{"id":11717,"date":"2017-05-22T10:46:44","date_gmt":"2017-05-22T03:46:44","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=11717"},"modified":"2017-05-22T16:45:59","modified_gmt":"2017-05-22T09:45:59","slug":"today-20-mei-efek-dari-perceraian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=11717","title":{"rendered":"TODAY, 20 Mei: Efek dari Perceraian"},"content":{"rendered":"<p id=\"yui_3_15_0_2_1495424566022_952\"><span id=\"yui_3_15_0_2_1495424566022_951\"><span id=\"yui_3_15_0_2_1495424566022_950\" style=\"font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;\"><b id=\"yui_3_15_0_2_1495424566022_949\"><u id=\"yui_3_15_0_2_1495424566022_948\">Efek dari Perceraian<\/u><\/b><\/span><\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_15_0_2_1495424566022_957\"><span id=\"yui_3_15_0_2_1495424566022_956\"><span id=\"yui_3_15_0_2_1495424566022_955\" style=\"font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;\">Di zaman sekarang ini, menjaga mahligai perkawinan mendapat tantangannya tersendiri.<\/span><\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_15_0_2_1495424566022_960\"><span id=\"yui_3_15_0_2_1495424566022_959\"><span id=\"yui_3_15_0_2_1495424566022_958\" style=\"font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;\">Di saat begitu banyak orang yang kawin-cerai, entah itu di sekitar kita ataupun berita-berita tentang orang-orang terkenal semisal selebriti atau sosialita yang kita dengar.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;\">Perkawinan yang seumur jagung, seolah dianggap biasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;\">Belum lagi tantangan semakin banyaknya &#8216;pelakor&#8217; &#8211; perebut laki orang, yang walaupun dihujat di masyarakat kita, masih juga sering kita baca atau mungkin kita lihat dengan kepala sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;\">Seolah mudah memutuskan bercerai begitu saja, padahal Gereja Katolik mengingatkan bahwa perceraian itu dampaknya luar biasa. Di keluarga: dia pasti membawa luka yang tak mudah disembuhkan. Di masyarakat, ini bisa menjadi contoh yang kurang baik karena konon: bisa cenderung menular.<\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_15_0_2_1495424566022_919\"><span id=\"yui_3_15_0_2_1495424566022_918\"><span id=\"yui_3_15_0_2_1495424566022_917\" style=\"font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;\"><b id=\"yui_3_15_0_2_1495424566022_916\"><i id=\"yui_3_15_0_2_1495424566022_915\">Perceraian adalah tidak susila juga dengan alasan bahwa ia membawa kekacauan di dalam keluarga dan di dalam masyarakat. Kekacauan ini membawa akibat-akibat buruk: untuk pihak yang ditinggalkan; anak-anak, yang oleh perceraian orang-tuanya mengalami kejutan dan ditarik ke sana ke mari antara mereka berdua; masyarakat, yang untaknya ia menjadi suatu luka yang dalam, karena kebiasaan ini cenderung menular. (KGK- Katekismus Gereja Katolik no.2385)<\/i><\/b><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;\">Bagi yang sudah mengalami pernikahan dan mempertahankannya sekian tahun lamanya, pasti pula menyadari bahwa pernikahan yang sakral dan suci itu sungguh membutuhkan perjuangan untuk mempertahankannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;\">Dia tidak seindah drama Korea, juga tak seindah film-film percintaan Hollywood.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;\">Yang mengedepankan: &#8221; And they live happily ever after&#8230;&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;\">Dan mereka berbahagia untuk selamanya&#8230;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;\">Kebahagiaan itu harus diperjuangkan oleh kedua belah pihak dan dengan menyertakan Tuhan sebagai pusat dari pernikahan itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;\">Karena tanpa diri-Nya, mustahil kita bisa menerima banyak kekurangan pasangan, sebagaimana pasangan pun harus menerima kekurangan diri kita yang tidak kalah banyaknya.<\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_15_0_2_1495424566022_968\"><span style=\"font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;\">Mari terus berusaha menyebarkan aura positif pada kesetiaan dan pernikahan Kristiani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;\">Apa yang sudah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;\">Semoga pasangan-pasangan yang sudah dipersatukan lewat janji suci di Gereja-Nya tetap dipenuhi kasih dan pengampunan yang bersumber dari Allah Bapa.<\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_15_0_2_1495424566022_920\"><span style=\"font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;\">Mari mendoakan hal itu, mari memperjuangkannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;\">Amin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;\">(-fon-)\/Fonny Jodikin<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;\"><b><i>Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.<\/i><\/b><\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_15_0_2_1495424566022_971\"><span id=\"yui_3_15_0_2_1495424566022_974\" style=\"font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;\"><b id=\"yui_3_15_0_2_1495424566022_973\"><i id=\"yui_3_15_0_2_1495424566022_972\">&#8212; Matius 19:6<\/i><\/b><\/span><\/p>\n<p>Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Fonny Jodikin &lt;fjodikin@gmail.com&gt;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Efek dari Perceraian Di zaman sekarang ini, menjaga mahligai perkawinan mendapat tantangannya tersendiri. Di saat begitu banyak orang yang kawin-cerai, entah itu di sekitar kita ataupun berita-berita tentang orang-orang terkenal semisal selebriti atau sosialita&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11651,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-11717","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/AYD2017-Alsut5.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11717","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11717"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11717\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11718,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11717\/revisions\/11718"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11651"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11717"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11717"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11717"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}