{"id":12508,"date":"2017-09-14T10:16:41","date_gmt":"2017-09-14T03:16:41","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=12508"},"modified":"2017-09-14T10:16:41","modified_gmt":"2017-09-14T03:16:41","slug":"today-14-september-antara-harapan-dan-kenyataan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=12508","title":{"rendered":"TODAY, 14 September: Antara Harapan dan Kenyataan"},"content":{"rendered":"<p id=\"yui_3_15_0_2_1505358249896_816\"><b id=\"yui_3_15_0_2_1505358249896_827\"><u id=\"yui_3_15_0_2_1505358249896_826\">Antara Harapan dan Kenyataan<\/u><\/b><\/p>\n<p id=\"yui_3_15_0_2_1505358249896_829\">Banyak yang memulai hidup pernikahan dengan impian Hollywood.<\/p>\n<p id=\"yui_3_15_0_2_1505358249896_828\">Selalu mesra, selalu bahagia, selalu saling mencintai apa adanya.<\/p>\n<p id=\"yui_3_15_0_2_1505358249896_831\">Waktu berlalu, tahun berganti: sungguh harapan tak lagi sama seperti apa yang ada di kepala.<\/p>\n<p id=\"yui_3_15_0_2_1505358249896_832\">Keindahan berubah menjadi rutinitas dan rasa bosan.<\/p>\n<p id=\"yui_3_15_0_2_1505358249896_833\">Yang kalau tidak disiasati, akan cukup mengancam sebuah pernikahan.<\/p>\n<p>Banyak yang memulai suatu bisnis atau pekerjaan dengan harapan akan keuntungan.<\/p>\n<p>Banyak pula yang harus gigit jari, saat harapan tak sesuai dengan kenyataan.<\/p>\n<p>Bahkan menderita kerugian dan harus menghadapi kemunduran ekonomi.<\/p>\n<p>Keadaan keluarga menjadi morat-marit dan tak lagi mampu bahkan memenuhi kebutuhan pokok.<\/p>\n<p>Banyak yang masuk ke dalam dunia pelayanan.<br \/>\nDengan cinta kasih Kristus yang menyala-nyala dalam dada.<\/p>\n<p>Dengah harapan bahwa orang-orang yang ditemui pastilah penuh kasih-Nya senantiasa.<\/p>\n<p>Dalam pikirannya, betapa indahnya dunia pelayanan yang mengandalkan diri-Nya.<\/p>\n<p>Lalu kemudian berujung kecewa, karena kenyataan sungguh berbeda.<\/p>\n<p>Karena setiap manusia pun pasti berproses juga, tak bisa sesempurna pikiran kita.<\/p>\n<p>Dalam banyak hal, dalam banyak kasus, terlihat pula tak semua orang bisa menerima bahwa harapan mungkin sangat sangat berbeda dengan kenyataan.<\/p>\n<p>Banyak kali kita pun menjadi putus asa, tak jarang mengakibatkan beberapa orang terganggu jiwanya juga akibat tekanan mental- tak mampu menghadapi kecewa ini dengan baik.<\/p>\n<p>Lalu tindakan yang mengiringi depresi bahkan tak lagi memikirkan hidup lagi.<\/p>\n<p>Itu sebetulnya cukup menyedihkan.<\/p>\n<p>Bagaimana kita sebagai pengikut Kristus?<br \/>\nKita pun pasti pernah punya harapan, punya angan setinggi langit.<\/p>\n<p>Lalu pernah juga mengalami dihempas kecewa yang dalam saat kenyataan berkata lain.<\/p>\n<p>Tetapi, bersama Yesus kita dimampukan untuk menghadapi segala perkara bersama Dia.<\/p>\n<p>Dengan kuasa Kristus yang diberikan kepada kita, kita memiliki kekuatan untuk menghadapi segala rupa keadaan.<\/p>\n<p>Semoga kita bisa menyeimbangkan harap dan kenyataan kita.<\/p>\n<p>Percaya pada akhirnya rancangan Tuhan yang terindah di hidup kita, mau berserah, dan terus mengupayakan yang terbaik.<\/p>\n<p>Semoga.<\/p>\n<p>(-fon-)\/Fonny Jodikin<\/p>\n<p><b><i>Dengan kuasa yang diberikan Kristus kepada saya, saya mempunyai kekuatan untuk menghadapi segala rupa keadaan.<\/i><\/b><\/p>\n<p><b><i>&#8212; Filipi 4:13 (BIS\/Bahasa Indonesia Sehari-hari)<\/i><\/b><\/p>\n<p><b><i>Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia<sup><span style=\"font-size: small;\">\u00a0<\/span><\/sup>yang memberi kekuatan<sup><span style=\"font-size: small;\">\u00a0<\/span><\/sup>\u00a0kepadaku.<\/i><\/b><\/p>\n<p id=\"yui_3_15_0_2_1505358249896_843\"><b><i>&#8212; Filipi 4:13<\/i><\/b><\/p>\n<p>Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Fonny Jodikin &lt;fjodikin@gmail.com&gt;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Antara Harapan dan Kenyataan Banyak yang memulai hidup pernikahan dengan impian Hollywood. Selalu mesra, selalu bahagia, selalu saling mencintai apa adanya. Waktu berlalu, tahun berganti: sungguh harapan tak lagi sama seperti apa yang ada&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10068,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-12508","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2016\/11\/kmk-phos-gnosis-5.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12508","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12508"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12508\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12509,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12508\/revisions\/12509"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10068"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12508"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12508"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12508"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}