{"id":11914,"date":"2017-06-18T15:02:11","date_gmt":"2017-06-18T08:02:11","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=11914"},"modified":"2017-06-18T15:02:11","modified_gmt":"2017-06-18T08:02:11","slug":"paus-fransiskus-rajin-beribadah-tanpa-berbuat-baik-percuma","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=11914","title":{"rendered":"Paus Fransiskus: Rajin Beribadah Tanpa Berbuat Baik, Percuma"},"content":{"rendered":"<div class=\"read__credit clearfix\"><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/assets.kompas.com\/data\/photo\/2017\/01\/17\/0935091Paus-Fransiskus780x390.jpg\" alt=\"\" data-width=\"780px\" data-aligment=\"\" \/><\/div>\n<p><strong>ROMA, KOMPAS.com<\/strong> \u2014 <a class=\"inner-link\" href=\"http:\/\/indeks.kompas.com\/tag\/Paus-Fransiskus\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Paus Fransiskus<\/a> mengatakan, tak ada gunanya jika seseorang rajin beribadah, tetapi tak berbuat baik dalam hidup sehari-hari.<\/p>\n<p>Pemimpin Gereja <a class=\"inner-link\" href=\"http:\/\/indeks.kompas.com\/tag\/Katolik\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Katolik<\/a> sedunia itu menyebut mereka yang rajin beribadah di gereja tetapi tak berbuat baik sebagai &#8220;burung beo&#8221;.<\/p>\n<p>&#8220;Jika saya katakan bahwa saya seorang <a class=\"inner-link\" href=\"http:\/\/indeks.kompas.com\/tag\/Katolik\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Katolik<\/a> dan rajin ke gereja, tetapi kemudian tak mau bicara dengan orangtua, tak mau membantu orang miskin, menengok orang sakit, itu tak menunjukkan iman saya, jadi percuma,&#8221; kata Paus kepada para pemuda di Desa Guidonia, tak jauh dari Roma.<\/p>\n<p>&#8220;Mereka yang tak berbuat baik bukan apa-apa selain burung beo, hanya kata-kata,&#8221; tambah Paus seperti dikutip harian <em>La Stampa.<\/em><\/p>\n<p>Iman Kristiani, ujar Paus, harus diwujudkan dalam tiga hal, yaitu kata-kata, hati, dan perbuatan.<\/p>\n<p>Dalam temu wicara dengan warga desa itu, Paus mengaku sering kali hal paling sulit dilakukan adalah memaafkan orang yang menyakiti kita.<\/p>\n<p>&#8220;Sangat sulit, saya kenal seorang perempuan tua yang sangat tegar, cerdas, tetapi sering dipukul suaminya. Anda tetap harus memaafkan, tetapi memang sulit untuk melupakan,&#8221; tambah Paus.<\/p>\n<p>&#8220;Memaafkan harus datang dari hati, meski Anda tak mengatakannya. Anda harus memperlakukan orang itu seolah tak ada yang terjadi,&#8221; Paus menegaskan.<\/p>\n<div class=\"read__credit clearfix\">\n<div class=\"read__credit__item\">EditorErvan Hardoko<\/div>\n<div class=\"read__credit__item\">Sumber<a href=\"http:\/\/www.independent.co.uk\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Independent<\/a>, http:\/\/internasional.kompas.com\/read\/2017\/01\/17\/09371661\/paus.fransiskus.rajin.beribadah.tanpa.berbuat.baik.percuma<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ROMA, KOMPAS.com \u2014 Paus Fransiskus mengatakan, tak ada gunanya jika seseorang rajin beribadah, tetapi tak berbuat baik dalam hidup sehari-hari. Pemimpin Gereja Katolik sedunia itu menyebut mereka yang rajin beribadah di gereja tetapi tak&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3171,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-11914","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-sekitar"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2014\/11\/sinode.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11914","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11914"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11914\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11915,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11914\/revisions\/11915"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3171"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11914"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11914"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11914"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}