{"id":117,"date":"2013-12-18T22:36:42","date_gmt":"2013-12-18T15:36:42","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=117"},"modified":"2013-12-18T22:36:42","modified_gmt":"2013-12-18T15:36:42","slug":"jiwa-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=117","title":{"rendered":"Jiwa Manusia"},"content":{"rendered":"<div id=\"yui_3_10_3_1_1387379338608_1820\" align=\"center\"><b id=\"yui_3_10_3_1_1387379338608_1819\"><span id=\"yui_3_10_3_1_1387379338608_1818\" style=\"text-decoration: underline;\">JIWA\u00a0\u00a0MANUSIA<\/span><\/b><\/div>\n<div id=\"yui_3_10_3_1_1387379338608_1672\" align=\"center\">( M\u00a0\u00a0\u00a0o\u00a0\u00a0\u00a0t\u00a0\u00a0\u00a0i\u00a0\u00a0\u00a0v\u00a0\u00a0\u00a0a\u00a0\u00a0\u00a0s\u00a0\u00a0\u00a0i )<\/div>\n<div id=\"yui_3_10_3_1_1387379338608_1813\" align=\"center\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_10_3_1_1387379338608_1670\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Ketika naik bus dari Jogja ke Semarang, ada seorang ibu hamil berdiri di lorong bus yang kami tumpangi. Menyaksikan\u00a0\u00a0\u201cpemandangan\u201d\u00a0\u00a0itu, tiba-tiba ada seorang pemuda yang memberikan tempat duduknya bagi sang ibu tersebut.\u00a0\u00a0Meskipun pemuda itu tidak kenal\u00a0\u00a0siapa ibu itu, namun ada rasa belas kasihan bagi orang lain. Ini yang dulu pernah dikatakan Cicero (106 \u2013 43 seb. M),\u00a0\u00a0<i>\u201cAnimus hominis\u00a0\u00a0semper\u00a0\u00a0appetite\u00a0\u00a0agere\u00a0\u00a0aliquid\u201d<\/i>\u00a0\u2013 Jiwa manusia selalu ingin melakukan sesuatu.<\/div>\n<div>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Pada dasarnya, setiap manusia ingin hidupnya berguna bagi orang lain. Pepatah Kuno menulis, \u201cSebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain.\u201d Maka tidak mengherankan kalau ada orang yang bunuh diri, karena merasa dirinya tidak ada manfaatnya bagi orang lain. Kemudian kita bertanya dalam hati, \u201cBagaimana perasaan seorang karyawan perusahaan yang kehadirannya tidak\u00a0\u00a0<i>dianggep<\/i>\u00a0oleh pihak pimpinan ataupun rekan kerjanya?\u201d Tentu saja pengalaman ini bagaikan mimpi buruk di siang\u00a0\u00a0<i>bolong<\/i>.<\/div>\n<div id=\"yui_3_10_3_1_1387379338608_1668\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Di sekitar kita banyak orang yang hidupnya diliputi tekanan maupun beban. Ketika pagi hari mulai bekerja di kantor, ada seorang karyawan yang murung-murung, di depan kantor ada tukang parkir yang sedih memikirkan\u00a0nasib anaknya yang hendak kuliah, orang yang termasuk badan pimpinan sedang dilanda duka karena anaknya terlibat narkoba. Mereka adalah orang-orang yang perlu kita sapa. Inilah yang menurut Emmanuel Levinas (1906 \u2013 1995 ) disebut sebagai\u00a0\u00a0<i>epifani wajah<\/i>\u00a0(penampakan wajah). Levinas mengatakan bahwa wajah,\u00a0\u00a0<i>face<\/i>\u00a0\u00a0memberi perintah kepada setiap orang untuk bertanggungjawab atas yang lain,\u00a0\u00a0<i>the other<\/i>.\u00a0\u00a0Wajah duka, wajah tertekan, wajah sedih dan wajah berbeban berat\u00a0\u00a0dapat kita lihat dari raut muka. Charles Stanley ( Lahir di Pittsylvania, Virginia, 25 September 1932) seorang\u00a0<i>televangelist\u00a0<\/i>pernah berkata,\u00a0\u00a0<i id=\"yui_3_10_3_1_1387379338608_1666\">\u201cLove always asks,\u2019what is best for the other person?\u201d<\/i>\u00a0\u2013 Kasih selalu bertanya apa yang terbaik untuk orang lain.