span>Markus, pengarang Injil berasal Bahasa Dari Yerusalem. <\/span><span>Rumah mereka biasanya digunakan sebagai pertemuan Umat Kristen. <\/span><span>Ketika Petrus dipenjarakan, BANYAK Sekali orangutan Kristen Disana berkumpul Dan berdoa * Bagi keselamatan Petrus. <\/span><span>Penghasilan kena dibebaskan Malaikat, Petrus pergi menemui Umat di Rumah Markus. <\/span><span>Semasa mudanya, Markus telah bertemu Artikel Baru yesus, tetapi regular tidak menjadi seorang muridNya.<\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"justify\"><span><span>Dalam, injilnya, Markus menceritakan bahwa ketika yesus ditangkap Dan di giring kehadapan Mahkamah Agung, seorang Anak Muda mengikuti-Nya Bahasa Dari Belakang. <\/span><span>Para Serdadu hendak menangkap orangutan Muda ITU, tetapi Artikel Baru CEPAT pemuda ITU meloloskan Diri darinya. <\/span><span>Besar kemungkinan orangutan Muda ITU adalah Markus Sendiri, KARENA HANYA Peristiwa Suami terdapat Dalam, Injil Markus Saja.<\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"justify\"><span><span>Markus Suami disebut juga Yohanes Markus. <\/span><span>Ia adalah keponakan Barnabas. <\/span><span>Ia ditobatkan Dan dipermandikan Diposkan oleh Petrus. <\/span><span>Markus menemani Paulus Dan Barnabas Dalam, beberapa Perjalanan Misi: Perjalanan PERTAMA Ke Antiokia (Kis12: 25) Dan kemudian Ke Siprus (Kis 13:4-5). <\/span><span>KARENA beberapa alasan, Markus book value Ke Yerusalem (Kis1 3:13). <\/span><span>Ketika mereka mau melakukan Perjalanan kedua, Barnabas mendesak agar Markus pun Ikut Serta, namun Paulus menolak Hal ITU sehingga terjadilah perpecahan ANTARA Paulus Dan Barnabas. <\/span><span>Lalu Paulus pergi Ke Asia Kecil ditemani Diposkan oleh Silas sedangkan Barnabas Bersama Markus pergi Ke Siprus (Kis 15:36-41). <\/span><span>Bahasa Dari permohonan Paulus kepada Timotius (2Tim 4:11) agar Markus mengunjunginya di Penjara, dapatlah kitd ketahui bahwa Paulus Ulasan Sangat membutuhkan Markus.<\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"justify\"><span><span>Dalam, suratnya Yang PERTAMA, Petrus mengirimkan salam Bahasa Dari Roma, Dari &#8220;Anakku, Markus&#8221; (1Pet 5:13). <\/span><span>Hal ini-diperkuat Diposkan oleh Tradisi purba Dan nada Injil Markus-memberikan kepastian bahwa Markus juga adalah Rekan atau orangutan Yang Dekat Artikel Baru Petrus. <\/span><span>Di Roma, Markus menjadi pembantu Petrus. <\/span><span>Ia menjadi juru Bicara Petrus. <\/span><span>Tentang Hal inisial dikatakan bahwa Markus Artikel Baru teliti mencatat Segala sesuatu Yang diingatnya tentang Ucapan-Ucapan Petrus kepada orangutan BANYAK.<\/span><\/span><\/p>\n<p align=\"justify\"><span><span>Penghasilan kena Santo Petrus Dan Paulus Diposkan oleh Kaisar Nero dibunuh, Markus berangkat Ke Mesir Dan Disana besarbesaran disebut Diposkan oleh Hieronimus sebagai &#8220;bapa para pertapa di Gurun Pasir Mesir&#8221;. <\/span><span>Kemudian besarbesaran menjadi Uskup Aleksandria Dan dibunuh KARENA Kristus. <\/span><span>Jenazahnya kemudian di bawa Ke Venesia Dan relikiunya disimpan di Basilika Santo Markus. <\/span><span>Tanggal lahir Dan kematiannya regular tidak diketahui Artikel Baru Pasti. <\/span><span>Lambangnya sebagai pengarang Injil adalah singa, raja Gurun Pasir, Yang diambil Bahasa Dari permulaan injilnya Yang menyinggung Gurun Pasir.<\/span><\/span><\/p>\n<\/div>\n<div><span><span>Sumber<\/span><\/span><\/div>\n<div><span><span>http:\/\/imankatolik.or.id\/kalender\/25Apr.html<\/span><\/span><\/div>\n<div>http:\/\/dailyfreshjuice.net\/wp-content\/uploads\/2014\/04\/FJ2014-04-25-SUKACITA-BERJUMPA-YESUS-RM-HADY-SETIAWAN.mp3<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari Jumat dlm Oktaf Paskah Kis. 4:1-12 ;\u00a0 MZM. 118:1-2,4,22-24,25-27 a ;\u00a0 Yoh. 21:1-14 Santo Markus, Pengarang Injil Markus, pengarang Injil berasal Bahasa Dari Yerusalem. Rumah mereka biasanya digunakan sebagai pertemuan Umat Kristen. Ketika&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":835,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1264","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/dipilih-untuk-melayani.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1264","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1264"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1264\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1268,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1264\/revisions\/1268"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/835"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1264"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1264"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1264"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}