<\/div>\n<div id=\"yui_3_10_3_1_1387379338608_1665\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Di sini kita perlu untuk berpaling kepada Yesus yang bersabda,\u00a0\u00a0<i>\u201cWhat do you want me to do for you?\u201d<\/i>\u00a0\u2013 Apa yang kamu inginkan\u00a0\u00a0Kuperbuat bagimu?\u00a0\u00a0Luar biasa, Yesus tahu secara pasti apa yang menjadi kebutuhan kita. Setiap orang memiliki kebutuhan (dibantu, ditemani, didengar, diakui dan masih banyak lagi). Dan bantuan kita \u2013 meskipun kecil \u2013 amat berguna bagi yang membutuhkannya.<\/div>\n<div id=\"yui_3_10_3_1_1387379338608_1812\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Pernah suatu kali ada seorang gadis yang bunuh diri. Dari surat yang ia tinggalkan ia menulis, \u201cSaya sungguh-sungguh merasa sendirian. Aku hanya ingin didengarkan apa yang kurasakan, tetapi selalu saja\u00a0\u00a0<i>mama<\/i>\u00a0bilang sibuk dan sibuk.\u201d\u00a0\u00a0Memang, penyesalan selalu datang terlambat.\u00a0\u00a0Tetapi melalui\u00a0\u201cpelajaran singkat ini\u201d kita bisa berbuat sesuatu bagi orang-orang yang dekat dengan diri kita. Sekali lagi kita bermenung, \u201cKasih selalu bertanya apa yang terbaik untuk orang lain.\u201d<\/div>\n<div id=\"yui_3_10_3_1_1387379338608_1790\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_10_3_1_1387379338608_1793\"><i>Rabu, 18\u00a0\u00a0Desember\u00a0\u00a02013<\/i>\u00a0\u00a0\u00a0<b id=\"yui_3_10_3_1_1387379338608_1791\">Rm Markus Marlon MSC<\/b><\/div>\n<div id=\"yui_3_10_3_1_1387379338608_1656\"><b id=\"yui_3_10_3_1_1387379338608_1795\">Tulisan-tulisan Motivasi ini\u00a0\u00a0sudah dibukukan yang terbit\u00a0\u00a02\u00a0\u00a0bulan sekali. Sekarang sudah terbit edisi ke-4. Setiap Edisi ada 10 \u2013 12\u00a0tulisan dan terbit 40 halaman.<\/b><\/div>\n<div id=\"yui_3_10_3_1_1387379338608_1798\"><b id=\"yui_3_10_3_1_1387379338608_1797\">Yang ingin mendapatkan buku-buku tersebut bisa hub:<\/b><\/div>\n<div id=\"yui_3_10_3_1_1387379338608_1799\"><b>E-mail:\u00a0<\/b><a href=\"mailto:zahir.5561@gmail.com\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow\" data-rapid_p=\"129\"><b>zahir.5561@gmail.com<\/b><\/a><b><\/b><\/div>\n<div id=\"yui_3_10_3_1_1387379338608_1802\"><b id=\"yui_3_10_3_1_1387379338608_1801\">Atau no HP: 0852.83.9955.61 atau 08964.8941.026<\/b><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JIWA\u00a0\u00a0MANUSIA ( M\u00a0\u00a0\u00a0o\u00a0\u00a0\u00a0t\u00a0\u00a0\u00a0i\u00a0\u00a0\u00a0v\u00a0\u00a0\u00a0a\u00a0\u00a0\u00a0s\u00a0\u00a0\u00a0i ) \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Ketika naik bus dari Jogja ke Semarang, ada seorang ibu hamil berdiri di lorong bus yang kami tumpangi. Menyaksikan\u00a0\u00a0\u201cpemandangan\u201d\u00a0\u00a0itu, tiba-tiba ada seorang pemuda yang memberikan tempat duduknya bagi sang ibu&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-117","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bacaan-harian"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/117","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=117"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/117\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":118,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/117\/revisions\/118"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=117"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=117"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=117"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}